Kuliah di Belanda, di Universitas Leiden!

/ April 28, 2024

Belanda merupakan salah satu negara maju yang juga menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan kuliah di berbagai jenjang, baik S-1, S-2, maupun S-3. Tidak hanya karena Belanda memiliki kedekatan dengan Indonesia melalui sejarah panjangnya di masa lalu, namun juga karena terdapat kampus-kampus top dunia dan kelebihan-kelebihan lainnya yang membuat Negeri Kincir Angin ini menjadi magnet tersendiri.



Sistem pendidikan di Belanda

Sebelum memutuskan untuk kuliah di Belanda, pastikan dan kenali dulu universitas dan program studi yang sesuai dengan minat kalian, juga yang tidak kalah pentingnya adalah memahami jenis dan tipe sistem pendidikan tinggi  yang ada di Belanda. Ada dua tipe sistem pendidikan di sana yatu:

  • Universitas Riset

Sesuai dengan nama jenis institusi pendidikan tinggi ini, sistem pendidikannya akan berfokus -pada penelitian-penelitian ilmiah. Universitas ini menawarkan program yang berorientasi riset di dalam sebuah lingkungan akademik.

Gelar yang akan yang ditawarkan dari jenis Universitas ini diantaranya Sarjana, Master, atau PhD. Walaupun penelitian ilmiah menjadi fokus utama, tapi bukan berarti karir nantinya hanya menjadi praktisi akademik,  tetapi tetap terbuka lebar untuk bisa menjadi pekerja profesional.

  • Universitas Ilmu Terapan

Universitas Ilmu Terapan akan menawarkan pendidikan kejuruan yang terfokus pada penerapan praktis dari seni hingga ilmu pengetahuan. Universitas jenis ini akan mempersiapkan para siswanya untuk berkarier dan siap terjun dalam dunia kerja. Jenjang pendidikan yang ditawarkan dari univeritas ilmu terapan ini adalah yaitu sarjana dan master.

 

Pertanyaan selanjutnya Universitas Leiden itu termasuk institusi pendidikan yang mana ya? Tentu saja, jawabannya adalah universitas riset. Mari kita kenali lebih dalam tentang universitas Leiden!

 

Universitas Leiden

 

Didirikan pada tahun 1575, merupakan salah satu universitas riset pertama di Belanda dan salah satu universitas paling bergengsi di dunia secara global . Universitas ini terus mempertahankan reputasi kelas dunia dalam bidang sains, humaniora, hukum, sosial, kedokteran dan program-program internasional lainnya.  Universitas Leiden tidak pernah berhenti berinovasi untuk terus memperkuat penelitian dan pengajarannya, oleh karena itu  universitas Leiden juga bekerja secara intensif dengan universitas mitra, yaitu Delft University of Technology dan Erasmus University Rotterdam, serta dengan universitas terkemuka di seluruh dunia.

Universitas Leiden memiliki tujuh fakultas dan lokasi kampus di dua kota yaitu  kota Leiden dan Den Haag. Bukan hanya kualitas pendidikan kelas dunia yang ditawarkan oleh Universitas Leiden, tetapi kota yang aman dan keindahan yang penuh sejarah juga bisa menjadi alasan yang kuat untuk memilih kuliah di sini.

Kampus Leiden

Leiden adalah kota kanal indah yang terletak 13 km dari pantai yang menjadi tempat kelahiran Rembrandt.  Kota ini terletak sangat strategis, dimana  hanya 20-40 menit dari kota-kota besar seperti Amsterdam, Den Haag, Rotterdam.

Di kota ini, kalian bisa menemukan fakultas hukum, humaniora, science, arkeologi, kedokteran dan juga perpustakaan Leiden yang terkenal memiliki koleksi lengkap tentang Asia.

Kota yang dikelilingi oleh kanal-kanal yang dibatasi oleh bangunan-bangunan abad ke-17 yang indah, museum-museum, menjadikan perpaduan untuk kuliah. Kalian bisa menikmati keindahan kotanya dengan bersepeda atau hanya dengan berjalan kaki setelah penat belajar.

Kampus Den Haag

Kampus kedua universitas Leiden, terletak di kota Den Haag.

Kampus ini sudah ada lebih dari 20 tahun dan menjadi bagian dari Universitas Leiden  bukan hanya menjadi bagian dari pendidikan tetapi juga sebagai pusat penelitian ilmiah. Terletak di empat gedung berbeda di pusat Den Haag, dengan menawarkan banyak program studi di berbagai bidang, diantaranya adalah bidang administrasi publik, hukum (internasional), keamanan, politik dan pemerintahan. Lokasi Wijnhaven, terletak di tengah pusat kota, adalah jantung Kampus Den Haag yang semarak dan sangat internasional.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi dan pendaftaran, jangan lupa kunjungi website kami.

Pastikan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum memulai melakukan pendaftaran dan wujukan impian kuliah di luar negeri, di universitas Leiden!

 

 

 




Belanda merupakan salah satu negara maju yang juga menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan kuliah di berbagai jenjang, baik S-1, S-2, maupun S-3. Tidak hanya karena Belanda memiliki kedekatan dengan Indonesia melalui sejarah panjangnya di masa lalu, namun juga karena terdapat kampus-kampus top dunia dan kelebihan-kelebihan lainnya yang membuat Negeri Kincir Angin ini menjadi magnet tersendiri.



Sistem pendidikan di Belanda

Sebelum memutuskan untuk kuliah di Belanda, pastikan dan kenali dulu universitas dan program studi yang sesuai dengan minat kalian, juga yang tidak kalah pentingnya adalah memahami jenis dan tipe sistem pendidikan tinggi  yang ada di Belanda. Ada dua tipe sistem pendidikan di sana yatu:

  • Universitas Riset

Sesuai dengan nama jenis institusi pendidikan tinggi ini, sistem pendidikannya akan berfokus -pada penelitian-penelitian ilmiah. Universitas ini menawarkan program yang berorientasi riset di dalam sebuah lingkungan akademik.

Gelar yang akan yang ditawarkan dari jenis Universitas ini diantaranya Sarjana, Master, atau PhD. Walaupun penelitian ilmiah menjadi fokus utama, tapi bukan berarti karir nantinya hanya menjadi praktisi akademik,  tetapi tetap terbuka lebar untuk bisa menjadi pekerja profesional.

  • Universitas Ilmu Terapan

Universitas Ilmu Terapan akan menawarkan pendidikan kejuruan yang terfokus pada penerapan praktis dari seni hingga ilmu pengetahuan. Universitas jenis ini akan mempersiapkan para siswanya untuk berkarier dan siap terjun dalam dunia kerja. Jenjang pendidikan yang ditawarkan dari univeritas ilmu terapan ini adalah yaitu sarjana dan master.

 

Pertanyaan selanjutnya Universitas Leiden itu termasuk institusi pendidikan yang mana ya? Tentu saja, jawabannya adalah universitas riset. Mari kita kenali lebih dalam tentang universitas Leiden!

 

Universitas Leiden

 

Didirikan pada tahun 1575, merupakan salah satu universitas riset pertama di Belanda dan salah satu universitas paling bergengsi di dunia secara global . Universitas ini terus mempertahankan reputasi kelas dunia dalam bidang sains, humaniora, hukum, sosial, kedokteran dan program-program internasional lainnya.  Universitas Leiden tidak pernah berhenti berinovasi untuk terus memperkuat penelitian dan pengajarannya, oleh karena itu  universitas Leiden juga bekerja secara intensif dengan universitas mitra, yaitu Delft University of Technology dan Erasmus University Rotterdam, serta dengan universitas terkemuka di seluruh dunia.

