Showing posts with label rasha. Show all posts
Showing posts with label rasha. Show all posts

Kata Kunci Tegak: 

Ilahi feminin, sensualitas, kesuburan, pengasuhan, kreativitas, keindahan, kelimpahan, ketidakamanan alam.

Kata Kunci Terbalik: Sombong, kelalaian, pencekikan, kurangnya pertumbuhan, kurangnya kemajuan.



Arti The Empress Tegak

The Empress menunjukkan hubungan yang kuat dengan feminitas. Feminitas dapat dikaitkan dengan kesuburan, ekspresi, kreativitas, dan pengasuhan di antara banyak aspek lainnya. memintamu untuk terhubung dengan keindahan dan membawa kebahagiaan ke dalam hidup. Pahami diri dan gunakan indera untuk menikmati kehidupan dan mengalami kesenangan.

Temukan pendekatan berbeda untuk mengekspresikan diri secara kreatif, baik melalui lukisan, musik, drama, atau bentuk seni lainnya. Kesempatan untuk memulai hobi baru yang memungkinkan kamu bisa mengeksplorasi diri dan menemukan sisi lain dari dirimu.

The Empress juga merupakan indikasi kuat dari kehamilan dan keibuan. Konfirmasi dengan kartu lain apakah ini benar-benar kehamilan, atau lebih tepatnya hanya menunjukkan sikap keibuan, pengasuhan dan perhatian.

Kartu Permaisuri juga bisa berarti kelahiran ide, bisnis, atau proyek baru. Berkat keberuntungan yang menyelimuti kartu ini, proyek baru yang kamu kerjakan bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

The Empress, sebagai pola dasar ibu pertiwi, juga mendorong kamu untuk menghabiskan waktu berinteraksi dengan alam, ibu dari kita semua. Ketika kartu ini muncul bersyukurlah atas kelimpahan yang sedang kamu miliki. Hasil dari kerja keras dan budi baik selama ini.


Arti The Empress Terbalik

Saatnya untuk menyenangkan diri sendiri, jika selama ini kamu mendahulukan orang lain. Lebih memperhatikan dan merawat diri sendiri. Hingga akhirnya kamu bisa berbuat baik dan menjaga orang lain tanpa rasa kesal dan lelah yang berlebihan.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu di lingkungan alami seperti pantai, pegunungan, atau taman. Hirup pancaran energi ketika kamu dikelilingi oleh keindahan alam dan luangkan waktu untuk memperhatikan hal-hal kecil: semut berlarian di tanah, daun baru bertunas di pepohonan, atau warna ungu dan hijau yang kaya dari bunga dan tanaman.

Permaisuri terbalik dapat menunjukkan bahwa kamu merasakan hambatan kreatif, terutama dalam 'melahirkan' ide baru atau mengekspresikan diri secara kreatif. Kamu mungkin juga khawatir apakah pekerjaan ini akan sukses atau tidak. Jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan orang lain. Bebaskan dirimu untuk mewujudkan ide kreatif.


Arti Cinta

Orang yang diwakili oleh kartu ini dapat menjadi orang yang penuh kasih dan perhatian, memiliki keamanan finansial atau menghargai hal-hal yang indah dan menghibur. Terkadang, Permaisuri dapat menunjukkan cinta dan pekerjaan yang datang bersama, baik dengan rekan kerja, atau mungkin usaha bisnis baru.

Dalam hal hubungan, kartu ini juga menandai hubungan yang stabil, serius, dan berkomitmen. Karena kartu itu juga mewakili keibuan, terkadang itu juga bisa menandakan pernikahan atau kehamilan, atau setidaknya keluarga baru, dalam bentuk apa pun yang berarti bagi kamu.


Arti Karir

Karir sedang baik saat ini atau mengalami peningkatan. Kamu mungkin lebih kreatif dan bersemangat dari biasanya, dan menggunakan semua ide untuk bekerja. Tempat kerja terasa menyenangkan dan nyaman.

Kamu juga mungkin sedang berusaha membuat kantor yang lebih harmonis dan ramah, baik itu berarti mendukung rekan kerja, atau menciptakan suasana yang nyaman.


Keuangan

The Empress berari keuangan berlimpah, sehingga kartu ini dapat menunjukkan situasi keuangan yang stabil. Kamu mungkin juga sedang melakukan amal atau menggunakan uang untuk hal-hal yang baik.

Makna Kartu Tarot The Empress

by on March 12, 2021
Kata Kunci Tegak:  Ilahi feminin, sensualitas, kesuburan, pengasuhan, kreativitas, keindahan, kelimpahan, ketidakamanan alam. Kata Kunci Ter...

Seninan di Rumah Maguwo selalu bermakna. Ada saja hal unik yang terjadi. Kali ini juga, setelah meditasi bersama Mas Rangga lalu ditutup dengan soundbath bersama Bu Janti. Hal lucu terjadi, dan pasti bukan kebetulan.

Sesi pertama adalah meditasi rasa raga bareng mas Rangga. Meditasi rasa raga adalah meditasi untuk menelisik seluruh tubuh. Ada dua sesi meditasi yang kami lakukan. Pertama sesi untuk menjadi lebih tenang. Bagian pertama ini rasanya benar-benar nyaman. Setelah beberapa hari rasanya berat dan gak fokus buat meditasi sendiri.

Gentarasa Foto from Instagram @rumahmaguwo

Sesi kedua adalah meditasi dengan menelusuri setiap bagian tubuh. Semuanya tanpa terkecuali. Menyapa bagian-bagian tubuh yang setiap hari selalu membersamai tapi sering terlupakan. Menyapa kepala, leher, lengan, jari-jari hingga kaki.

Setiap orang bisa saja merasakan sensasi yang berbeda. Mungkin ada yang terasa sakit, kaku, panas bahkan mati rasa. Aku sendiri pas sampai ke tubuh bagian kanan rasanya berat banget di pundak. Kayak badanku berat sebelah.

Tapi ya udah, kata mas Rangga amati saja dan sadari setiap rasa yang muncul. Jadi ingat sholat Dhuha ya buat muslim. Kan sholat ini bisa digunakan untuk sedekah setiap persendian. Nah, mirip-mirip sih menurutku. Intinya kita menyadari dengan detail bagian-bagian tubuh. Gak cuma butuh disedekahin, tapi juga bakalan seneng kalau dapat ucapan terimakasih dan perhatian.
Kalau gak salah ini bisa melatih kepekaan juga untuk seluruh tubuh.

Sesi kedua soundbath bareng Bu Janti. Dari denting pertama udah kerasa banget vibrasinya di kepala, menjalar ke seluruh tubuh. Seiring dengan bergantinya singing bawl yang digunakan. Rasanya tuh geli-geli gimana gitu dan kayak getaran suaranya tuh masuk ke dalam tubuh. Telinga berdenging juga.

