Rangkaian Safi Age Defy yang Halal dan Nyaman di Kulit

/ 8:43:00 PM


Minggu, 7 Juli 2019 lalu aku berkesempatan mengikuti event Emak Blogger Solo bareng Safi Indonesia di Java Terrace Café Solo.  Selain mendapat kesempatan mencoba rangkaian Safi  Age Defy ada juga talkshow bersama dokter kulit dr. Aminah Alaydrus dan Jr. Brand Manager Safi, Mbak Nindita Ayu. 




Mbak Nindita Ayu menjelaskan tentang Safi yang merupakan produk skincare dari Malaysia. Selain Halal Safi dibuat dengan proses penelitian yang panjang. Begitupula untuk produk yang dikirim ke Indonesia. Rangkaian Safi untuk konsumen Indonesia telah mengalami serangkaian penelitian selama dua tahun agar cocok untuk kulit orang Indonesia.

Safi mendapatkan sertifikat halal dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) sejak tahun 2005, dan di Indonesia, Safi mendapatkan sertifikat halal dari MUI pada tahun 2017. Secara resmi, Safi baru mengadakan soft launching di Indonesia di awal tahun 2018 lalu.


Secara pribadi aku gak terlalu konsern dengan skincare dan perawatan kulit. Alhamdulillah kulit wajah cukup bandel dan gak perlu ribet. Selain itu aku juga tipe yang malas untuk pakai skincare routine. Apalagi yang macam 10 tahap skincare Korea, alamak.. pakai krim malam saja dua atau tiga hari sekali (kalau ingat). Terus kalau udah capek pulang malem dah langsung tidur aja.

Tidak patut dicontoh sebenernya, itu kebiasaan yang tidak baik untuk kulit. Aku sendiri mulai mencoba lebih rajin merawat kulit. Meski tetep males dengan rangkaian yang rumit dengan macam-macam produk. Kalau bisa satu aja buat seharian deh.

Setalah talkshow bersama dokter kulit dr. Aminah Alaydrus jadi semangat lagi untuk merawat kulit. Bukan putih yang utama, tapi kulit yang sehat dan bersih. Kata beliau dengan merawat kulit udah gak usah make up macem-macem kulit udah enak dilihat. Glowing alami dan berseri. Jadi pengen punya kulit yang seger glowing gitu.

Setelah bincang-bincang cantik tibalah sesi yang paling ditunggu, mencoba rangkaian Safi Age Defy. Suka banget sama kemasannya yang terlihat mewah. Penasaran apakah isinya juga bikin wah?? hehe…



Safi Age Defy Cream Cleanser

Berbentuk krim dengan warna kekuningan. Safi  Age Defy Cream Cleanser adalah sabun pembersih wajah yang mengandung Gold ExtractSilk Protein dan Vitamin C. Digunakan untuk membersihkan wajah dari debu dan kotoran setelah sebelumnya membersihkan wajah dengan Safi Purifying Makeup Remover. Apalagi kalau habis pakai make up, harus dibersihkan dua tahap. Bahannya lembut di wajah dan after pakainya terasa lembab di kulit. Aku suka cream cleanser yang tidak membuat kulit wajah terasa kering dan ketarik sehabis pakai.

Safi Age Defy Deep Exfoliator

Butiran scrubnya lembut di kulit dan gak bikin perih setelah pemakaian. Kulit juga jadi lembut dan halus. Kulitku yang cenderung berkomedo jadi bersih pakai ini. Kalau kamu juga punya masalah dengan komedo bandel coba deh pakai ini. Untuk yang berjerawat sebaiknya hati-hati biar gak malah iritasi karena kandungan scrubnya. Penggunakan Deep Exfoliator ini sebaiknya hanya 2 kali dalam seminggu, karena penggunaan exfoliator yang berlebihan akan membuat kulit menjadi tipis, lebih sensitif.

Safi Age Defy Skin Refiner
Ini adalah toner dari rangkaian Safi Age Defy yang menyempurnakan proses pembersihan wajah, sekaligus memberikan efek segar. Safi Age Defy Skin Refiner ini nyaman juga dipakai dikulit. Tidak ada rasa panas ataupun perih karena tanpa alkohol. Biasanya produk yang mengandug alkohol bakal bikin kulitku terasa kering gak nyaman. Skin Refiner ini juga mengandung mushroom extract yang konon efektif untuk  meringkas pori-pori kulit wajah.


Safi Age Defy Gold Water Essence

Ini yang paling menarik kemasannya dengan taburan gold  di dalamnya. Essence satu ini mengandung double effect yang dikombinasi Gold Extract dan Silk Protein. Kandungan ini mampu memelihara struktur kulit, merawat bagian luar juga bagian dalam kulit serta meremajakannya dengan optimal. Essence ini juga mengandung Bio Hyaluronic yang mampu mempertahankan dan memelihara kelembapan kulit sepanjang hari. Setelah dipakai rasanya lembab dan kenyal di kulit wajah. Langsung jatuh hati aku sama produk ini. Langsung pengen pakai.

Safi Age Defy Rejuvenate And Brighten Radiant Day Emulsion SPF25PA++.