Universitas Leiden memiliki tujuh fakultas dan lokasi kampus di dua kota yaitu  kota Leiden dan Den Haag. Bukan hanya kualitas pendidikan kelas dunia yang ditawarkan oleh Universitas Leiden, tetapi kota yang aman dan keindahan yang penuh sejarah juga bisa menjadi alasan yang kuat untuk memilih kuliah di sini.

Kampus Leiden

Leiden adalah kota kanal indah yang terletak 13 km dari pantai yang menjadi tempat kelahiran Rembrandt.  Kota ini terletak sangat strategis, dimana  hanya 20-40 menit dari kota-kota besar seperti Amsterdam, Den Haag, Rotterdam.

Di kota ini, kalian bisa menemukan fakultas hukum, humaniora, science, arkeologi, kedokteran dan juga perpustakaan Leiden yang terkenal memiliki koleksi lengkap tentang Asia.

Kota yang dikelilingi oleh kanal-kanal yang dibatasi oleh bangunan-bangunan abad ke-17 yang indah, museum-museum, menjadikan perpaduan untuk kuliah. Kalian bisa menikmati keindahan kotanya dengan bersepeda atau hanya dengan berjalan kaki setelah penat belajar.

Kampus Den Haag

Kampus kedua universitas Leiden, terletak di kota Den Haag.

Kampus ini sudah ada lebih dari 20 tahun dan menjadi bagian dari Universitas Leiden  bukan hanya menjadi bagian dari pendidikan tetapi juga sebagai pusat penelitian ilmiah. Terletak di empat gedung berbeda di pusat Den Haag, dengan menawarkan banyak program studi di berbagai bidang, diantaranya adalah bidang administrasi publik, hukum (internasional), keamanan, politik dan pemerintahan. Lokasi Wijnhaven, terletak di tengah pusat kota, adalah jantung Kampus Den Haag yang semarak dan sangat internasional.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi dan pendaftaran, jangan lupa kunjungi website kami.

Pastikan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum memulai melakukan pendaftaran dan wujukan impian kuliah di luar negeri, di universitas Leiden!

 

 

 




Continue Reading

Fiksi merupakan produk dari sebuah kenyataan atau faktor yang turut membentuk kenyataan. Buku Cermin Poskolonial ini adalah salah satu cara mendekati sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia melalui kajian sastra dari tahun 1860-2019. Pada tahun 2021, buku ini diterbitkan dalam bahasa Belanda dengan judul De postkoloniale spiegel: De Nederlands-Indische letteren herlezen. Poskolonialisme dalam konteks buku ini, secara sederhana merupakan sebuah pendekatan untuk melihat secara khusus praktik kolonialisme Belanda di Indonesia dan dampak yang ditimbulkan.

Selain dalam arsip, foto, surat, atau catatan perjalanan, sejarah panjang kolonialisme Belanda di Indonesia juga terekam dalam fiksi, termasuk sastra Hindia Belanda. Sastra ini mampu menggambarkan kehidupan masyarakat kala itu yang terbentuk dari interaksi antara pejabat pemerintah, tentara, dan pengusaha Belanda dengan penduduk setempat. Melalui pendekatan poskolonial ini pula menyoroti representasi penduduk lokal dan ketimpangan relasi kuasa masyarakat kolonial yang ditemukan dalam teks. Sastra tidak hanya merepresentasi realitas kala itu, namun di waktu bersamaan mampu menjadi aktor dalam membentuk realitas kolonial itu sendiri.

Keterlibatan Peneliti Indonesia dan Belanda

Buku Cermin Poskolonial ini membantu melihat masa kolonial dalam balutan fiksi. Seperti yang disebutkan dalam judulnya, buku ini berfungsi reflektif layaknya cermin, dalam artian ia membuka peluang bagi Belanda untuk secara kritis melihat ke dalam dirinya sendiri dan mempelajari dampaknya masa lalu untuk Hindia Belanda.

Para peneliti yang terlibat dalam penyusunan buku ini mengkaji sastra Hindia Belanda menggunakan pendekatan poskolonial sebagai payung besarnya, dengan perspektif-perspektif yang lebih signifikan. Cermin Poskolonial menawarkan sebuah model pembacaan kritis, retrospektif, dan reflektif terhadap sastra untuk mempelajari masa lalu dan menyajikan cerita-cerita dengan tokoh, latar, dan tema yang beragam.

Buku Cermin Poskolonial

Terdapat tiga bagian dalam buku ini berdasarkan periodisasi sejarahnya. Bagian pertama, yaitu ‘Hindia lama’, diawali pada paruh kedua abad ke-19. Bagian kedua, ‘Dari Hindia ke Indonesia’ yang membahas paruh pertama abad ke-20. Periode antara tahun 1945 hingga sekarang menjadi fokus pada bagian ketiga dan yang terakhir dari buku ini, ‘Retrospeksi dan penulisan yang baik’.

Dari sudut pandang yang mengkritik hegemoni narasi kolonial, buku terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia dengan KITLV-Jakarta ini membaca kembali tidak hanya karya sastra penulis-penulis 'kanon' Belanda seperti Multatuli dan Louis Couperus; namun juga penulis Indo-Eropa, seperti Victor Ido dan Dido Michielsen; serta penulis Indonesia, Soewarsih Djojopoespito dan Arti Purbani, yang karya-karyanya masih belum banyak dikaji.

Tertarik untuk membaca langsung buku ini?

Silakan datang dan baca buku Cermin Poskolonial di Perpustakaan KITLV-Jakarta.

 

Baca juga buku terbitan KITLV-Jakarta lainnya disini.

 


Pulau Kalimantan memegang peranan besar tidak hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia. Selain berjasa sebagai paru-paru dunia yang menyerap sebagian besar polusi udara, hutan hujannya juga menyimpan keanekaragaman hayati di Kalimantan yang kaya akan harta alam.

Keanekaragaman hayati menyangkut segala jenis mahluk hidup atau varietas biologi, dari ragam genetishewan dan tumbuhan, hingga ragam budaya manusia (sumber: WHO). Dapat dikatakan, keanekaragaman hayati mempengaruhi segala lini kehidupan di bumi ini.

 

1. Keanekaragaman hayati di Kalimantan

Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia dan ketiga terbesar di dunia. Meski luas lahannya tak dapat dibandingkan dengan Afrika atau Amerika, keanekaragaman hayati di Kalimantan mencapai enam persen dari keanekaragaman hayati dunia. Contoh flora dan fauna endemiknya antara lain adalah bekantan, orang utan Kalimantan, berbagai spesies bunga Rafflesia dan Anggrek. Yang tak bisa ketinggalan untuk dibahas adalah keberadaan lahan gambut yang menyuburkan Tingkat keanekaragaman hayati di pulau ini.

 

2. Kontribusi keanekaragaman hayati terhadap manusia

Kesehatan sebuah komunitas manusia sangat bergantung kepada ekosistem di sekelilingnya. Ekosistem sehat akan menyumbangkan air dan udara yang bersih, proses pengobatan dan produksi obat alami, dan juga produksi pangan yang mencukupi. Ekosistem yang baik secara otomatis membatasi kemunculan penyakit baru dan menjaga iklim tetap stabil.