Menyenangkan sih sebenarnya. Aku suka soundbath dan paling favorit memang singing bawl dan flut. Kalau live getarannya terasa banget. Sampek badan tuh masih gemeteran meski sesi soundbathnya udah selesai.

Foto bareng Foto dari @rumahmaguwo

Kejadian unik kali ini adalah, aku pakai gelang tenun. Pakainya ditali donk di tangan. Ikatannya lepas. Gak cuma gelang, jilbab yang kutali ke belakang juga ikatannya lepas. Bahkan scraft di tasku ikatannya juga lepas. Padahal tasku lumayan jaraknya di kursi. Lagian kita juga dari tadi cuma duduk meditasi dan dengerin soundbath sambil tiduran. Ikatan gelang sama jilbabku sampek lepas.

Lalu, pas seninan badan tuh rasanya gak enak. Mau flu gitu. Habis seninan sembuh. Udah gak bersin dan batuk-batuk lagi. Sehat dan hati damai lah rasanya.

Oya, soal sembuh tanpa obat ini, pernah aku sakit telinga. Gak tahu kenapa, belum pernah sebelumnya. Terus aku sembuh setelah dikasih obat sama  healer pohon. Seorang mbak yang empathy pohon bilang emang bisa gitu. Nah, percaya gak sih? Aku punya beragam cerita soal makhluk-makhluk hutan. Tapi memang kayak dunia fantasi.

Balik lagi ke seninan. Sampai kosan aku berfikir, apa sih yang harus ku letting go kok ya tandanya keras banget. Apa sih PR yang belum selesai?? Mikir banget aku tuh. Sampai seminggu kemudian, aku mendapat informasi yang bikin aku sadar. Sesuatu yang salah terjadi.

Aku pun dapat info itu dari orang yang gak sengaja kenal. Amazing banget cara Tuhan dan semesta alam ngasih info. Rasanya kayak tamparan keras untuk sadar.

Aku bakal ceritakan soal pesan semesta dan intuisi di tulisan selanjutnya. Apa artinya bagiku dan seberapa intensnya pesan-pesan random itu muncul. Kepanjangan kalau sekalian cerita.



Menilik album kehidupan menjadi tema Seninan kali ini. Sebagai pengantar untuk album baru 2020. Kami diajak untuk kembali menilik masa lalu, kembali ke masa kini dan merencanakan masa depan lewat jendela gambar-gambar.

Metode yang digunakan namanya Visual Art Therapy Points of You dipandu oleh Ibu Hendri Wijayatsih. Ini pertama kalinya bagiku pakai metode ini.

Seninan Rumah Maguwo (Instagram @rumahmaguwo


 Pertama kita duduk melingkari kartu-kartu Points of You  yang di tata di tengah ruangan. Ada tiga macam kartu yang ditata. Kartu wajah hitam putih, kartu berawarna, dan kartu berwarna yang ada tulisannya.

Bu Hendri membagikan secarik kertas berisi tiga kolom. Kita diminta untuk mengisikan satu fokus saja sebagai judul. Misalnya fokus studi, pekerjaan, asmara, dan lain sebagainya. Bebas sesuka hati.

Di kolom pertama isinya mengenai refleksi apa saja yang sudah dialami atau terjadi di masa lalu. Kolom kedua isinya apa yang dirasakan atau tentang keadaan saat ini. Untuk membantu proses refleksi kita diminta mengambil tiga kartu Points of You untuk kolom pertama dan kedua.



Kolom ketiga isinya apa yang akan dilakukan ke depannya. Tapi cara ambil kartunya beda. Setiap orang mengambil satu kartu lalu diberikan secara acak kepada peserta lain. Kalau masih belum puas dengan kartu yang dikasih sama temen, boleh ambil satu kartu lagi.

Terakhir, Bu Hendri membagikan satu kartu Points of You yang isinya pertanyaan.

Ini adalah kartu Points of You yang aku ambil.


Fokus yang aku pilih adalah tentang perjalanan yang sedari awal aku niatkan. Aku prediksi juga kemungkinan akibat yang akan timbul. Perjalanan yang membawa banyak perubahan.

Tiga kartu pertama ada rangkuman masa lalu 2019, tiga kartu di bawahnya gambaran saat ini dan dua kartu berikutnya adalah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Surprise banget dikasih teman, random, dapatnya kartu bertuliskan ‘bersalah’.

Iya aku memang tidak menyesali semua yang telah terjadi dalam perjalanan 2019. Aku tahu resiko dan sebab akibatnya. Hanya saja, jauh di dalam lubuk hati (heya…) aku juga merasa bersalah. Demi mendapatkan apa yang aku inginkan ada hal-hal yang harus dilepaskan, waktu yang aku gunakan untuk mencari membuatku melewatkan kesempatan. Itu harus mulai kubayar tahun 2020 ini. Rasa bersalah yang coba aku pendam eh malah terpampang nyata lewat kartu.

Berat sekali sesi ini ya Tuhan.. hehe..

Kartu kedua yang kuambil tulisannya ‘kreativitas’. Aku sering banget dapet kartu model begini. Memang yang harus aku kembangkan adalah membuat karya dengan kreativitas. Melahirkan apa-apa yang belum sempat dilanjutkan.

Astaga, cocok benar ini kartu-kartunya.

Lalu kartu terakhir bikin lebih surprise lagi. 

“Apa yang aku harapkan dari diriku?”

Pas banget malam sebelumnya aku ngobrol sama diri sendiri sebelum tidur. Bertanya pada diriku:

“Sebenarnya Wardha itu kayak apa sih orangnya?”

“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”

“Apa yang ingin kamu raih, diriku?”

Dan pertanyaan-pertanyaan refleksi lainnya. Rasanya pertanyaan pas seninan jadi pamungkas.
Bagiku hidup sangat dinamis. Sekarang begini, la kalau besok Tuhan minta aku pindah jalur kan juga belum tahu. Ya harus Siap Tuhan! Dengan nego-nego lah dikit kalau susah… hehe…

Kartu favoritku

Sesi terakhir adalah membuat poin-poin apa yang akan dilakukan dalam waktu 24 jam, satu minggu dan satu bulan.

Aku suka Visual Art Therapy Points of You ini, selain menggambar ternyata main foto asyik juga. Ya sama sih kayak kartu Tarot. Gambar-gambar itu, secara tidak kebetulan membentuk cerita. Bahkan mengulik bagian terdalam dari pikiran dan perasaan. Menguak memori yang disimpan dan disembunyikan.

Penasaran kan kok bisa? Kok bisa? Nanti ya kita bahas di lain sesi (kalau ingat)



Lingkar rasa kali ini spesial banget. Rumah Maguwo menjadi rumah bagi jiwa yang sudah lama merasa berjalan sendiri. Untuk pikiran-pikiran yang lelah dan hati yang mungkin terlalu banyak diam dan memendam.