Cream ini diperkaya dengan Light Diffusing Crystal dengan kombinasi Gold Extract dan Silk Proteinyang dapat membantu meratakan warna kulit agar lebih cerah, melindungi kulit dari sinar UVA & UVB, melembabkan kulit dan mampu membuat kulit jadi lebih kenyal. Suka juga dengan produk ini. Enak dikulit dan gak perlu pakai sunscreen tambahan lagi, udah lengkap.



Safi Age Defy Eye Contour Treatment

Aku gak pernah pakai krim mata, jadi ya berasa biasa aja sih karena Cuma sekali pemakaian juga. Produk ini fungsinya mengurangi kerutan di area mata.

Overall nih produk Safi Age Defy ini bagus banget dan nyaman di kulit wajahku yang cenderung berminyak dan mudah memproduksi komedo.

 




Minggu, 7 Juli 2019 lalu aku berkesempatan mengikuti event Emak Blogger Solo bareng Safi Indonesia di Java Terrace Café Solo.  Selain mendapat kesempatan mencoba rangkaian Safi  Age Defy ada juga talkshow bersama dokter kulit dr. Aminah Alaydrus dan Jr. Brand Manager Safi, Mbak Nindita Ayu. 




Mbak Nindita Ayu menjelaskan tentang Safi yang merupakan produk skincare dari Malaysia. Selain Halal Safi dibuat dengan proses penelitian yang panjang. Begitupula untuk produk yang dikirim ke Indonesia. Rangkaian Safi untuk konsumen Indonesia telah mengalami serangkaian penelitian selama dua tahun agar cocok untuk kulit orang Indonesia.

Safi mendapatkan sertifikat halal dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) sejak tahun 2005, dan di Indonesia, Safi mendapatkan sertifikat halal dari MUI pada tahun 2017. Secara resmi, Safi baru mengadakan soft launching di Indonesia di awal tahun 2018 lalu.


Secara pribadi aku gak terlalu konsern dengan skincare dan perawatan kulit. Alhamdulillah kulit wajah cukup bandel dan gak perlu ribet. Selain itu aku juga tipe yang malas untuk pakai skincare routine. Apalagi yang macam 10 tahap skincare Korea, alamak.. pakai krim malam saja dua atau tiga hari sekali (kalau ingat). Terus kalau udah capek pulang malem dah langsung tidur aja.

Tidak patut dicontoh sebenernya, itu kebiasaan yang tidak baik untuk kulit. Aku sendiri mulai mencoba lebih rajin merawat kulit. Meski tetep males dengan rangkaian yang rumit dengan macam-macam produk. Kalau bisa satu aja buat seharian deh.

Setalah talkshow bersama dokter kulit dr. Aminah Alaydrus jadi semangat lagi untuk merawat kulit. Bukan putih yang utama, tapi kulit yang sehat dan bersih. Kata beliau dengan merawat kulit udah gak usah make up macem-macem kulit udah enak dilihat. Glowing alami dan berseri. Jadi pengen punya kulit yang seger glowing gitu.

Setelah bincang-bincang cantik tibalah sesi yang paling ditunggu, mencoba rangkaian Safi Age Defy. Suka banget sama kemasannya yang terlihat mewah. Penasaran apakah isinya juga bikin wah?? hehe…



Safi Age Defy Cream Cleanser

Berbentuk krim dengan warna kekuningan. Safi  Age Defy Cream Cleanser adalah sabun pembersih wajah yang mengandung Gold ExtractSilk Protein dan Vitamin C. Digunakan untuk membersihkan wajah dari debu dan kotoran setelah sebelumnya membersihkan wajah dengan Safi Purifying Makeup Remover. Apalagi kalau habis pakai make up, harus dibersihkan dua tahap. Bahannya lembut di wajah dan after pakainya terasa lembab di kulit. Aku suka cream cleanser yang tidak membuat kulit wajah terasa kering dan ketarik sehabis pakai.

Safi Age Defy Deep Exfoliator

Butiran scrubnya lembut di kulit dan gak bikin perih setelah pemakaian. Kulit juga jadi lembut dan halus. Kulitku yang cenderung berkomedo jadi bersih pakai ini. Kalau kamu juga punya masalah dengan komedo bandel coba deh pakai ini. Untuk yang berjerawat sebaiknya hati-hati biar gak malah iritasi karena kandungan scrubnya. Penggunakan Deep Exfoliator ini sebaiknya hanya 2 kali dalam seminggu, karena penggunaan exfoliator yang berlebihan akan membuat kulit menjadi tipis, lebih sensitif.

Safi Age Defy Skin Refiner
Ini adalah toner dari rangkaian Safi Age Defy yang menyempurnakan proses pembersihan wajah, sekaligus memberikan efek segar. Safi Age Defy Skin Refiner ini nyaman juga dipakai dikulit. Tidak ada rasa panas ataupun perih karena tanpa alkohol. Biasanya produk yang mengandug alkohol bakal bikin kulitku terasa kering gak nyaman. Skin Refiner ini juga mengandung mushroom extract yang konon efektif untuk  meringkas pori-pori kulit wajah.


Safi Age Defy Gold Water Essence

Ini yang paling menarik kemasannya dengan taburan gold  di dalamnya. Essence satu ini mengandung double effect yang dikombinasi Gold Extract dan Silk Protein. Kandungan ini mampu memelihara struktur kulit, merawat bagian luar juga bagian dalam kulit serta meremajakannya dengan optimal. Essence ini juga mengandung Bio Hyaluronic yang mampu mempertahankan dan memelihara kelembapan kulit sepanjang hari. Setelah dipakai rasanya lembab dan kenyal di kulit wajah. Langsung jatuh hati aku sama produk ini. Langsung pengen pakai.