Lebih dari itu, ragam biologis pada mikroorganisme, flora, dan juga fauna menyediakan manfaat besar dan luas bagi manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan memahami keanekaragaman hayati di bumi, manusia akan dapat meneliti dan menemukan berbagai inovasi untuk kehidupan yang lebih baik dan kesehatan manusia pada umumnya.

 

3. Dampak hilangnya keanekaragaman hayati

Hilangnya keanekaragaman hayati akan mempengaruhi ekosistem. Perubahan ekosistem secara ekstrem akan berdampak signifikan terhadap pola hidup manusia dari hilangnya mata pencarian, migrasi warga, atau bahkan konflik perebutan sumber daya. Hilangnya keanekaragaman hayati juga akan membatasi potensi berkembangnya ilmu Pengetahuan, termasuk proses penemuan obat-obatan dari alam.

 

 

 

3. Tantangan terhadap keanekaragaman hayati Kalimantan

Saat ini Indonesia sedang membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (atau IKN) terjadi di sebagian bentang alam bekas hutan hujan tropis yang puluhan tahun belakangan telah mengalami konversi menjadi hutan industri dan lahan pertanian, eksploitasi hasil bumi tambang, juga pemukiman warga yang kesemuanya semakin mempersempit habitat alami untuk flora dan fauna endemik.

Lebih dari sekadar konservasi atau perlindungan, kini hutan di Kalimantan Timur memerlukan proses restorasi atau pengembalian ke wujud awal sebagai hutan hujan tropis. Untuk itu, tantangan terbesar bagi keanekaragaman hayati di Kalimantan utamanya adalah bertahan menghadapi proses pembangunan ibu kota sekaligus restorasi ekosistem.

 

4. Peluang bagi keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur

Di balik tantangan, ada pula peluang yang dapat dieksplorasi dalam proses pembangunan IKN. Peluang yang utama adalah kepedulian dan niat baik dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, juga masyarakat lokal dan dunia internasional. Keterlibatan berbagai pihak tentu merupakan potensi besar dalam mewujudkan IKN sebagai kota hutan (forest city) yang modern namun tetap berkelanjutan atau sustainable.

 

5. Konferensi Internasional tentang “Kota Hutan”

Membahas hasil penelitian terkini, pengalaman kebijakan, dan praktik akan bermanfaat bagi pemerintah yang terlibat dalam pembangunan kota baru. Indonesia yang sedang membangun ibu kota baru memerlukan berbagai perspektif berdasarkan temuan penelitian dan pengalaman yang telah terbukti dalam mengembangkan kota hutannya. Konferensi yang diselenggarakan oleh Otorita IKN Bersama Universitas Mulawarman ini diharapkan dapat mengumpulkan pemikiran-pemikiran yang mendukung tujuan tersebut.

Konferensi tentang Kota Hutan ini diadakan pada 28-30 Mei 2024 di IKN dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Acaranya terdiri dari seminar, kuliah umum, diskusi panel, dan juga kunjungan ke IKN. Pembicara yang akan hadir berasal dari berbagai negara, termasuk para profesor dari Universitas Leiden, Universitas Teknologi Delft, dan Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda.

Beberapa topik yang akan dibahas antara lain adalah, desain lingkungan urban untuk alam dan manusia, proteksi keanekaragaman hayati di lanskap urban, tradisi lokal dan restorasi ekosistem, dan lain sebagainya. Topik-topik yang dibahas telah dirancang agar diskusi antara pengambil kebijakan, akademisi, masyarakat lokal, pihak swasta, dan lembaga swadaya masyakat ini akan memberi hasil berupa langkah-langkah konkret dan positif untuk proses pembangunan IKN selanjutnya.

 

 

Keterlibatan banyak pihak sangat diperlukan dalam proses perlindungan terhadap keanekaragaman hayati di Kalimantan. Upaya yang dilakukan dengan penyelenggaraan konferensi hutan kota ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan pembangunan, program penelitian, dan program-program pemberdayaan masyarakat yang akan berdampak positif dalam jangka panjang. Dengan kolaborasi internasional, ktia layak berharap bahwa semua pihak akan berkomitmen melindungi keanekaragaman hayati di Kalimantan agar pulau ini terus berkontribusi secara berkelanjutan terhadap keanekaragaman hayati dunia.

 

 

Sources:

https://wwf.panda.org/discover/knowledge_hub/where_we_work/borneo_forests/#:~:text=Borneo%2C%20the%20world's%20third%20largest,pitcher%20plants%20and%20Rafflesia%20flowers.

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/biodiversity-and-health https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/biodiversity-and-health

Sabtu (21/10) lalu, aku berkesempatan mengikuti agenda Studi Wawasan IMA chapter Sleman yang bekerjasama dengan Disperindag Sleman. Kami berkunjung ke dua destinasi wisata dan edukasi yang ada di daerah Kaliurang.

Kunjungan pertama ke Omah Jadah Kaliurang yang letaknya berdekatan dengan Telogo Putri. Jadi, kalau kamu main ke Kaliurang atas bisa sekalian mampir ke sini. Tidak hanya melihat langsung proses pembuatan jadah tempe, kamu juga bisa membeli aneka produk UMKM Sleman. Mulai dari makanan, kerajinan tangan dan fashion. Produknya unik-unik deh, jarang ditemui di tempat lain. Ada aneka olahan salak, kopi, emping talas, pai susu, kerajinan kulit, ecoprint dan masih banyak lagi.

IMA Sleman

Kami diperbolehkan masuk kedalam tempat produksi jadah tempe dan mencicipi produk yang sudah jadi. Tempatnya cukup luas dan bersih dengan beberapa pekerja. Ada yang memasak bacem tempe dan membuat jadah. Peralatan yang digunakan sudah modern dan ada jadah tempe frozen juga buat oleh-oleh atau dikirim ke luar kota.

Jadah tempe ini makanan khas Yogyakarta. Penemunya adalah Sastrodinomo, seorang carik atau sekretaris desa di sekitar Kaliurang. Dulu beliau mempersembahkan nasi jagung untuk Keraton. Tapi suatu ketika, beliau diminta membawa makanan yang lain. Jadilah, Sastrodiromo berinovasi membuat jadah tempe. Ternyata camilan ini malah jadi kesukaan Sri Sultan HB IX. Hingga saat ini jadi camilan khas Yogyakarta. Belum lengkap kalau kamu ke Kaliurang tanpa beli jadah tempe.

Ketua Sentra Jadah Tempe Kaliurang Bejo Wiryanto menjelaskan, jadah tempe juga ada filosofinya. Tempe berwarna merah dan jadah berwarna putih merupakan symbol bendera Indonesia. Selain itu, kalau makan jadah tempe, tempenya harus diatas. Sebegai symbol, hidup itu harus pahitnya dulu (rasa jadah yang tidak manis pertama kali menyentuh lidah) lalu baru manis (rasa tempe). Jadi ya hambar dulu baru manis kemudian, gitu lah.