Resonance 2019 Rumah Maguwo

Resonance 2019 tidak hanya sekadar menulis poin-poin resolusi 2020. Lebih dari itu, menyelami apa yang setahun dikubur. Menghadirkannya kembali kepermukaan. Lalu memaafkan.. Ya, memaafkan diri sendiri juga perlu keberanian besar. Mengobrak-abrik rasa tak nyaman yang terpendam butuh keteguhan.

Daun Dala

Sesi pertama bersama mbak Plap dengan daun dala dan bungkus teh.

Pertama daun dala digambar atau ditulis dengan apa-apa yang belum sempat disampaikan. Apa yang belum sempat terucapkan. Aku menyampaikan pesan kepada seseorang. Orang yang paling berharga dalam hidupku. Pesan penuh kasih yang rasanya terlalu malu untuk aku ucapkan langsung. Semoga sampai ya.. Kalau kantong tehnya, boleh digambar atau ditulisi dengan pesan untuk diri sendiri. Ada beberapa hal yang ingin kembali aku sampaikan pada diriku.

Selesai menggambar, semuanya berpasangan. Sesi pertama menceritakan pesan apa yang ditulis di daun. Tapi disampaikan cukup dengan bergumam aja. Tenang, rahasia terjaga. Nah, kalau yang di bungkus teh diceritakan dengan jelas sama partner ceritanya.

Aku menggambar angkasa dengan bintang-bintang, planet dan komet. Kometnya sih hiasan aja. Heuheu… Sama bunga mawar berduri. Aku ingin kembali mengingatkan pada diriku bahwa,
Setiap jiwa layaknya bintang-bintang yang punya cahaya sendiri. Tidak perlu membandingkan dan ingin menjadi lebih baik dari siapa-siapa. Tetaplah bercahaya di angkasa luas. Juga menjadi seperti bunga mawar. Tumbuh mekar dan memberikan keindahan pada sekitar. Namun juga kuat punya duri sendiri. Gitu sih. Kurasa, hidup lebih damai tanpa perbandingan. Menerima saja semua yang diciptakanNya.

Jurnaling Palka Kreatif

Sesi kedua, belajar jurnaling tipis-tipis. Mencicipi bagaimana jurnaling yang sesungguhnya. Bukan hanya curhat ala buku diary. Spesial dapet notebook Palka. Bagus banget ini. Sesi kali ini sama Bu Janti. Pertama selama kurang lebih lima menit, kita menulis apa saja yang patut disyukuri di tahun 2019 ini. Banyak deh daftarnya. Selesai membuat daftar, kita diminta sharing dengan dengan teman. Membentuk kelompok tiga orang.




Menulis surat untuk diri sendiri. “Aku memaafkan diriku untuk….”.  Bagian ini kuulangi lagi di kosan. Menyita waktuku seharian, bahkan lebih. Tidak ke mana-mana. Hanya mengobrak-abrik lebih dalam. Apapun yang tanpa sadar kusembunyikan. Semua rasa sakit, sedih, kecewa, dan sunyi dan semua yang tidak tertahankan. Berat sih.. tapi ini penting. Biar tidak menjadi penyakit dikemudian hari. Selesai, aku tutup dengan hadir kehadapan Tuhan. Datang dengan sebenar-benarnya diriku. 


Dengan semua kenakalan dan kejahatanku. Dengan semua topeng-topeng yang meski Tuhan tahu.
Ada juga sesi capturing momen dan refleksi satu decade. Lucu rasanya menengok diriku sepuluh tahun lalu. Gadis muda dengan cita-cita menggebu dan harapan-harapan. Tidak akan menyangkan kalau diakhir satu dekadenya, Tuhan berkata lain. Hiya..hiya… Ah, hidup semakin berwarna. Terimakasih Tuhan.. atas semua keajaiban.

Usai bergelut dengan diri, lanjut sesi hening bareng mas Rangga. Meditasi singkat untuk mengenali diri. Tenang membiarkan apa yag sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

Ditutup dengan soundbath dari Bu Janti. Kami tidur melingkar dan mendengarkan singing bowl dan merasakan getarannya. Nyaman.. sangat nyaman. Salah satu bunyi kesukaanku. Singging bowl.

Ditutup dengan makan bersama. Masakan sehat dari Bu janti. Senangnya...







Ada tujuh pusat energi utama dalam tubuh yang dikenal sebagai Chakra.

Pengertian dasar chakra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "roda". Oleh karena itu, chakra seperti pusaran roda berputar yang berputar dalam gerakan melingkar membentuk ruang hampa di pusat energi.

Masing-masing dari tujuh chakra utama terhubung ke organ, kelenjar dan sistem tubuh tertentu dan setiap chakra terhubung ke frekuensi getaran warna. Chakra mampu membentuk hubungan dengan getaran warna, sinar ultra-violet, radio atau gelombang mikro, atau ke aura orang lain. Chakra memancarkan getaran energi serta menerima energi dari lingkungan, termasuk orang-orang yang berhubungan dengan kita.

Misalnya, suasana hati orang lain bisa mempengaruhi suasana hatimu.

7 chakra manusia
Pengertian dasar 7 chakra



Tujuh chakra utama terhubung dengan tingkat fisik, emosi, mental, dan spiritual. Setiap pusat energi chakra berada di sepanjang tulang belakang. Ada tujuh warna chakra: merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Ini adalah sinar cahaya yang terlihat. Matahari adalah sumber utama dan penyedia cahaya, panas, dan energi yang menopang semua bentuk kehidupan. Masing-masing sinar cahaya tampak memiliki panjang gelombang dan frekuensi getaran yang berbeda yang mempengaruhi kita secara berbeda.

Banyak fungsi tubuh merespons cahaya dan warna. Berbagai warna memengaruhi sistem chakra. Misalnya, merah memiliki panjang gelombang terpanjang dan frekuensi getaran paling lambat. Warna merah berhubungan dengan fungsi seksual dan hangat. Violet, di sisi lain, memiliki panjang gelombang terpendek dan frekuensi tercepat dan memiliki efek dingin dan menenangkan pada kita. Ketika kita melihat warna dan diproses melalui otak, hormon ini mengeluarkan hormon ke berbagai bagian tubuh yang kemudian berdampak pada suasana hati kita.

Kita membutuhkan energi cahaya untuk menyehatkan otak, emosi, dan chakra. Kita dapat menerima warna dan cahaya melalui kulit, napas, makanan berwarna, herbal, vitamin, aromaterapi, suara, mineral, pakaian, dekorasi, dan mandi warna.

Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa chakra menjadi tidak seimbang karena racun dan kotoran lainnya, yang meliputi pikiran negatif, peningkatan bahan kimia dalam makanan kita dan faktor lingkungan buruk lainnya.