Safi Age Defy Rejuvenate And Brighten Radiant Day Emulsion SPF25PA++.

Cream ini diperkaya dengan Light Diffusing Crystal dengan kombinasi Gold Extract dan Silk Proteinyang dapat membantu meratakan warna kulit agar lebih cerah, melindungi kulit dari sinar UVA & UVB, melembabkan kulit dan mampu membuat kulit jadi lebih kenyal. Suka juga dengan produk ini. Enak dikulit dan gak perlu pakai sunscreen tambahan lagi, udah lengkap.



Safi Age Defy Eye Contour Treatment

Aku gak pernah pakai krim mata, jadi ya berasa biasa aja sih karena Cuma sekali pemakaian juga. Produk ini fungsinya mengurangi kerutan di area mata.

Overall nih produk Safi Age Defy ini bagus banget dan nyaman di kulit wajahku yang cenderung berminyak dan mudah memproduksi komedo.

 


Continue Reading



Menjadi salah satu peserta acara Natur dan Blogger Jogja rasannya menyenangkan. Bertemu dengan teman-teman baru, mencoba produk dan jadi tambah semangat untuk terus menulis. Semakin banyak teman dengan passion yang sama akan membuat kita terpicu untuk terus berkarya.


Blogger Jogja with @Backtonatur

Natur memberikan kesempatan kepada blogger cantik Jogja untuk mencoba Natur Hair CareAku tahu produk Natur sudah sejak lama tapi belum pernah rutin menggunakan produk ini. Tahunya Natur itu aroma produknya gak wangi, jadi rasanya kurang menarik. Selain itu aku punya tipe rambut yang rewel, kalau pakai produk perawatan rambut yang berlabel alami justru berketombe dan bermasalah. Baik itu berupa shampo, hair tonic, hingga Hairmask.

Rambutku ini berminyak, mudah gatal dan berketombe. Apalagi setelah terkena panas dan aktivitas luar sepanjang hari. Susah banget cari shampoo dan produk perawatan rambut yang cocok, biasanya pakai shampo anti ketombe dan ganti-ganti. Karena shampo yang sudah digunakan beberapa bulan gak cocok lagi dan harus ganti yang lain. Yah, satu merk bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya bikin rambut kering dan berketombe.

Coba sampo natural dan alami di toko sama sekali gak membantu, justru langsung gak cocok dipemakaian pertama. Entahlah, aku susah banget cari shampo buat rambut. Hair tonic gak pernah pakai, karena gak pernah ada yang cocok, conditioner juga begitu. Selama ini cuma pakai shampo dan vitamin rambut sebagai perawatan rambut.

Setelah acara blogger bersama @backtonature akhirnya nyobain produk Natur. Langsung aku pakai shampo, hair tonic dan Hairmask. Impresi pertama shampo, wah ternyata baunya wangi dan aku suka banget. Teksturnya cair dan gak terlalu berbusa. Aku gak terlalu suka dengan shampo yang banyak busanya, karena berarti banyak detergent di dalamnya. Selain membuat rambut kering juga gak ramah lingkungan. Habis keramas masih wangi dan terasa ringan di kepala. Biasanya kalau nyoba produk baru dan gak cocok dua hari kemudian pasti gatal dan ketombean, apalagi shampo yang bukan untuk rambut berketombe, kali ini aku coba Gingseng. Ternyata rambutku masih baik-baik saja. Memang ya yang alami lebih baik jadi gak ragu lagi pilih yang alami.



Pemakaian kedua aku coba hair tonic. Tapi kurang cocok karena rambutku jadi mudah lepek. Mungkin rambutku memang gak jodoh sama hair tonik, jadi tetap menggunakan vitamin rambut saja. Semoga Natur mau membuat produk vitamin rambut ke depannya yang alami dan bahannya ramah lingkungan.


Natur Hair Tonic

Pemakaian ketiga (aku keramas dua hari sekali, baru mencoba Hairmask Aloe vera) . Agak ragu juga awalnya, karena Hairmask dan conditioner seringnya malah bikin rambutku lepek dan mudah gatal. Sambil was-was nih pakainya. Setelah dipakai, rambut jadi wangi, lembut dan ringan. Dua hari rambutku masih baik-baik saja. Kok jadi impresif dengan produk Natur ini ya. Padahal produk yang aku gunakan bukan produk khusus rambut berketombe kayak yang aku gunakan biasanya. Tapi tetep ramah dengan kondisi kulit kepalaku yang sensitif, padahal kulit wajah bandel banget bisa pakai apa aja. Malah jadi pengen coba varian yang anti ketombe. Siapa tahu ternyata selama ini jodohnya pakai Natur.



    Perawatan Alami Natur

    Karena produknya oke, kepolah aku dengan bahan-bahan yang digunakan. Apalagi Hairmask yang selama ini gak pernah pakai, akhirnya jadi pengen beli. Kata temen yang sudah pakai dia suka karena praktis dan murah. Nyaman di rambut dan kulit kepala.