Omah Jadah Sleman

Presiden IMA Chapter Sleman 2021-2023 ialah RR. Mae Rusmi Suryaningsih juga merupakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengatakan agenda IMA chapter Sleman ini bertujuan untuk promosi wisata dan produk UMKM Sleman. Karena, mereka yang datang bisa membagikan pengalamannya kepada masyarakat luas. Hadir pula Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

"Saya atas nama Kabupaten Sleman, mengapresiasi dan mendukung IMA atas terselenggaranya acara pada pagi hari ini. Saya merasa bangga bahwa dengan IMA kita selalu kolaborasi baik pemerintah dan pelaku wisata di Sleman,” ungkap Kustini.

Agenda kedua adalah kunjungan ke Nara Kupu yang letaknya di area Kaliurang juga. Tempatnya luas banget, ada kebun dan pemancingan juga. Sangat cocok kalau mau bikin kegiatan buat banyak orang. Sayangnya, di sini kami hanya makan dan tidak berkeliling. Tapi, bersama teman-teman blogger kami sempat berbincang dengan salah satu pemiliki Nara Kupu, bapak Hani.

Nara Kupu

Beliau menjelaskan kalau Nara Kupu memberdayakan masyarakat sekitar untuk menanam sayuran secara hidroponik. Hasilnya dijual oleh Nara Kupu dan dijadikan masakan. Tapi gak mahal-mahal amat, tetap merakyat, karena hasil panen sendiri. Nara Kupu ingin membuat ekosistem sekitarnya menjadi lebih baik dengan menggunakan produk ramah lingkungan dan mengajak masyarakat juga peduli lingkungan.

Masuknya gratis, tapi kalau mau memancing dan memberi makan rusa bayar ya. Cocok banget datangnya sambal menikmati senja terus makan malam bakmi Jowo yang ada di Nara Kupu. Pulangnya beli sayuran segar organik.

 Jalan-jalan bareng Searah Rasa kedua kalinya, kami berkunjung ke roti Kolmbeng Pak Giman dan Pabrik Gula Sewugalur. Dua hal yang baru aku tahu ketika mengikuti kegiatan ini. Tema Searah Rasa kali ini adalah “Djejak Manis Kulon Progo”. Penjelajahan akan menelusuri cerita-cerita dan jejak-jejak kebudayaan tentang sejarah perkebunan gula dan dinamika penggunaan gula pada kudapan lokal.

Setelah berkumpul di alun-alun wates, kami bersama-sama menggunakan bus menuju rumah Pak Giman. Letaknya tidak di dalam kota, tapi di desa yang bisa dibilang sepi. Kebun jati terhampar luas dan jalannya dibuat dari cor beton. Benar-benar desa yang akan sepi di malam hari, tetangganya jauh-jauh. Kami berjalan kaki menuju rumah Pak Giman yang sekaligus dijadikan tempat produksi. Tempatnya sederhana, sepetak ruangan berlantai semen yang penuh dengan alat-alat produksi. Ada oven tanah liat, pengaduk adonan, dan cetakan. Tampak dua pekerja yang sedang membuat roti dan menata roti yang sudah matang.



Roti Kolmbeng


Giman Ciptodiyono yang sering dipanggil Pak Giman sudah membuat roti Kolmbeng sejak tahun 2000-an tahun. Dulunya Pak Giman bekerja pada pembuat roti di daerah Pakualaman, tapi karena semakin sei akhirnya membuka sendiri di rumahnya. Hingga saat ini sudah diteruskan hingga tiga generasi kepada cucu laki-lakinya. Keluarga ini menjadi salah satu pembuat roti legendaris yang sudah sangat jarang ditemukan di pasaran. Roti Kolmbeng, merupakan roti jaman Belanda yang saat ini sudah tidak banyak dikenal generasi masa kini.

Roti Kolmbeng berasal dari kata kolo emben atau kolo mbiyen yang berarti zaman dahulu. Bahannya sangat sederhana, yaitu tepung terigu, tepung tapioka, gula pasir, dan telur. Salah satu yang membuat roti ini unik adalah tepung tapioka. Membuat tekstur roti gering diluar dan legit di bagian dalam. Rasanya manis gurih dan sangat cocok menjadi teman minum the atau kopi. Soanya kalau gak ada minum bisa seret makan roti ini.

Roti Kolmbeng

Roti Kolbeng dijual Rp 1000 kalau di rumah Pak Giman, tapi kalau sudah di pasar bisa mencapai 1500-1700 rupiah. Roti ini dijual ke Pasar Beringharjo dan wilayah Sleman. Selain menjadi kudapan yang murah meriah, roti kolmbeng juga sering digunakan sebagai salah satu sajian ketika ada kenduri, nyadran dan hajatan. Dulu sih roti ini hanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas. Kalau sekarang siapa aja bisa makan, Cuma agak susah ya nyarinya. Aku aja baru kali ini ketemu roti Kolmbeng, belum pernah ketemu di pasar dan ditempat jajan.

Dari roti Kolmbeng perjalanan berlanjut ke Pabrik Gula (PG) Sewugalur. Baru tahu juga kalau di Kulonprogo ada pabrik gula. Udah penasaran banget, tapi ternyata pabriknya udah gak ada. Hanya tersisa beberapa bangunan berupa rumah Indise dan sisa-sisa bangunan pabrik. Kami ditemani oleh Mas Aga dari komunitas Roeman Toea. Jadi bisa dapat penjelasan yang lengkap Sejarah PG Sewu galur ini. Sambil jalan kaki berkeliling, Mas Aga menjelaskan mulai dari dari awal berdirinya pabrik hingga akhirnya berhenti beroperasi karena bagkrut terdampak krisis perekonomian dunia.

Rumah Indis Pabrik Gula Sewugalur

Perjalanan kami dimulai dari rumah salah satu rumah Indise di Sewugalur, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Rumah ini dihuni oleh Suwartini dan suaminya. Pemilik sebenarnya dari rumah Indise ini adalah kakek Suwartini, Tjokrodirjo. Dibeli dari Tionghoa bernama Yantid bersama tiga rumah Indis lain yang lokasinya berdekatan. Rumah itu lalu diwariskan kepada Sunartedjo--Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 1990-1994--putra bungsu Tjokrodirjo. Suwartini merawat rumah ini karena tidak ditinggali oleh pemiliknya.

Di depan rumah Mas Aga menunjukkan selokan dengan bagian atas berbentuk lengkungan yang menandakan gaya arsitektur Eropa. Lalu kami melihat bekas kantor PG yang sudah menjadi warung makan dan pertokoan. Pabrik Gula Sewugalur (Suikerfabriek Sewoegaloer) didirikan oleh E.J Hoen, O.A.O van der Berg, dan R.M.E. Raaff mendirikan Pabrik Gula Sewugalur dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) pada 1881. Pada tanah yang disewa dari bangsawan dari keluarga Pakualaman dengan nilai 200.000 gulden. Setelah pabrik gula itu gulung tikar, maka berdasarkan reorganisasi agraria kepemilikan tanah beralih ke pemerintah desa. Pada 12 November 1949 tanah bekas pabrik gula dilelang kepada masyarakat.

Pabrik Gula Sewugalur

PG ini benar-benar tak bersisa  tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) menyerbu Yogyakarta pada 18 Desember 1949, TNI membakarnya sebagai bagian dari strategi bumi hangus. Sepanjang perjalanan kami hanya melihat bekas dudukan cerobong asap, tungku pembakaran dan puing-puing sisa bangunan pabrik. Tidak menyangka dulunya di sini ada pabrik gula dengan jalur kereta sendiri.