Macam-Macam Chakra:


Chakra mahkota

Warna putih atau violet
Note musik: B
Pengaruhi Tubuh Fisik: menghidupkan otak bagian atas (otak besar)
Batu permata: berlian, turmalin putih, batu giok putih, kuarsa bersalju, dan Celestite
Atribut: kesadaran spiritual tertinggi, ekspresi pribadi, koneksi ke sumber cinta, Hubungan Tuhan, kebijaksanaan dan pengertian ilahi, spirtualitas, memberi kita persepsi langsung dan absolut tentang realitas pada sistem saraf pusat kita.
Penyumbatan: dapat bermanifestasi sebagai masalah emosional, perasaan teralienasi dan penghukuman
Terlalu terbuka: psikotik, depresi, frustrasi
Minyak atsiri: mawar, melati


Chakra Mata Ketiga

Warna: Indigo (ungu tua)
Note musik: A
Pengaruhi tubuh fisik: kelenjar hipofisis, kelenjar pineal, mata kiri, hidung, telinga
Batu permata: batu kecubung, Apatite ungu, Azurite, Kalsit, mutiara, safir, biru dan putih
Atribut: intuisi, kesadaran, kebijaksanaan batin, kewaskitaan, imajinasi, kemampuan untuk memahami kebenaran di dunia, menganalisis, berpikir, dan bernalar; ketenangan pikiran, pengampunan
Penyumbatan: dapat bermanifestasi sebagai masalah sinus dan mata, ingin mengendalikan orang lain, egois
Terlalu terbuka: ketidaksabaran dan otoriter
Minyak atsiri: lavender, vanilla, chamomile, neroli, ylang ylang (alkohol dan tembakau akan merusak chakra ini)


Chakra Tenggorokan

Warna: biru langit
Note musik: D
Pengaruhi tubuh fisik: tiroid, paratiroid, hipotalamus, tenggorokan, mulut
Batu permata dan kristal: Lapis, Lazuli, aquamarine, sodalite, pirus, safir
Atribut: terkait langsung dengan kreativitas, komunikasi, suara, logika dan alasan, kebenaran, kelemahlembutan, kebaikan, keandalan
Penyumbatan: radang tenggorokan atau sakit tenggorokan, blok kreatif atau masalah umum berkomunikasi dengan orang lain; kekakuan, prasangka, dan ketidakmampuan untuk menerima pandangan orang lain
Terlalu terbuka: Terlalu banyak bicara, sombong, sok benar
Minyak Atsiri: geranium, kemenyan, cemara, pohon teh, dan lavender


Chakra Jantung

Warna: Hijau Cerah
Note musik: F
Tubuh fisik mempengaruhi: jantung, kelenjar timus, sistem peredaran darah, lengan, tangan, paru-paru
Batu Permata dan Kristal: Zamrud, Kalsit Hijau, Amber, Azurit, Chrysoberyl, giok, mawar, dan turmalin semangka
Atribut: kemampuan mengekspresikan cinta untuk diri sendiri dan orang lain, kasih sayang dan intuisi, cinta tanpa syarat, keseimbangan, penerimaan, kepuasan, kesatuan dengan kehidupan; ketika seimbang semua kekhawatiran, keraguan, dan ketakutan kita hancur
Penyumbatan: sistem kekebalan atau masalah jantung, kurangnya kasih sayang, penindasan terhadap orang lain dan bahkan diri sendiri, ketakutan dan kemarahan, perasaan mandek dan takut membiarkan hal-hal baru terwujud; merasa tidak layak, mengasihani diri sendiri dan takut ditolak
Terlalu terbuka: posesif.
Minyak Atsiri: (yang berasal dari daun) peppermint, eucalyptus, rosemary, pettigrain, lavender

7 chakra manusia
Letak chakra pada tubuh

Chakra solar plexsus

Warna: kuning
Note musik: E
Pengaruhi Tubuh Fisik: pankreas, adrenal, lambung, hati, kandung empedu, sistem saraf, otot
Batu Permata dan Kristal: Citrine Kuning, apatit, kalsit, kunzit, kuarsa mawar, pirit besi, topas, perunggu
Atribut: kemauan, otonomi, tekad, penegasan, kekuatan pribadi, tujuan dan penglihatan, kontrol diri, humor, tawa. Menjaga agar pusat ini seimbang membantu Anda menyingkirkan kebiasaan malas, kasar, dan apa pun yang memperbudak kita.
Penyumbatan: rasa viktimisasi, ketidakmampuan untuk memanifestasikan, takut sendirian
Terlalu terbuka: menghakimi, gila kerja, kurang humor, marah, perilaku adiktif
Minyak Atsiri: (yang berasal dari buah-buahan): jeruk, lemon, jeruk nipis, jeruk bali, lavender, chamomile


Chakra Sakral

Warna: merah-oranye
Note musik: D
Fungsi: kelahiran, asimilasi makanan, seksualitas
Tubuh fisik mempengaruhi: ovarium, testis, prostat, alat kelamin, limpa, rahim, kandung kemih.
Atribut: berkaitan dengan kapasitas seksual dan reproduksi, vitalitas dan seksualitas, emosi, keinginan, kesenangan, perubahan, kesehatan, keluarga, toleransi, penyerahan diri
Batu permata dan kristal: Amber, citrine, topaz, aventurine, moonstone, jasper
Penyumbatan: masalah emosional, rasa bersalah secara seksual, nafsu dan emosi dasar tidak stabil. Ketika chakra ini tidak seimbang memungkinkan penyakit seperti diabetes atau kanker darah.
Terlalu Terbuka: Kecanduan seksual, manipulatif, dan perilaku berlebihan
Essential Oils: (yang berasal dari biji): rempah-rempah dan rempah-rempah seperti jintan, adas, ketumbar, sage, clary sage, marjoram


Root Chakra

Lokasi: di belakang tulang sakrum (di sinilah kundalini berada)
Warna merah
Note musik: C
Fungsi: vitalitas bagi tubuh fisik (kekuatan hidup)
Batu Permata dan Kristal: Kuarsa berasap, garnet, alexandrite, ruby, agate, bloodstone, onyx, mata harimau, kuarsa mawar, hematit (magnet)
Mempengaruhi tubuh fisik: adrenal, ginjal, tulang belakang, usus besar, kaki, tulang
Aspek: naluri bertahan hidup, citra diri yang baik, dan kemampuan kita untuk mendasarkan diri pada dunia fisik, kesuksesan materi, stabilitas, individualitas, keberanian dan kesabaran; aspek utama adalah kepolosan, kepolosan ini memberi kita martabat, keseimbangan, arah dan tujuan hidup yang luar biasa.
Penyumbatan: paranoia, rasa tidak aman, dan perasaan tidak tersentuh oleh gravitasi
Terlalu Terbuka: tidak jujur, bullying, hiperaktif, defensif
Minyak atsiri: (yang berasal dari akar atau batang): juniper, kemenyan, cendana, kayu cedar, vetiver, pohon teh, rosewood



Saat ini, kartu tarort tersedia untuk dibeli dalam ratusan desain yang berbeda. Ada dek Tarot untuk hampir semua praktisi. Beragam jenis kartu tarot memiliki gambar dan cara intrepretasi sendiri.