    Buat kamu yang penasaran tentang Natur bisa follow IG Natur @backtoNatur dan like fans pagenya back to natur. Selain produk knowladge juga ada beragam tips seputar kesehatan dan kecantikan rambutmu.

    Hairmask yang aku coba ini adalah varian Aloe vera, pasti udah tahu banget kan ya betapa bagusnya Aloe vera untuk rambut. Kalau dulu repot banget pakai Aloe vera asli, tapi sekarang bisa lebih praktis menggunakan Natur Hairmask seminggu sekali. Selain Aloe vera juga ada kandungan Olive oil yang bagus banget untuk kulit kepala dan rambut. Apa sih manfaat keduanya?

    • Mengandung proteolytic enzymes yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut secara alami hingga rambut tumbuh lebat.
    • Lidah buaya dapat membuat rambutmu kuat dan memberikan kilau agar rambut tampak sehat.
    • Menjaga rambut dari dari pengaruh buruk lingkungan dan menjaga kelembapan rambut.
    • Menghilangkan rasa gatal dan iritasi berkat properti anti-pruriticnya. Jadi buat kamu yang mengalami masalah rambut gatal bisa banget dicoba betapa nyess nya produk ini.
    • Aloe vera mengandung anti jamur yang cocok buat kulit kepala berketombe. Ternyata ini alasan hairmask Natur juga cocok untuk kulit kepalaku yang mudah protes dengan produk perawatan rambut.
    • Dapat menyeimbangkan pH balance agar sama dengan rambut.

    Kandungan kedua adalah minyak zaitun atau Olive oil.


    • Membantu melembapkan kulit kepala.
    • Mengatasi rambut bercabang, cocok untuk memulihkan kesehatan rambut kamu agar tetap tetap lembut dan mudah diatur.
    • Mengembalikan kilau alami rambut. Selain vitamin E dan K, minyak zaitun juga kaya akan vitamin A dan antioksidan. Kandungan tersebut dapat melindungi keratin pada rambut dan menahan kelembapannya. Minyak zaitun dapat menghilangkan penumpukan sebum yang menghambat pertumbuhan folikel rambut baru dan menghambat pertumbuhan rambut.


    Selain Aloe vera ada juga Hairmask Ginseng Extract dan Olive Oil. Minyak atsiri dan fitosterol dari Gingseng bermanfaat untuk memperlambat penuaan rambut yang menimbulkan uban, menangkal radikal bebas yang menyebabkan umur rambut semakin pendek. Selain itu, kandungan selulosa pada ginseng bermanfaat sebagai pelindung lapisan permukaan rambut dari sinar matahari yang bisa memicu kerusakan.

    Natur Hairmask ini cukup digunakan seminggu sekali setelah keramas. Bisa digunakan tanpa handuk basah. Habis keramas oleskan merata pada rambut, kalau tipe kulit kepalamu berminyak cukup di batang rambut saja supaya gak malah lepek dan berketombe. Diamkan 1 hingga 2 menit lalu bilas. Super praktis apalagi buat kamu yang gak punya banyak waktu atau malas perawatan. Kemasannya yang lebih besar juga pas buat rambut panjang kamu. Sudah mudah, murah, jangan malas ya. Untuk experience shampo kita sambung lagi di tulisan selanjutnya. Produk Natur dapat diperoleh di official store Shopee, Tokopedia,  (ID: Back Tonatur) sebagai perawatan mingguan kamu.



    Pawai yang dikuti lebih dari 2.000 orang peserta dan terbagi dalam 33 kontingen ini dilepas dari dua titik yang berbeda. Titik start pawai pertama dari Kepatihan dilepas oleh Gintani Nur Apresia Swastika (Direktur Kreatif 2 FKY 2019) dengan rute Kepatihan - Malioboro - Jl. Pangurakan. Sementara titik start pawai kedua dari Alun-alun Sewandanan dilepas oleh dan Gading Paksi (Direktur Kreatif 1 FKY 2019) dengan rute Pakualaman – Jl. Sultan Agung – Jl. P. Senopati – Jl. Pangurakan.


    Kontingan yang dilepas dari Kepatihan terdiri dari 21 kontingen, di dalamnya antara lain terdapat kontingan dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta yang akan menampilkan Seni Garapan berupa kostum batik aneka warna kembang hasil karya 20 rintisan kelurahan budaya Kota Yogyakarta. Kemudian kontingen Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang akan menampilkan beragam permainan tradisional khas daerah ini. Serta kontingen Dinas Kebudayaan Sleman yang akan menampilkan sajian kuliner khas kabupaten ini.

    Sementara itu, dari Alun-alun Sewandanan Pakualaman, terdapat 12 kontingen yang dibuka oleh Bregada Wiro Mudho yang akan membawa panji-panji FKY 2019, diikuti rombongan Paseduluran Angkringan Silat dan Kontingen Dinas Kebudayaan Bantul akan menampilkan adat tradisi upacara Jala Sutra. Lalu dilanjutkan oleh kontingen dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo yang menggelar Parade yang terdiri dari 250 penari angguk dan kontingen lainnya. Rombongan kontingen dari Sewandanan tersebut disambut oleh Bregada Kraton di Taman Pintar, untuk selanjutnya bersama-sama menuju ke Nol KM.