Tahun ini Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) punya program yang bernama Searah Rasa. Dikutip dari website resminya, Searah Rasa merupakan program publik yang bekerja pada ranah jelajah, tur, jalan-jalan yang sesuai tema besar FKY. Program ini akan menelusuri dan mendatangi jejak pangan melalui pasar, sejarah, irigasi pertanian, pertanian sayur, perikanan dan juga cita rasa lokal. Frasa Searah Rasa bermakna mendatangi, mengetahui, dan mencari jejak-jejak kebudayaan, dan menyamakan arah tujuan demi tercapainya pencatatan produk kebudayaan di Yogyakarta bersama masyarakat.

Searah Rasa gratis untuk umum, tapi dengan kuota peserta terbatas. Aku berkesempatan mengikuti tur ke Tambak Mujahidkoe Farm - Pantai Imorenggo. Mengangkat tema  “Berkenalan Dengan Boga Bahari Kulon Progo”. Kami menelusuri cerita-cerita dan jejak-jejak kebudayaan tentang komoditi perikanan dan udang Kulon Progo, dari proses penanaman bibit sampai waktu panen. Aku sendiri baru tahu di Kulon Progo ada Pantai yang Namanya Imorenggo, apalagi ada tambak udangnya segala.



Pantai Imorenggo terletak di Desa Karangsewu, Kabupaten Kulon Progo.Perjalanan menuju Pantai Imorenggo menjadi menarik dengan pemandangan hamparan beragam tanaman pertanian. Ada kebun cabai super luas di bawah pohon kelapa yang tertata rapi, berlanjut dengan kebun semangga yang tampak sangat subur, lalu aneka sayuran seperti bayam dan kangkong. Ternyata pertanian lahan pasir bisa dilakukan di kawasan Imorenggo. Bahkan kawasan ini pernah dikunjungi KGPAA Paku Alam IX yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DIY. Beliau meresmikan Desa Wisata Agrobahari Imorenggo di kawasan Transmigrasi Lokal Ring 1 desa Karangsewu Kecamatan Galur, kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu (26/9/2012 ).

Daerah ini ternyata menjadi lokasi transmigrasi lokal atau transmigrasi dari warga yang semula tinggal di daerah lain di Yogyakarta. Mereka mendapatkan lahan untuk tinggal dan bertani. Jadilah Imorenggo menjadi kawasan pertanian. Kemudian daerah ini berkembang menjadi area tambak udang di pesisir pantai. Untuk menjaga lingkungan, keberadaan tambak udang di pesisir Imorenggo diatur oleh perjanjian yang disepakati dengan warga yang di wadahi kelompok Paguyupan Penambak Imorenggo atau disingkat menjadi PPI. Organisasi kemasyarakatan ini juga bertugas mengawasi keberlangsungan penambak setiap harinya.



Kami berkesempatan berkunjung ke Tambak Mujahidkoe Farm yang membudidayakan udang jenis Litopenaeus vannamei atau biasa disebut petambak dengan udang vannamei. Vaname adalah salah satu jenis udang yang populer untuk dibudidayakan di Indonesia. Menurut rangkuman dari Kementerian, Kelautan, dan Perikanan (KKP), hampir semua petambak di Indonesia membudidayakan udang yang kaya akan manfaat ini. Kami ditemani berkeliling tambak bersama salah satu pekerja tambak dan Kak Aliva Zein dari Ruang 412. Di sini satu tambak bisa menghasilkan sekitar 6 kwital sekali panen. Masa panen udangnya sekitar 3 bulan.

Udang vaname atau udang putih berasal dari daerah subtropis yaitu di pantai barat Amerika hingga hingga ke Peru. Udang ini sudah banyak sekali dibudidayakan di Indonesia sebagai alternatif pilihan lain setelah udang windu yang mengalami penurunan produksi sejak adanya penurunan kualitas lingkungan. Udang ini memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih tahan terhadap penyakit dan fluktuasi kualitas air, pertumbuhan relatif cepat, serta hidup pada kolom perairan sehingga dapat ditebar dengan kepadatan tinggi. Udang vaname memiliki peluang pasar dan potensial untuk terus dikembangkan.



Udang yang ada di Imorenggo ini kebanyakan diambil langsung oleh pembeli dan tidak dijual di pasar-pasar setempat. Alasannya sih karena justru warga lokal enggan membeli karena harganya tergolong mahal. Bibit yang disebar berasal dari daerah Jawa Timur. Katanya, memelihara udang itu sulit, karena sensitif. Harus bersih dan selalu ada kincir air yang menyala. Tambak udang di Imorenggo turut meningkatkan perekonomian warga dengan memberikan peluang pekerjaan. Meskipun pas ke sana banyak juga tambak yang sudah tidak digunakan.

 Baru tahu kalau di Jogja ada kebun teh selain Nglinggo pas ikutan acara Visiting Jogja Tourism Walk 2023. Kami diajak berliling Desa Wisata Purwosari plus dapat bingkisan, jersey dan makan siang hanya dengan membayar Rp 78 rupiah melalui aplikasi Visiting Jogja. Transportasi ke Desa Wisata Purwosari di Kulon Progo juga disediakan panitia. Sungguh acara yang sangat menarik terutama buat sobat gabut dan pengen jalan-jalan sambal olahraga gratis. Hanya bayar 78 rupiah ya anggaplah gratis.


Start jalan kaki dari dari Pasar Mbothok Sabtu pagi (16/09) sekitar pukul 07.30 WIB. Aku jalan santai bersama ratusan peserta yang mengenakan seragam biru. Baru aja jalan sebentar, sudah sampai di check poin pertama, Bukit Sebutrong yang terletak di area hutan pinus. Lama banget tidak menghirup udara segar dengan aroma pinus yang menyenangkan. Beberapa peserta ada yang naik bukit, tapi aku memilih lanjut jalan lagi aja dah, males soalnya naik bukit.

Jalan sebentar, sampai ke Kebun Teh Gumilir dan disambut beberapa orang yang sedang membuat teh dengan cara tradisional. Disangrai menggunakan peralatan dari bahan gerabah dan arang. Tapi, setelah bertanya kepada pemiliknya, teh Gumilir sudah dibuat menggunakan mesin. Tempat ini khusus membuat teh hijau sebagai produk unggulan. Peserta diperbolehkan mencicipi the sambal memakan gula Jawa. Cara meminum teh khas Kulon Progo.

Kami melanjutkan perjalanan yang cukup jauh melewati kebun-kebun warga dan kebun salak. Menuju Ayunan Langit, sebuah bukit dengan wahana ayunan di bagian atas. Puas rasanya, setelah Lelah berjalan dan naik ke atas bukit, kami dikasih camilan mendoan, dawet dan apay a lupa Namanya. Camilan berbahan singkong, dibungkus daun pisang isinya gula. Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan indah, kami melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya. Menyusuri jalan setapak dengan pohon salak di kanan kiri. Teduh, tenang dan menyenangkan. Sampailah ke post Mintaro Craft. Pembuat kerajinan dari serat alam menjadi keranjang dan aneka wadah-wadah unik.