Sejarah kartu tarot kemungkinan berasal dari Italia utara pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Set tertua yang masih hidup, dikenal dengan sebutan Dek Visconti-Sforza. Diciptakan untuk keluarga Duke of Milan sekitar tahun 1440. Kartu-kartu itu digunakan untuk memainkan permainan yang dikenal sebagai tarocchi. Permainan yang dulu terkenal di kalangan bangsawan dan untuk mengisi waktu luang.

Kartu tarot ramalan
Kartu Tarot White Deck (cosmopolitan.com)


Tema gambarnya mirip dengan apa yang masih kita gunakan sampai sekarang. Ada tongkat, cakram atau koin, gelas, dan pedang. Setelah satu atau dua dekade menggunakan ini, pada pertengahan 1400-an, seniman Italia mulai melukis kartu tambahan, banyak ilustrasi, untuk ditambahkan ke dalam kartu tarot. Anggota kaum bangsawan akan menugaskan seniman untuk membuat set kartu mereka sendiri. Menampilkan anggota keluarga dan teman sebagai kartu kemenangan.

Dalam sejarah kartu tarot, karena tidak semua orang mampu menyewa pelukis untuk membuat satu set kartu untuk mereka, selama beberapa abad, kartu khusus adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh segelintir orang yang memiliki hak istimewa. Hingga akhirnya ditemukan mesin cetak dan kartu arot banyak diproduksi dengan biaya yang lebih murah.

Menurut sejarawan tarot Gertrude Moakley, gambar-gambar fantastis kartu itu diinspirasi oleh tokoh-tokoh berkostum yang berpartisipasi dalam parade karnaval. Permainan tarocchi akhirnya menyebar ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk Prancis selatan. Di Prancis ini kemudian namanya berganti menjadi tarot.

Sejarah kartu tarot tidak dianggap mistis sampai akhir abad ke-18, ketika okultisme menjadi populer. Seorang pria bernama Antoine Court de Gébelin menulis sebuah buku populer yang menghubungkan kartu-kartu dengan pengetahuan Mesir kuno. Menulis bahwa simbol-simbol tarot berisi kebijaksanaan rahasia dewa yang disebut Thoth. Pada waktu yang sama, Jean-Baptiste Alliette, yang menulis dengan nama samaran Etteilla, menerbitkan risalah tentang penggunaan kartu tarot sebagai alat ramalan.

Sejarah Kartu Tarot
Sejarah Kartu Tarot (kickstarter.com)

Popularitas kartu tarot berkembang seiring dengan pertumbuhan okultisme di Eropa. Penulis Perancis Eliphas Lévi mempopulerkan gagasan bahwa simbol-simbol tarot entah bagaimana terhubung dengan abjad Ibrani. Otomatis berhubungan juga dengan tradisi mistis kabbalah Yahudi. Dalam buku the pulpy book Tarot of the Bohemians, mengarang anggapan bahwa kartu tarot adalah penemuan Gipsi. (Pada saat itu, orang Gipsi diyakini berasal dari Mesir, yang oleh banyak orang Eropa abad ke-19 dianggap sebagai tempat lahirnya pengetahuan manusia.)

Kelompok-kelompok mistik seperti Theosophical Society dan Rosicrucian mengubah tarot menjadi gaya Amerika selama awal 1900-an. Berdasarkan sejarah kartu tarot, banyak praktisi tarot Amerika menggunakan satu set kartu yang dikenal sebagai dek Waite-Smith, dibuat pada tahun 1909 oleh A.E. Waite, seorang anggota Inggris dari Ordo Hermetik Golden Dawn, dan seniman Pamela Colman Smith. Dek populer lainnya, Book of Thoth, dikembangkan oleh Aleister Crowley.

Meskipun metode membaca Tarot telah berubah selama bertahun-tahun, dan banyak pembaca mengadopsi gaya unik mereka sendiri dengan makna tata letak tradisional, secara umum, kartu itu sendiri belum banyak berubah. Mari kita lihat beberapa deck awal kartu Tarot, dan sejarah bagaimana kartu ini digunakan lebih dari sekadar permainan ruang tamu.











Akupun tipe yang tidak mudah menceritakan permasalahan pribadi kepada orang lain. Ya kalau bisa diselesaikan sendiri, udah kerjain sendiri aja. Tapi kalau kulihat, ada pola berulang dalam lingkaran pertemananku. Selalu akan ada satu orang yang paling dekat, sudah berganti beberapa kali, seiring dengan perubahan dalam hidupku.  Tapi selalu ada satu orang yang akan aku tuju ketika aku gak ngerti lagi, atau aku butuh mengekspresikan sesuatu pada orang lain.

Ya.. kita sama tahu lah, pendamping paling bisa diandalkan adalah Tuhan. Wong kita belum ngomong aja sebenarnya Beliau sudah sangat paham. Beliau juga Maha Mendengar, mau berkeluh kesah apa saja bisa, pakai bahasa apa saja paham. Tapi tidak dipungkiri, tetap membutuhkan seseorang yang bisa langsung dilihat dan didengar, diajak makan dan jalan. Apalagi kalau pas lemah iman, gak bisa peka dengan jawaban Tuhan yang halus dan lembut. Gak peka sama kode Beliau.

Salah satu tempat yang bisa kamu tuju adalah keluarga, orang tua, terutama ibu yang bisa tahu keadaan kita meski belum ngomong apa-apa. Keluarga adalah tempat kembali yang menerima kita apa adanya. Apapun masalahnya. Mungkin kamu gak terbiasa, tapi cobalah. Ketika merasa sendirian, pulang atau menceritakannya pada keluarga.

Memang tidak semua orang punya keluarga yang dekat dan hangat. Ada yang tidak terbiasa terbuka dengan keluarganya, ada yang gayanya cuek aja, ada pula yang justru keluarga adalah sumber masalah. Banyak juga yang tidak punya rumah yang nyaman, rumah menjelma menjadi neraka yang menyesakkan.

Coba ingat-ingat, kamu masih punya teman. Seseorang yang bisa dipercaya. Bagi mereka yang ekstrovert bisa lebih mudah menceritakan apa saja sama temannya. Hanya, jangan sembarang bercerita pada random person. Pastika dia adalah orang yang bisa dipercaya. Nah, kalau tipe introvert yang memang sejak DNA susah ngomong sama orang gimana dong? Satu orang saja cukup, satu orang yang membuatmu nyaman dan menerimamu sebagaimana kamu.