    Pawai yang diikuti oleh ribuah orang ini akan menjadi pertunjukkan budaya dan seni yang spektakuler. Menunjukkan bahwa warga jogja tidak hanya bangga pada budayanya tapi juga memiliki semangat untuk menjaga tradisi.



    Rangkaian acara di Panggung Pembukaan FKY 2019 diawali dengan  dengan alunan lagu Bagimu Negeri yang dibawakan secara instrumental dengan gitar oleh Eros Chandra. Usai lagu Bagimu Negeri mengalun, giliran tarian massal komposisi Kinanthi Sandhung oleh 100 penari dari Sanggar Seni Kinanti Sekar, menyemarakkan panggung pembukaan ini. Suasana syahdu dan bersemangat menyeruak ke udara karena dua pertunjukkan ini.

    Setelah bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019, Paksi Raras Alit memberikan laporannya. Dalam laporannya tersebut, beliau menjelaskan alasan dan maksud “Mulanira: Ruang | Ragam | Interaksi” yang menjadi tema besar festival ini.

    “Yogyakarta telah menjadi ruang temu beragam kebudayaan sejak lama. Interaksi yang terjadi di dalamnya berlangsung dengan didasari semangat toleransi dan tepa selira, semangat itulah yang akan coba kami hadirkan kembali saat ini.” jelasnya.

    Paksi Raras Alit juga menyebutkan titik-titik yang akan jadi lokasi terselenggaranya rangkaian FKY 2019 ini, yaitu di Jalan Malioboro, Desa Panggungharjo, Museum Sonobudoyo, Museum Dewantara Kirti Griya, Museum Monumen Diponegoro, Museum Gunungapi Merapi, Pasar Terban, dan Alun-alun Kidul.


    Pada kesempatan berikutnya, Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., hadir memberikan sambutan. Beliau mengapresiasi festival yang dinisiasi oleh Pemerintah Daerah DIY ini. Selain itu beliau berpesan agar anak-anak muda jika berlibur harus diisi dengan berkesenian dan berkebudayaan.

    “Karena ini penting untuk penguatan dan memperteguh keistimewaaan Yogyakarta, menuju peradaban yang semakin maju dan memberi virus kebaikan ke daerah-daerah lain.” ujarnya.

    Hadir mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, staf ahli Gubernur DIY Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik Drs. Umar Priyono, M.Pd, memberikan sambutan. Beliau menekankan bahwa dengan adanya keberanian mengubah nama dari Festival Kesenian Yogyakarta menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta, artinya FKY bukan sekadar arena unjuk kebolehan di bidang kesenian semata, tapi juga menggali segenap potensi kebudayaan yang dimiliki DIY, yang merupakan peninggalan mulai dari Sultan HB I hingga Sultan yang saat ini bertahta.

    Kebudayaan bisa berperan beberapa aspek, yaitu sebagai pengingat bahwa kita dari dulu sudah punya nilai-nilai kebudayaan yang hebat. Aspek berikutnya adalah pengikat keberagaman di Nusantara, agar NKRI semakin kuat dan kebhinekaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

    “Semoga FKY 2019 ini menjadi penanda dan penguat keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta turut meneguhkan Indonesia sebagai tujuan budaya yang terkemuka.” jelasnya, seraya mengungkapkan bahwa mulai tahun 2018, Yogyakarta menjadi Ibukota Kebudayaan ASEAN.

    Usai sambutan tersebut, Ketua Umum FKY 2019 - Paksi Raras Alit, Direktur Kesenian Dirjen Kebudayaan RI - Dr. Restu Gunawan, M.Hum, Staf ahli Gubernur DIY Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik - Drs. Umar Priyono, M.Pd, dan Kepala Kundha Kabudayan DIY -Aris Eko Nugroho, SP., MSi., bersama-sama secara simbolis membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 dengan menekan tombol klakson di mobil kayuh.

    “Prosesi pembukaan akan ditandai dengan menekan tombol klakson di mobil kayuh. Mobil kayuh ini kami pilih sebagai simbol dialog budaya massa dan budaya tradisi.” ungkap Gading Paksi, Direktur Kreatif 1 FKY 2019.


    Masyarakat sangat anthusias untuk menonton pawai ini. Banyak yang datang bersama keluarga dan anak-anak mereka. Berdesakan di pinggir-pinggir jalan dan berlomba mengabadikan setiap moment indah.

    Desa Panggungharjo
    Sementara itu malam harinya di Kampoeng Mataraman, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, juga digelar upacara pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta 2019 yang ditandai dengan Kirab Tetebahan yang terdiri dari warga Panggungharjo, Drummer Guyub Yogyakarta, dan bregada desa Kampeng Mataraman. Kirab ini bergerak menuju jembatan yang terletak di tengah Kampoeng Mataraman.

    Di jembatan tersebut Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, S. Farm., Apt., memberikan sambutan dan membuka secara simbolis FKY 2019 di Desa Panggungharjo ini. Seusai prosesi tersebut, kirab kembali bergerak ke panggung pertunjukkan FKY 2019, yang langsung disambut dengan kesenian Gejog Lesung.

    Dengan dibukanya secara simbolis FKY 2019 ini, maka selama 17 hari mendatang segenap masyarakat dipersilakan menikmati rangkaian kegiatan ini dan harapannya festival ini dapat menjadi peristiwa budaya guna menunjukkan semangat dan karakter keterbukaan dan keramahan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.