Setelah puas melihat-lihat, kita jalan lagi menuju pos terakhir. Kali ini cukup melelahkan karena melewati jalan raya dan sudah panas. Pos terakhir adalah Kopi Tumpang Sari yang ada di pinggir jalan raya. Tidak seperti pos-pos sebelumnya yang lokasinya cukup masuk ke dalam. Kopinya enak, ada arabuka dan robusta. Rasa Lelah terbayarkan setelah duduk sejenak dan menyesap kopi asli Purwosari. Kami kembali ke titik start di pasar Mbotok. Menikmati sajian khas Nuk Santri. Nasi dibungkus daun dengan lauk oseng papaya muda, gudangan, telur rebus, tempe garit dan peyek.

Selain pos dan jalur perjalanan yang tak biasa, hal menarik lain dari agenda Visiting Jogja Tourism Walk ini adalah sosialisasi dan penggunaan QRIS. Transaksi jadi lebih mudah tanpa harus mebawa uang tunai. Tersedia wifi gratis di setiap pos UMKM yang kami kunjungi. Sangat memudahkan karena sinyal di Kawasan ini tidak terlalu baik. Peserta yang mencapai garis finish mendapatkan goodie bag yang berisi produk gula Jawa, kopi, teh, salak dan keranjang dari Mintaro Craft.

 

Tahu Fujii Kaze bakalan konser di Jakarta, wah langsung niat banget mau nonton. Kalau terwujud rasanya  gonna be the best thing this year i got! Nyatanya, gak bisa nonton karena tiketnya cepet banget ludes. Kukira Fujii Kaze masih belum banyak yang tahu, kok ya ternyata harus war. Sedih sekali hidup ini tiba-tiba. Langsung lah aku makan siang di Mcd untuk menghibur diri. Ya tetep gak terhibur sih. Hehe… Baru ikhlas ketika ternyata uangnya dipakai buat yang lain, ada keperluan keluarga. Ya udah deh, semoga bisa nonton lain kali ya Tuhan.

Aku langsung ngefans sama Fujii Kaze semenjak lagu pertama. Tiba-tiba, salah satu lagunya  Matsuri muncul diberanda Youtube. Begitu di dengerin, kok bagus, pas lihat arti liriknya, kok bagus. Jadilah aku berkelana dengerin lagu-lagunya. Sampai ketemu sama Grace dan Kaerou. Lagu yang pastinya dibuat sama orang yang sudah mengalami banyak hal, memahami hidup dan tercerahkan. Kalau kamu udah baca buku soal makna hidup, Ketuhanan, pencarian, tasawuf atau apalah yang sejenis, kayak udah terangkum dengan kalimat super pas di dua lagu ini. Hebat banget lah pokoknya.

Tangkapan Layar Youtube Fuzii Kaze


Lagu Graze memotret dengan apik momen pas kamu mencari jati diri atau mencari Tuhan dalam hidup. Jadi ingat Kidung Wahyu Kolosebo yang dibuat sama Sri Narendra Kalaseba yang ditulis sebagai bentuk perjalanan spiritual. Mirip juga sama lagu-lagunya Maher Zein yang Islam banget. Ada lirik ‘Anata wa watashi, watashi wa anata (Kau adalah aku dan aku adalah kamu) yang mirip sama Manunggaling Kawula Gusti. Menarik kan?

Kaerou jadi lagu yang pengen aku putar pas aku meninggal nanti. Pengambaran kematian di lirik dan MVnya juga pas banget. Fujii Kaze mengingatkan kalau kematian adalah jalan untuk kembali pulang. Pulang dengan berbagai keadaan tanpa membawa apapun. “Aa subete wasurete kaerou (Mari kita lupakan semua dan pulang)”. Rasanya jadi inget lagi kalau gak ada yang bisa dibawa mati, kecuali apa yang sudah dipahami jiwa dan yang Tuhan janjikan, hasil perbuatan baik. Pulang bersama angin sepoi-sepoi, bersama rintik hujan, bagaimanapun keadaannya. Pulang dengan damai, tanpa dibebani dunia. Pastinya, supaya bisa pulang dengan damai, laku hidupnya juga harus baik. Sangat menarik lah lagu ini. Juga banyak lagu-lagu Fujii Kaze lainnya.

Di usia yang masih muda, bisa paham banyak hal tentang hidup, dan lagi bisa mengekspresikannya menjadi sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang. Gak rumit-rumit, dengan lagu yang liriknya padat dan MVnya pas banget. Setiap sesi dalam hidupku pasti ada temennya. Buku-bukunya Buya Hamka, lagu-lagunya Alan dan sekarang lagu-lagunya Fujii Kaze. Berbagai hal terjadi, senang rasanya masih diberikan kesempatan untuk mengingat Tuhan. Terimakasih Tuhan…

 

Setiap hari kita melihat beraneka ragam tanaman dan pepohonan. Tapi pernahkan terbersit dalam pikiran, untuk berterimakasih kepada mereka. Lebih jauh lagi, merasa bertanggung jawab untuk menjaga kelestariannya?

Pepohonan memiliki peran penting dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Kalimat popular yang dihafalkan sejak SD adalah ‘Hutan adalah paru-paru dunia’. Tapi pernah tidak kamu benar-benar meresapi maknanya? Membayangkan jika hutan tidak ada akan jadi apa manusia?

Jumlah hutan dunia terus berkurang setiap tahun. Menurut World Resources Institute (WRI) Indonesia menjadi urutan ke-4 negara yang kehilangan hutan primer pada tahun 2020. Hutan yang hilang tersebut berganti menjadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan, perumahan, hingga berubah menjadi lahan sawit. Selain karena kesengajaan manusia, kerusakan hutan juga bisa terjadi karena faktor alam, seperti kebakaran dan serangan hama.

Top 10 negara yang Kehilangan Hutan Primer pada 2020 menurut WRI


Global Forest Watch menyebutkan, dari 2002 sampai 2021, Indonesia kehilangan 9.95Mha hutan primer basah, menyumbang 36% dari total tree cover loss dalam periode yang sama. Area total hutan primer basah di Indonesia berkurang 11% dalam periode waktu ini. Riau mengalami kehilangan tutupan pohon paling banyak sebesar 4.00Mha, disusul oleh Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Primary Forest Loss menurut Global Forest Watch


Berkurangnya hutan mengancam kehidupan manusia. Berbagai permasalahan lingkungan muncul dan menyebabkan krisis pangan, perubahan iklim dan bencana alam. Berikut ini adalah beberapa dampak kerusakan hutan.

1.      Perubahan Iklim

Bingung ya sekarang, kapan musim hujan dan musim kemarau? Selain itu suhu udara juga semakin panas. Penyebab perubahan ini adalah adanya efek rumah kaca. Di mana terlalu banyak CO2 di udara sehingga panas yang dipancarkan matahari terjebak di bumi. Semakin sedikit jumlah hutan, artinya semakin sedikit pohon yang bisa menyerap CO2 di udara.

2.      Kehilangan sumber pangan dan obat-obatan

Hutan merupakan sumber pangan dan bahan obat-obatan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Berbagai macam tanaman dan hewan hidup secara harmonis di hutan. Jika luas hutan semakin berkurang, akan mengancam keanekaragaman hayati dan tentu saja berdampak pada berkurangnya sumber pangan dan obat-obatan bagi manusia.

Ilustrasi kerusakan hutan (freepik.com)


3.      Menganggu siklus air

Hutan memiliki fungsi untuk menjaga silus air, yaitu menyimpan air hujan di dalam tanah serta menghasilkan uap air yang akan Kembali menjadi hujan. Jika hutan banyak yang rusak, siklus air juga akan terganggu. Sedikitnya air yang Kembali ke tanah akan menyebabkan hilangnya sumber air dan kekeringan semakin parah.