Bagaimana kalau kamu gak nemu siapa-siapa dan gak tahu lagi, gak ada teman, benar-benar sendirian??
Balik ke Tuhan, mintalah seorang teman. Kalau belum ada? Tetaplah yakin dan bersabar. Yakinlah kamu akan menemukan orang-orang yang tepat. Mereka yang baik dan mengerti, tanpa ingin timbal balik. Udah sebulan, tiga bulan kok masih ngerasa sendirian?
Oke, jadikan Tuhan yang utama dan pertama. Selalu seperti itu, hingga kalau kamu sudah punya teman manusia, gak lupa padaNya.



Aku juga pernah merasa sendirian, tapi karena aku aja yang gak peka dengan orang-orang baik disekitarku. Aku aja yang keras kepala terlalu egois untuk menunjukkan bahwa aku lemah. Aku aja yang penakut untuk memulai. Lalu serta merta merasa bahwa “Gak ada yang mengerti.” . Halah… drama banget. hehe…

Setelah mengakui bahwa aku membutuhkan orang lain, banyak orang yang datang. Mereka yang bisa mengerti dengan mudah situasiku. Aku menyebut mereka keluarga jiwa. Para angel baik hati yang mencerahkan hdupku. Sekarang aku tahu, siapa yang akan kuhubungi kalau mimpi buruk, kalau lagi galau, kalau lagi takut, menceritakan hal-hal yang aneh dan absurd sekalipun. Ketika kamu percaya kamu gak sendirian, maka itu akan benar-benar terjadi.

Terimakasih untuk orang-orang baik tanpa pamrih dalam hidupku.

NB.

Sefruit ucapan, biar kau senang hari ini Jo. Teman menghadapi kegelapan dan aneka kesulitan.

Hei, Jo semoga kau tidak bosan menerima deretan voice note dariku. Aku juga suka dengan curhatan panjang lebar macam novel yang kau kirim. Kau tahu, sudah sejak lama caramu menghadapi hidup itu menguatkanku. Aku merasa kita mengalami hal yang mirip, tapi kalau kau itu ekspresif, lebih jujur dengan pikiran dan perasaanmu. Bisa mengkomunikasikannya dengan baik. Bagiku yang sebaliknya, kemampuanmu itu impresif. Lalu kau bilang, apa yang aku lakukan juga membuatmu bersemangat dan terinspirasi. Alhamdulillah ya Jo, kita sama-sama berguna. hehe…

Terimakasih untuk mulai berbicara denganku, meski kau sempat marah waktu itu. ahaha… bukankah kita belajar benyak tentang tata cara berkomunikasi sekarang? Yah.. aku sih.. belajar banyak darimu.

Tahu tidak, nama Paijo itu pertama kali kuberikan pada kucing di salah satu kebun besar Jogja. Kucingnya macho Jo, kayaknya suka olahraga. Macam kau itu, tapi kalau kau tetap tipe-tipe anak manis. hehe…  Oh.. kamu akan tampak maskulin dihadapanku kalau beliin aku es krim atau balon sabun. Nah, itu momen di mana aku melihat sisi maskulinmu. Ahahaha….

Oh, iya satu lagi, juga pas kau mampu menceritakan satu isi buku.
Kau boleh panggil aku apa deh, Jon/Bude/bi Surti.. asal pas kau panggil aku Dha ga salah. Harus pakai H Jo, Wardha pakai H!



Sudah mencoba damai.. tapi sedih lagi

Seorang kawan dua bulan lalu bertanya padaku, “Bagaimana ya melepas masa lalu yang kelam?”
Ternyata dia punya masalah yang beruntun dan itu berat. Masalah demi masalah bertubi-tubi sempat membuatnya semakin terpuruk dan hilang arah.

Sekarang dia jauh lebih baik, tapi masih memendam rasa sakit.

Lalu beberapa waktu lalu kawan lain bertanya, “Kenapa sih aku sedih lagi? Down lagi? Begini lagi?” Padahal sudah berusaha damai dan beberapa ini berhasil damai.

Hmmm… rumit ya.. mungkin sekarang kamu juga punya masalah yang gak kelar-kelar, bikin capek, atau memendam perasaan negatif. Kecewa, marah, sedih, takut dan sebagainya.

Aku sendiri tidak pernah lepas dari masalah kok. Siapa sih yang gak punya masalah kan ya?

Mari kita membahas beberapa pertanyaan yang sering muncul.



1. Kapan semua ini akan berakhir?


Hanya Tuhan yang tahu. (Ngeselin ya? hehe). Sulit untuk memprediksi kapan masalah akan selesai. Apalagi masalah besar yang kompleks nan rumit. Broken home, kisah cinta yang ditentang orang tua, terlilit hutang karena bangkrut dan sebagainya.

Masalah adalah ujian. Ujian apa yang akan kita terima hak prerogatif Tuhan. Beliau yang tahu ujian apa yang cocok. Toh dikasihnya juga sesuai kapasitas kok. Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Baik tidak akan iseng memberikan masalah hanya untuk menyusahkan hambanya.

Kalau lagi capek, mengeluh “Kenapa sih begini?” “Kapan sih selesainya?” “Apa sih maksudnya??” Ya tak apa.. manusia. Istirahat dulu..

Terus ganti fokus, daripada mikir kayak pertanyaan di atas mending mikir aja pelajaran apa yang dapat dipetik, hikmahnya apa dari moment ini.  Karena ujian ada agar kita bisa menemukan jawaban mengambil hikmah dan lulus.

Kalau dirasa oleh Tuhan,, oh… dia sudah banyak belajar. Bisa saja besok tiba-tiba selesai. Gak Cuma sama dosen, sama Tuhan juga rajin bimbingan biar sampai pada bab kesimpulan.

Terus ganti lagi… hehe…

2.       Bagaimana caranya melepaskan?

Iya.. sabar dan ikhlas itu belajarnya seumur hidup. Banyak levelnya… semakin banyak lulus ujian levelnya juga naik.

Sebagai manusia, ego menginginkan banyak hal. Aku pun begitu. Banyak maunya,, banyak yang mau digenggam. Padahal Cuma punya dua tangan.

Dari awal kita juga harus sadar, bahwa diri ini tidak punya apa-apa. Jadi juga tidak perlu mengikat materi sebagai hak milik. Semakin terikat semakin susah melepaskan.

Mudahkan yang begitu? Aww.. syusaaaaah sekaleeeeee…… hehe..

Sabar… berusaha terus.


3. Kenapa dia tidak begitu? Kenapa dia tidak paham? Tidak berubah?


Karena dia adalah jiwa lain yang tidak mungkin kamu tentukan jalannya dan kontrol perbuatannya. Setiap orang ada proses yang harus ia jalani, kamu juga.

Yang bisa kamu kendalikan adalah prosesmu sendiri. Ya sudah… fokuslah untuk menguatkan diri sendiri. Hingga kalau sudah kuat kamu bisa membantu orang lain. Tentu saja itu juga atas ijinNya, melaluimu dia berubah, dia paham, dia lebih baik.