    Sesuai dengan namanya “Sate Ratu”, tampil elegan dan cantik ketika disajikan. Dibakar dengan teknik khusus agar tidak langsung bersentuhan dengan arang, membuat hasil bakaran Sate Ratu terlihat bersih dan menggoda.

    Disambut dengan sangat ramah oleh pemilik kedai sekaligus penemu ramuan bumbu sate atu, Pak Budi, kami rombongan blogger Jogja siap untuk menikmati kelezatan Sate Ratu. Sembari menunggu, kami berbincang santai dengan Pak Budi. Beliu berkisah mengenai perjalanan karir hingga akhirnya terjun ke dunia Wirausaha.

    Berawal dari nekat, begitulah kisah Sate Ratu dimulai. Saat itu Pak Budi adalah pekerja kantoran dengan gaji yang lebih dari cukup. Keinginan untuk berkarya sendiri membuat Pak Budi membulatkan tekat untuk memulai bisnis sendiri. Tentu saja bukan tanpa persiapan. Beliau berkata bahwa kesuksesan bisnis bukan sesuatu yang instan. “Harus bisa puasa dulu di awal bisnis”. Waktu itu beliau mengutarakan keinginannya kepada istri dan mendapatkan support. Menggunakan tabungan untuk memulai bisnis.

    Angkringan Ratu adalah bisnis pertama yang beliau jalankan. “Tahun pertama masih sepi,” ungkap beliau. Sabar dan tangguh wajib menjadi mental pebisnis. Tidak puas dengan model angkringan Pak Budi mengembangkan usahanya menjadi tempat makan dengan menu andalan Sate. Menu sate ini awalnya adalah menu paling laris di angkringan ratu. Memilih untuk menekuni menu spesifik Pak Budi terus mencari formula bumbu terbaik untuk Sate Ratu, hingga lahir Sate Ratu dengan bumbu merahnya yang terkenal disukai pula oleh turis mancanegara.

    Bumbu merah ini adalah perpaduan racikan antara bumbu sate Rembiga khas Lombok dengan bumbu Banjarmasin. Tahun 2018 Sate Ratu sukses menjadi salah satu menu di perhelatan Food Start Up Bekraf. Saat ini sate ratu telah memanjakan lidah turis mancanegara, lebih dari 70 negara. Apa yang membuat Sate Ratu begitu spesial?

    Selain tampilannya yang bersih dan elegan, rasa khas bumbu merah yang tersaji saat panas sungguh nikmat di lidah. Seakan daging sate dan bumbunya lumer di mulut. Sate Ratu bumbu merah sedikit pedas, cocok untuk kamu yang suka makanan berbumbu. Pak Budi selalu mengingatkan, “Sate Ratu enak dimakan ditempat.” Benar saja, ketika membandingkan sate yang sudah dingin dan yang masih panas, rasanya sungguh berbeda. Yang panas lebih endes ulala. Bumbu yang sedikit pedas, lemak sate yang lumer di mulut, daging yang dibakar dengan sempurna menjadi paduan yang luar biasa. Pokoknya harus coba makan ditepat pas lagi panas-panasnya.




    Selain Sate Ratu juga ada Lilit Basah. Lilit Basah ala Sate Ratu ini juga tidak ada duanya. Sate Lilit berbentuk kotak dengan kuah manis dan irisan acar. Sedap dan segar sekaligus ketika disantap. Kamu yang tidak suka pedas sama sekali patut memesan menu ini. Daging Lilit basah yang lembut dengan bumbu manis dimakan bersama acar yang segar, benar-benar mantap.


    Ada menu baru juga di Sate Ratu, Sate Kulit. Sekilas susah dibedakan dengan Sate Ratu Bumbu Merah. Sate Kulit ini salah satu yang menjadi favorit. Kulit yang tebal rasanya juicy ketika dikunyah. Ditambah dengan nasi akan semakin mantap.


    Kiri : Sate Kulit, Kanan : Sate Merah

    Kalau kamu pengen coba bikin sate ala Sate Ratu di rumah bisa beli Bumbu Merah untuk dibawa pulang. Bumbu Merah instan ini juga bisa digunakan sebagai bumbu serbaguna untuk aneka masakan.


    Gimana? Tertarik untuk mencoba? Langsung datang ke gerai Sate Ratu di Jogja Paradise Foodcourt Jalan Magelang No.KM. 6, Kutu Tegal, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.







    Kau selalu ada dalam imajinasi cintaku
    Realita duniaku
    Kau adalah tempatku belajar merindu
    Menerka arti kehidupan
    Seperti kanak-kanak belajar berjalan
    Tertatih tapi akhirnya bisa berlari
    Tapi aku tak mau berlari menujumu
    Karena kau juga bukan tujuanku
    Kita hanya akan bertemu jika tujuannya sama
    Atau tujuan Tuhan memang begitu
    Ya, begitu saja aku
    Menjadikanmu tempat belajar
    Kau boleh bilang aku tak punya kemauan
    Atau aku egois
    Tuan, ini hanya masalah keyakinan

    Keyakinan

    by on 5:35:00 AM
    Kau selalu ada dalam imajinasi cintaku Realita duniaku Kau adalah tempatku belajar merindu Menerka arti kehidupan Seperti kanak-...