4.      Terjadi banjir dan tanah longsor

Hutan berfungsi untuk menyerap air hujan, dengan berkurangnya hutan, maka pada saat musim hujan tanah tidak bisa menyerap dengan baik tumpahan air hujan dan mengakibatkan besarnya laju aliran air di permukaan, yang pada akhirnya akan terjadi banjir bandang. Selain itu, air hujan dapat mengangkut partikel-partikel tanah sehingga menimbulkan erosi tanah atau tanah longsor.

5.      Kerugian ekonomi

Hutan merupakan salah satu sumber penghidupan dan pemasukan negara. Hutan menghasilkan berbagai macam kayu dan menyerap banyak tenaga kerja. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan. Jika hutan rusak, maka sumber penghasilan mereka pun jugaakan menghilang. Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk bercocok tanam.

Di tengah permasalahan penurunan jumlah hutan, #IndonesiaBikinBangga berhasil menurunkan deforestasi 75,03 % di periode tahun 2019-2020, hingga berada pada angka 115,46 ribu ha. Angka ini jauh menurun dari deforestasi tahun 2018-2019 sebesar 462,46 ribu ha. Data ini dirilis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PKTL KLHK). #HutanKitaSultan juga menghasilkan berbagai macam kayu dan produk hutan yang di ekspor hingga ke luar negeri. Misalnya rotan, gaharu dan cendana.

Selain pemerintah, kita semua juga wajib menjaga hutan. Nah, apa saja yang bis akita lakukan


Menanam pohon

Bagi teman-teman yang bisa dan punya kesempatan, misalnya punya pekarangan di rumah atau ada lahan yang bisa ditanami, bisa melakukan Gerakan menanam pohon. Meskipun tidak menjadi hutan, semakin banyak pohon di area perkotaan juga memiliki banyak manfaat.


Mendukung kampanye konservasi

Banyak komunitas dan Lembaga non profit yang aktif menjaga kelestarian alam dan menjaga hutan. Kamu bisa berperan aktif menjadi volunteer atau memberikan donasi.


Menyebarkan semangat menjaga hutan

Jadilah agen yang turut menyebarkan semangat menjaga hutan kepada keluarga, teman dan orang sekitar. Apalagi kalau kamu bisa membuat konten yang bagus di media sosial. Bisa banget membuat konten mengenai hutan.


Bijak menggunakan produk hasil hutan

Gunakan secara bijak produk-produk yang berasal dari hutan, misalnya tissue dan kertas.


Dengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi



Dengar Alam bernyanyi (Youtube laleilmanino music)

Karena semakin banyak yang mendengarkan lagu #DengarAlamBernyanyi maka akan semakin banyak juga royalti yang digunakan untuk melindungi hutan Indonesia. Dengar Alam Bernyanyi di platform musik seperti Spotify dan Apple Music.


Yuk jaga hutan demi kesejahteraan anak cucu kita! #UntukmuBumiku #TeamUpforImpact 

 

The Chariot atau kereta kuda adalah kartu yang menggambarkan tekad dan kekuatan. Ketika The Chariot muncul, itu berati tanda untuk bergerak, dorongan untuk mewujudkan apa yang sudah kamu putuskan. Saatnya mewujudkan rencana atau membuat impian menjadi nyata. Ketika kamu disiplin, penuh komitmen dan bekerja keras pasti akan berhasil. 

Bukan waktunya untuk pasif dan diam saja. Ambil tindakan yang terfokus dan tetap pada jalurnya, apa pun tantangan yang mungkin menghadang percayalah kamu akan bisa melewatinya. Meskipun banyak orang yang meremehkan atau tidak mempercayaimu.

Jika kamu penasaran apakah kamu memiliki apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan proyek penting, The Chariot adalah tanda kamu akan sukses selama kamu tetap fokus dan tetap percaya diri. Anda perlu menggunakan tekad dan disiplin diri untuk berkonsentrasi pada tugas yang ada.





Cinta & Hubungan

Dalam bacaan mengenai cinta, The Chariot memberikan saran kalau kamu perlu menaklukkan emosi agar bisa memiliki hubungan yang sukses. Jika kamu dan pasangan telah melalui masa sulit, kini kalian harus bersatu, berkomunikasi, dan bekerja keras. Permasalahan yang sedang kalian hadapi hanya membutuhkan kerja keras. Jika kamu atau pasangan memiliki masalah kecemasan, sangat penting untuk mengendalikannya karena The Chariot Tarot juga mewakili kebutuhan untuk menyeimbangkan pikiran dan hati untuk menjadi sukses. ika kamu lajang, The Chariot adalah indikasi bahwa hubungan masa lalu yang melelahkan sudah bisa kamu atasi, sudah bisa move on. Kini saatnya menjalani kehidupan dengan lebih ringan dan berharap bisa menemukan pasangan yang lebih.


Uang & Karir 

Dengan The Chariot dalam konteks kerja, arinya kamu sedang merasa sangat ambisius dan termotivasi. Jika memiliki masalah dengan rekan kerja, kesampingkan kekhawatiran itu dan terus bekerja keras dan pertahankan kendali diri. Jika sedang mencari pekerjaan atau merasa terjebak dalam rutinitas karir, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengejar pekerjaan yang selalu kamu inginkan. The Chariot adalah pertanda baik untuk bergati atau mencari pekerjaan yang baru.

Dalam konteks keuangan, The Chariot adalah pertanda baik yang dapat mewakili mengatasi rintangan. Jika ada tantangan keuangan yang tampaknya tidak dapat diatasi, kartu ini menunjukkan bahwa ini mungkin saat yang tepat untuk mengatasinya. Itu juga dapat mewakili pembelian terkait perjalanan atau transportasi besar seperti membeli mobil atau tiket pesawat atau membayar untuk liburan, dll.


Kesehatan

Jika sedang mengalami masalah kesehatan yang membuat kamu lelah, kamu akan merasakan ledakan motivasi dan energi baru untuk mengatasinya. The Chariot adalah tanda motivasi dan energi.


Spiritualitas (Tegak)

Dalam konteks spiritual, The Chariot dapat mewakili awal dari sebuah perjalanan spiritual. Meskipun perjalanan ini bukan tanpa rintangan, ini adalah perjalanan untuk mrncapai hal-hal yang lebih besar. Pertahankan fokus, jangan takut untuk mencoba hal baru dan dapatkan pengalaman baru.

Arti kartu Tarot The Chariot

by on June 18, 2022
The Chariot atau kereta kuda adalah kartu yang menggambarkan tekad dan kekuatan. Ketika The Chariot muncul, itu berati tanda untuk bergerak,...



 Tahun lalu Prambanan Jazz telah sukses menghadirkan program pencarian bakat di Pulau Kalimantan yang bertajuk, “Borneo Goes to Prambanan Jazz Festival 2021”. Untuk itu, tahun ini Prambanan Jazz kembali menghadirkan program serupa. Di edisinya yang ke-8 ini, Prambanan Jazz Festival bekerja sama dengan Telkom Regional 2 dan 3 untuk menggelar ajang pencarian bakat yang bertajuk ‘JAKARTA menuju Prambanan Jazz Festival 2022’, untuk wilayah Banten, Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor (Telkom Regional 2). Dan, ‘JAWARA menuju Prambanan Jazz Festival 2022’, untuk wilayah Jawa Barat (Telkom Regional 3).