Sekarang gak usah maksa-maksa,, nanti sakit sendiri.. gak enak. hehe


4. Aku ini payah ya?


Kalau kamu tidak menghargai dirimu sendiri, lalu siapa lagi? Kasihan loh dirimu. Udah berjuang, berdarah-darah, eh dibilang payah.

Dimaafkan, bilang terimakasih sudah menjalani semua hingga saat ini. Diajak jalan-jalan kek, dibelikan es krim, makan enak atau apalah yang dia suka.
Biar lebih kuat, biar besok semangat lagi.



Udah… gitu dulu aja biar gak berat..

Aku sempat bingung sama judulnya, mau bikin yang serius tapi gak ramah SEO, bikin judul receh kok malu sendiri,, ya udah lah ya.. semoga bermanfaat. hahahaha….

see you….




Image result for release fear
Unique Journey

Beberapa hari ini kau tiba-tiba sering mucul di mimpiku. Aku pura-pura bertanya kenapa, tapi jiwaku jelas bisa memaknainya jika kami mau sebentar saling jujur. Aku masih berbaring di tempat tidur. 

Kebiasaan baru akhir-akhir ini adalah berusaha keras mengingat mimpi. Dering pesan pribadi, pesan grup, telepon, semua kuabaikan. Aku sedang tidak mau bertemu siapa-siapa, atau membicarakan sesuatu dengan seseorang. Aku mau menghabiskan hari ini dengan diriku saja. Ada banyak sekali hal yang harus kami bicarakan. Banyak sekali, hingga rasanya seharian pun tak cukup.

Hari telah berganti, tapi yang ada di mimpi ya kau lagi, kau lagi. Ada apa ini? Bulan ini adalah bulan kita. Super Blod Moon yang indah. Mungkin saja energinya membangkitkan banyak hal yang terkubur sebagai masalalu. Tapi belum selesai.

“Tidak perlu bertanya lagi. Kita sudah membicarakannya kemarin” kata jiwaku dengan nyaring.
Sepertinya dia jadi tidak sabar denganku.

“Segera selesaikan!” katanya lagi dengan sangat tegas.

Baiklah.. sudah sejak lama aku ingin mengatakannya padamu. Pada semua yang kurasa harus tahu. Tapi aku ragu, ragu sekali apakah ini penting?

“Sangat penting!” ulang jiwaku lagi.

 Ah.. iya..iya.. kau berhasil membuyarkan ketakutanku. Aku menghela nafas panjang mencoba tenang dan berfikir jernih. Jernih diantara pikiran-pikiran liar yang menghantuiku. Mereka itu lebih merisaukan dari pada hantu. Meski aku belum pernah melihat hantu sungguhan.

“Hei fokus! Kenapa malah bicara tak penting?”

Duh.. sial.. apa kau tidak tahu betapa sulitnya ini bagiku? Bagaimana kalau ini tidak penting? Ah, betapa pengecutnya aku ini ya. Aku masih suka takut, masih. Kau tahu ini kan?
Aku menghela nafas, mencoba untuk tenang. Baiklah.. aku mulai. Ini adalah isi pikiran dan perasaanku untukmu.

Pertama aku ingin meminta maaf. Sungguh, aku sangat merasa bersalah. Merasa menjadi orang jahat, lebih tidak berperasaan dari Thanos yang tega menghapus sebagian kehidupan di bumi. Aku merasa berperan dalam menghapus harapan-harapan baikmu. Sangat tega dan terlalu beku untuk lebih peka. Waktu itu.. ya waktu itu.

Aku kembali memikirkan semuanya. Semua yang kau lakukan dan semua kebodohanku. Aku pastinya adalah bagian dari sumber rasa sakitmu. Meskipun ada bahagianya, pertemuan denganku. Tapi pasti juga banyak sakitnya. Aku sungguh-sungguh minta maaf. Rasa bersalah ini membelengguku dan membuatku sulit untuk melepaskanmu. Melepaskan ikatan karma. Menjadi masa lalu yang tidak selesai dan menghantuiku. Aku harus selesaikan, harus aku lepaskan.
Ada yang mau disampaikan juga oleh jiwaku. Langsung padamu. 
“Hei, bicaralah” kataku.

“Anak bodoh ini tidak pernah bisa melupakanmu. Sungguh. Aku pun tidak pernah menyimpan rasa benci dan amarah. Aku bersyukur, pertemuan denganmu adalah proses belajar yang sangat berharga. Sangat sangat berharga. Membuatku tumbuh dengan cepat. Karena kehadiranmu. Terimakasih.”

Sudah begitu saja? Gak ada kata yang lebih manis atau panjang begitu?

“Apa lagi? Apa yang aku sampaikan seharusnya bisa dengan mudah sampai juga ke jiwanya, jiwa yang damai itu.”

Satu hal itu yang aku sesali, semua tingkah buruk yang terlalu egois. Itu belum bisa aku lepaskan. Tentang bagaimana semua ini berakhir, aku tidak menyesal. Inilah yang terbaik. Pertemuan dan perpisahan dalam hidup adalah hal yang lumrah terjadi. Manusia hanyalah tokoh, semua ceritanya sudah ada dalam genggaman Tuhan. Kita jalani saja bagian masing-masing dengan menyimpan segala pelajaran. Aku berharap kau bisa sembuh total. Dari sisa masa lalu, aku juga. Aku sangat berharap kau memiliki kehidupan yang baik. Aku masih percaya kau kuat, sangat kuat dan bijaksana. Tak apa jika terjatuh, kau pasti bisa bangkit lagi.

“Hei, aku mau bicara lagi.”

Ah, iya silahkan. Aku sudah kehabisan kata-kata.

“Kisah pertemuan kita akan selalu abadi. Jiwa kita masih bisa terhubung melalui energi baik. Mengirimkan kasih sayang dan doa-doa untuk kebaikan bersama. Meskipun tidak pernah lagi bisa berjumpa. Mari lepaskan, murnikan energi negatif biar karmanya terputus. Bagi kita dan untuk kehidupan selanjutnya. Apa yang kamu lakukan sudah benar, sangat benar. Ketika aku gagal mengendalikan ego dan memaknai dengan benar. Aku telah belajar. Terimakasih.”

Baiklah.. bagian penutup. Proses pemahaman dan penerimaan panjang ini harus diakhiri. Akan selalu ada cinta untukmu. Pasti, tidak akan pernah hilang. Cinta yang membuatku memaafkan segalanya, cinta yang membuatku merasa bersalah, cinta yang membuatku selalu berterimakasih untukmu, cinta yang membuatku selalu ingin agar kau bahagia. Aku ingin mendengar kabar-kabar baik tentangmu. Mendengar kelahiran bayi lucu dalam keluargamu, melihat fotomu jalan-jalan satu keluarga, melihat senyuman kalian semua. Ingin sekali agar aku tenang dan bisa ikut berbahagia.