    Sebuah keberuntungan bersama teman-teman Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jogja bisa mencicipi menonton di dalam dome dengan layar full setengah lingkaran. Ini pertama kalinya buatku dan kebanyakan juga baru pertama, baru tahu juga malah. Dome 360 theatre ini terletak di komplek Pyramid Jalan Parangtritis, dekat dengan Institut Seni Jogjakarta. Kalau mau ke Dome dari pintu masuk langsung saja parkir di bagian belakang. Bayar parkir 2000 dan bawa motor masuk. Letak Dome ada di bagian belakang.




    Dome besar berwarna putih ini mempunyai kompleks sendiri. Mulai dari pintu masuk dan loket tiket, cafe yang menyajikan beragam makanan, tempat duduk dan kolam, lalu dome besar berwarna putih. Mirip sekali dengan rumah Teletubies hanya beda warna. Sebelum masuk ke dalam Dome kamu bisa berfoto di area taman dan kolam yang tertata dengan apik dan ciamik.

    Untuk durasi menonton sekitar 30 menit harga yang harus dibayar hanya 25.000 (masa promo). Ada beragam film yang disajikan, mulai dari film dokumenter, adukasi hingga animasi lucu. Judul atau jenis film yang akan diputar berbeda setiap sesinya. Jadi untuk informasi film tanya langsung saja dengan petugasnya. Ada beberapa sesi pemutaran film dalam satu hari, mulai dari pukul 14.00 hingga 21.00. Dome dengan kapasitas 400 orang ini juga tetap melayani pengunjung meski hanya dua orang. Kamu bisa ajak satu desa atau ajak gebetan biar romantis berdua pas gak ada pengunjung lain.

    Pas masuk dome kamu bakal dikasih bag khusus, bukan.. bukan buat oleh-oleh, tapi tempat sepatu. Tidak diperkenankan memakai sepatu ketika masuk ke dalam Dome. Hamparan karpet menyerupai rumput terhampar menutupi permukaan lantai. Memang enaknya sambil tiduran sih, capek kalau nontonnya sambil duduk. Harus selalu mendongak ke atas, kan pegel. Santai aja lah rebahan sambil foto, bikin video, update status “Lagi nonton di Dome Theatre 360 nih, seru gais.”


    Daripada animasi aku lebih suka film tentang proses pembentukan bumi dan ruang angkasa. Layar 360 derajat  dengan warna warni antariksa benar-benar cantik. Apalagi dengan efek 3D meskipun bukan film 3D, mempermudah otak untuk mengimajikan melayang di angkasa. Sangat menyenangkan. Gak memperhatikan lagi orangnya lagi ngomong apa, sudah berimajinasi sendiri. Didukung dengan sound layaknya bioskop membuat sesi nonton semakin menyenangkan.

    Setelah menonton, kami berbuka bersama di area food court. Beragam makanan disajikan, semuanya enak. Ada nugget pisang dengan taburan keju, kebab, bakso, bakmi, seblak dan masih banyak menu yang bisa dipilih. Makan malam di area Dome terasa nyaman dan menyenagkan. Ditemani suara gemiricik air kolam dan cahaya temaram yang menerpa kios dan furniture kayu.






    Kerusuhan yang terjadi di kota, imbasnya untuk seluruh negara. Bukan… bukan hanya akses media sosial yang terbatas. Berapa yang demo? mencapai 6000 jiwa? Berapa yang rusuh? Sekitar 300 jiwa? Berapa korbannya di TKP? Ratusan?? Lalu semua ini tidak sesederhana itu. Padahal itu saja sudah rumit.

    Seantero Indonesia mengalir amarah, membara kebencian. Cacian.. makian.. hinaan.. bahkan doa-doa buruk. Di sudut-sudut bangsa mekar kesedihan dan cemas. Pada keluarga yang ada di kota, pada semua yang telah terjadi. Energi buruk bagai kabut merambat ke semua daerah dan menyelimuti hati yang semakin dengki.

    Tidak salah memang dengan demo dan aksi damai. Sekali lagi “aksi damai” nya tidak salah. Sungguh-sungguh tidak salah.

    Bagian yang buruk adalah segala energi negatif yang disebarkan bahkan hanya dengan satu umpatan kepada warganet yang bahkan tidak tahu siapa.

    Energi itu tidak dapat dimusnahkan. Ia akan mengalir dan kembali. Bukankah apapun perbuatan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan? Percaya tidak sih sebenarnya? Bagaimana kalau dampak perbuatan buruk itu kembali sebelum sempat meminta maaf? Sebelum diri sadar akan kesalahan? Apalagi yang telah beranak-pinak di dunia maya. Membayangkannya saja aku ngeri.

    Ayolah kawan… kita ini sama-sama manusia, punya akal dan hati. Kita satu bangsa, Indonesia. Bahkan ada yang satu kota atau tetangga.

    Bagaimana kalau sehari saja percaya pada Tuhan. Tuhan kalian masing-masing. Bahwa Dia Sang Maha segalanya. Maha Adil Bijaksana, Maha Tahu, Maha Kasih tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang bahkan hanya sekadar berniat baik.