Program kompetisi music ini digagas oleh IndiHome, I-Konser dan Prambanan Jazz Festival. Bertujuan untuk mencari musisi-musisi terbaik yang berdomisili di tiap regional tersebut. Mereka yang terpilih akan mendapatkan kesempatan tampil di Prambanan Jazz Festival 2022 bersama musisi-musisi nasional pada tanggal 1-3 Juli 2022 mendatang. Tahun 2022 ini Prambanan Jazz Kembali digelar secara hybrid dengan daring dan luring. Ajang pencerian bakat ini diharapkan akan menjadi kesempatan bagi musisi yang berdomisili di regional tersebut untuk menunjukkan karya terbaik mereka kepada pecinta music tanah air.

“Terkait pemilihan regional Jakarta dan Jawa Barat, diharapkan antusiasmenya akan lebih tinggi dan aksesnya akan lebih mudah. Selaras dengan hal itu, banyaknya musisi berbakat yang belum terekspos, sehingga menjadi salah satu alasan pemilihan area regional Jakarta dan Jawa Barat ini” jelas Faisal Yusuf, Direktur Bisnis PT. Metranet.

Nantinya, seluruh musisi/band pendaftar akan dikurasi oleh promotor Prambanan Jazz Festival hingga didapat maksimal 100 band di tiap regional. Pendaftaran akan dibuka pada tanggal 6 sampai 21 April 2022 dan proses penyisihan berlangsung hingga tanggal 6 Juni 2022 untuk JAWARA, dan pada tanggal 6 sampai 21 April 2022 dan proses penyisihan berlangsung hingga tanggal 18 Juni 2022 untuk JAKARTA.

Para peserta bisa mendaftar di website www.ikonser.id disertai 2 video (video klip atau live session) dan persyaratan lain yang terdapat dalam formular registrasi. Peserta adalah musisi/band yang berdomisili di setiap regional, dibuktikan cukup dengan 1 KTP dan terbuka untuk seluruh genre musik dan jenis penampil musik (solo, duo, band, dan sejenisnya) yang sesuai dengan karakter festival.

Akan ada dua musisi dari tiap regional yang akan menjajal panggung megah Prambanan Jazz Festival 2022 dan juga tampil pada di salah satu program tayangan channel i-Konser di IndiHomeTV. Dua musisi dari tiap regional tersebut nantinya akan melalui beberapa tahapan seleksi dan kurasi oleh 3 Juri (musisi nasional dan pihak promotor).

”Dengan adanya ’JAKARTA menuju Prambanan Jazz Festival 2022’ dan ‘JAWARA menuju Prambanan Jazz Festival 2022’ ini diharapkan akan muncul nama-nama baru dari setiap regional JAKARTA dan JAWARA yang berkilau di belantika musik Indonesia. Tidak hanya regional tersebut, nantinya seluruh daerah di Indonesia juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa tampil di Prambanan Jazz Festival, maupun tayangan-tayangan di iKonser Channel” pungkas Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival. 

Prambanan Jazz sebagai festival musik yang mengusung semangat kolaboratif, selalu berusaha menyajikan beragam hal yang cukup segar. Melalui ajang pencarian bakat ini menbuat band-band baru yang ada di tanah air memiliki kesempatan untuk tampil dan menunjukkan karya-larya terbaik mereka lalu tampil dalam event skala nasional.


Kartu The Lovers menunjukkan seorang pria dan wanita telanjang berdiri di bawah malaikat Raphael, yang berarti 'Malaikat penyembuh' dan mewakili penyembuhan fisik dan emosional. Malaikat memberkati pria dan wanita dan mengingatkan mereka tentang persatuan mereka dengan Yang Ilahi.

Pasangan itu berdiri di lanskap yang indah dan subur, mengingatkan pada Taman Eden. Di belakang wanita itu berdiri sebuah pohon apel yang tinggi, dengan seekor ular meliuk-liuk di batang pohon. Ular dan pohon apel melambangkan godaan kenikmatan indria yang dapat mengalihkan fokus seseorang dari Yang Ilahi. Di belakang pria itu ada pohon api, yang melambangkan gairah, perhatian utama pria itu. Dua belas nyala api menunjukkan dua belas tKamu zodiak, simbol waktu dan keabadian. Pria itu melihat ke wanita, yang mengawasi malaikat, menunjukkan jalan dari kesadaran ke alam bawah sadar ke super-sadar, atau dari keinginan fisik ke kebutuhan emosional ke masalah spiritual.

 


Arti umum

The Lovers menKamukan persatuan yang sempurna, harmoni, cinta dan ketertarikan. The Lovers dapat berarti menemukan keseimbangan dalam diri sendiri. Kamu belajar memahami diri sendiri, kode moral pribadi kamu sendiri, dan apa yang kamu hargai dalam hidup. Ini akan membawa harmoni dan keseimbangan dalam hidup. Secara umum ketika kartu The Lovers muncul, itu merupakan indikasi bahwa Kamu memiliki pilihan besar untuk dibuat atau dihadapkan pada dilema. Kamu mungkin merasa tidak pasti tentang situasi, orang-orang dalam hidupmu atau arah apa yang harus diambil. Ini adalah saat-saat untuk mengambil keputusan penting dan harus kamu hadapi. Jangan hanya mau menempuh jalan yang mudah, buatlah keputusan yang tepat tidak hanya mudah.

Jika terbalik

The Lovers Tarot terbalik menunjukkan bahwa kamu mengalami konflik dalam diri. Tidak yakin dengan keputusan yang telah diambil dan arah hidup. Kamu harus ingat kamu berhak memutuskan dan kamu adalah penguasa hidupmu sendiri. Semua terjadi berdasarkan pilihan tindakan dan keputusan. Jangan hanya menyalahkan alam, Tuhan atau hal-hal di luar diri. Biarkanlah masa lalu dan bergeraklah kea rah yang positif, menyelami diri sendiri, menciti diri sendiri dan memahami diri dengan lebih baik lagi.

 

Arti dalam Cinta dan Hubungan

Dalam cinta atau hubungan, kartu The Lovers adalah salah satu kartu terbaik yang bisa kamu dapatkan! Ini adalah kartu belahan jiwa dan ikatan yang kuat antara dua orang. Jika kamu lajang, cinta akan menghampiri. Akan ada ketertarikan yang kuat dan romansa dan hubungan yang mendalam dan saling pengertian. Jika sedang menjalin hubungan, kartu ini memberi tahu ada peningkatan ke jenjang yang lebih serius atau kalian berdua akan Kembali romantis. Ikatan dengan pasangan akan meningkat dan semakin dalam.

Arti dalam Keuangan dan Karir

Ketika kartu The Lovers muncul dalam konteks karir,  dapat mewakili kemitraan bisnis antara dua orang. Jika kartu ini mewakili kemitraan, itu akan menjadi kemitraan yang saling menguntungkan. Kamu dan mitra bisnis akan bekerja sama dengan baik dan saling mendukung satu sama lain. Kartu ini juga bisa menunjukkan kemungkinan terlibat asmara dengan rekan kerja. Berhati-hatilah dalam mencampurkan bisnis dengan kesenangan, pahami risiko dan siap dengan konsekuensinya.

 

Note: Jika kartu terbalik maka artinya berkebalikan dari penjelasan di di atas ya!