Image result for twinflame love

Mari kita melepaskan semuanya. Simpan saja pelajaran berharganya. Menerima kehidupan dengan penuh syukur. Menjalani kehidupan dengan kuat. Kita harus sangat kuat. Terimakasih… mungkin sejak awal kau merasa aku adalah twin flame mu, bagian jiwa yang seharusnya kau jaga. Aku merasa kau adalah soulmate bagiku, hadir menemani disaat aku sendirian. Apapun itu, kita tidak harus berakhir dengan union. Kita adalah jiwa utuh yang memiliki perjalanan masing-masing. Kita syukuri pertemuan ini. 

Selesai.

Untuk kalian yang saat ini masih merasa sakit dan bersedih
Untuk kalian yang masih berusaha keras untuk move on dari belenggu hubungan
Untuk kalian yang sedang meratapi pertemuan soulmate atau twin flame yang tidak berakhir dengan kebersamaan
Untuk semua hati yang meneteskan air mata karena rasa cinta

hem... sulit ya..
Memang, proses yang sulit.. tapi bertahanlah.. kamu pasti bisa. Kalian sudah tahu betul bahwa pertemuan dan perpisahan adalah hal lumrah di dunia. Tahu, tapi belum bisa benar-benar menerima, benar-benar iklhas. Perlu proses memang, bisa segera bisa panjang.

Tak apa.. ingatlah, kamu adalah jiwa yang utuh. Meski sendiri, kamu selalu utuh. Renungkan semua yang telah terjadi. Putar lagi film memori dengan pikiran yang jernih dan tenang. Bisa sholat dulu, meditasi, jalan-jalan, memanjakan diri atau apalah yang membuat dirimu senang. Putar film kenangan dengan berani. Berani untuk menghadapi segalanya.

Ambil semua pelajarannya. Lalu lepaskan sisa2 yang tidak menyenangkan. Dengan cara masing-masing. Minta maaf, bersih-bersih, merelakan, atau apa saja. Yang intinya adalah proses menerima dan melepaskan. Mari tidak menyakiti diri sendiri dengan menyimpan yang tidak seharusnya. Jangan.. cintailah dirimu. Hiduplah bahagia.

Related image

Hehe...

Day 5 #BPN30DayChallenge2018
Sosial Media

dprince4christ blog


Eksistensi adalah salah satu bentuk rasa lapar yang tak terhankan, bahkan bagi sebagian orang menjadi menu utama. Semakin banyak yang berlomba-lomba hingga sosial media menjadi penuh sesak dengan arus informasi umum dan tentang pribadi. Timeline instagram, status facebook, ratusan pesan di line dan whatsap, juga media sosial lainnya begitu menyita waktu. Seakan diri melebur lebih dalam lagi di kehidupan maya yang super cepat dan adiktif layaknya narkoba dan minuman keras. Senang dengan banyak like dan folowers, ingin lebih banyak lagi, lagi, dan lagi. Sedih ketika media sosial sepi tidak diminati lalu melakukan segala cara untuk kembali menjadi artis dunia maya. Ya.. ada yang sampai seperti itu.
Kehidupan buatan tidak sesuai dengan realita. Make up tebal di panggung sandiwara sosial media. Panggung sandiwara dunia saja sudah melelahkan, apalagi dunia maya internet? Banyak sekali energi dan waktu dicurahkan untuk itu. Semakin ketagihan semakin lupa dengan kehidupan sungguhan. Keluarga dan tetangga diabaikan, handphone selalu dalam genggaman dan pandangan.
Media sosial tidak hanya memiliki sisi kelam, semua fasilitas dan teknologi buatan manusia selalu menjadi pisau bermata dua. Selalu tergantung pada pengguna. Lalu tipe yang manakah kamu? Golongan yang mengalami ketergantungan atau golongan yang cerdas memanfaatkan?
Golongan yang cerdas memanfaatkan ini merupakan pribadi tanggung yang mandiri. Mereka yang tidak termakan oleh iming-iming eksistensi. Bisa jadi golongan ini sudah punya cukup rasa percaya pada diri sendiri, mengenal dan menghargai kehidupan pribadinya. Tidak haus dengan perhatian berupa folowers dan like. Meraka fokus dengan mimpi yang ingin diraih lalu menggunakan media sosial sekadar untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan informasi.
Sekali lagi ya, menyebarkan kebaikan dan memberikan informasi. Informasi ini meski sudah baik niatnya kadang masih saja tergelincir dengan hoax. Niat baikpun tidak cukup, harus ditambah lagi dengan hati-hati dan cerdas memilah. Kecepatan tangan tidak boleh melebihi kecepatan otak untuk berfikir dan hati yang merasa. Kuduanya harus jalan bersama, otak dan hati, logika dan rasa. Apakah informasi ini diperlukan dan benar lebih banyak manfaatnya ketika disebar? Apakah tidak akan ada pihak yang merasa disakiti dan tersinggung? Jangan sampai niat baik itu justru ternoda dengan satu orang saja yang merasa disakiti di luar sana lalu tidak memaafkan hingga akhir hidupnya. Iya kalau satu, kalau ternyata banyak? Hla malah nabung dosa. Dunia maya menjadi tabungan dosa.

https://id.pinterest.com
Aku sendiri, punya beberapa IG, Twitter, Line, Facebook, dan WA. Line dan Facebook sudah jarang digunakan cuma buat gabung page penting dan diskusi line, twitter buat posting kegiatan yang syaratnya harus post twittter (kalau blogger pasti tahu lah ya..) paling aktif di IG. Suka kalau dapat like dan folowers, masih manusiawi, kebanyakan buat liat meme dan video lucu. Dua hal yang bisa menyita banyak waktu juga sih.. hehe… Sepertinya akupun termasuk golongan yang ketagihan media sosial, setiap hari buka media sosial. Kadang bisa dikurangi kadang bisa keranjingan hingga berjam-jam buka awreceh, video kucing, drama media sosial dan akun-akun julid lainnya. Harus selalu bolak balik mengingatkan diri sendiri jangan sampai ketagihan akut.

Brainy Quote

Hal yang paling penting biar gak ketagihan akut adalah kita punya kepercayaan diri dan penerimaan untuk menjalani kehidupan. Punya tujuan yang jelas dan tidak perlu terlelu memperdulikan apa pendapat orang lain dan formalitas kehidupan sosial. Biar gak kebanyakan drama. Sudah.. kita jalani kehidupan dengan baik, memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin dengan meminimalisir dampak negatif bagi orang lain dan bentuk kehidupan lain meski samar dan tidak kentara, tidak terikat dengan dunia. Biar dunia berputar cepat, biar orang-orang berlaku aneh-aneh, toh kehidupan tetap berjalan meski kamu diam sekalipun. Diri tetap tenang berjalan hingga akhir.

SimpleReminders.com