    Berhenti saling mencaci, berhenti sebar berita hoax sana-sini, istirahatkan hati dari dengki dan benci. Serahkan semua pada Tuhan dan semesta. Tempuh jalur yang baik dan damai. Kalau caranya baik, doanya baik, masak sih Tuhan tega?? Gak percaya ya sama Dia??

    Coba dahsyat mana kekuatan tahajud dan sungguh-sungguh ribuan orang, memohon padaNya, lalu besok dengan damai menempuh jalan yang benar. Dengan aksi massa yang memicu masalah baru. Mana yang mampu membuat seantero bangsa tersentuh?

    Okelah.. kita punya kebenaran masing-masing. Tapi siapa yang paling benar dan bersih?? Hanya Tuhan yang tahu. Apa yang terbaik untuk bangsa ini?? Tuhan juga yang paling tahu.
    Berjuanglah dengan cara yang terbaik dan benar. Yaitu cara-cara yang tidak menyebabkan orang lain rugi dan tersakiti. Jika perjuanganmu melukai, cacat sudah.

    Bukan untuk salah satu kubu. Semua.. semua yang menimbulkan luka pada orang-orang diluar sana.




    Menuruti dunia dan manusia itu melelahkan, tapi nyatanya banyak yang melakukan. Membutuhkan banyak biaya dan menyita energi, tapi masih saja ada orang yang rela demi kehidupan yang “mampu menimbulkan decak kagum dan pujian”. Demi memuaskan orang lain, bukan demi diri sendiri. Demi mereka yang di luar sana.


    Kebahagiaan yang digantungan di luar sangat tidak stabil dan rapuh. Usaha-usaha untuk tampil baik dihadapan dunia membuat banyak orang lupa untuk berteman baik dengan diri sendiri.
    Hidupmu akan baik-baik saja kok meski ada yang tidak suka, tetap baik-baik saja meski tidak mengikuti trend, tidak sering posting pergi jalan-jalan, posting makanan, dan posting-posting yang lainnya demi mendapat banyak like, komentar, dan pengikut.
    Kalau menginginkan ketenangan dan bahagia sumbernya harus dari diri sendiri. Merawat diri dan mengucapkan terimakasih pada diri itu penting. Tidak ada yang tahu persis lelah dan perjuanganmu selain kamu dan Tuhan.


    Terimakasih pada pikiran dan hati yang kuat menanggung beban dan segala perasaan tidak nyaman, terimakasih pada kaki yang masih setia menemani meski sering lelah berjalan, terimakasih pada tangan yang sangat membantu setiap harinya, terimakasih pada telinga yang mampu menangkap musik yang menyenangkan dan kepada semua bagian dari tubuh.

    Untuk itu, menjaganya agar tetap sehat dan berlaku adil itu sangat penting. Menjalani hidup sehat, makan makanan yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tubuh, dirawat dengan baik tidak harus pergi ke klinik kecantikan dan sebagainya.

    Diri adalah teman yang paling setia, menemanimu kapan saja dan di mana saja. Ketika tidak ada yang diajak bicara, kamu tetap bisa berdialog dengan diri sendiri. Tidak.. ini bukan perbuatan sia-sia nan gila. Jiwamu yang telah menanggung banyak hal dan banyak beban, jangan lagi disalahkan dan dipaksa menuruti kehendak dunia.

    Hiduplah bebas pada jalan yang kamu pilih. Jalan kebaikan yang sesuai denganmu. Percaya bahwa diri bisa menjadi lebih baik, dan lebih baik. Tidak perlu sungkan untuk menolak dan berkata tidak. Tidak perlu takut berbeda dan nikmati semuanya meski sendiri.
    Bersemangatlaaah….





    Tanggal 22-23 Maret 2019 PLUT-KUMKM DI Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta kembali mengadakan pameran Produk Craft dan Fashion Istimewa, setelah sebelumnya sukses menggelar Halal Food Expo di Jogja Expo Center. Gelar Produk Craft dan Fashion Istimewa ini dilaksanakan di Lokasi di Pyramid, Jl Perintis Km 5,5 Bantul.


    Memasuki halaman Pyramid, pengunjung akan disambut oleh aneka kuliner lokal yang membangkitkan hasrat makan. Ada banyak jenis makanan dan minuman siap saji maupun produk kemasan yang bisa dibawa pulang. Salah satu stand yang aku kunjungi adalah Jamu Bu Unun. Satu botol jamu kunir asem dingin seharga 5000 rupiah sukses menghilangkan dahaga dan menyegarkan badan di tengah cuaca panas.

    Suami Bu Unun membantu menjaga Stand

    Tidak hanya jamu siap minum, stand Jamu Bu Unun juga menyediakan aneka jamu instan dengan harga yang sangat terjangkau. Ada temulawak, kunir putih, beras kencur, dan kunir asem. Bahan yang digunakan alami serta tanpa pengawet. Aku mendapat tips cara yang benar mengkonsumsi jamu. Sebenarnya fungsi utama jamu bukan untuk mengobati, tapi mencegah, jadi konsumsi jamu itu ya sebelum sakit.

    Produk Jamu Instan Bu Unun

    Masyarakat sekarang salah kaprah justru mengkonsumsi jamu ketika sudah sakit. Misalnya kunyit putih fungsinya untuk mencegah kanker, tapi kebanyakan baru mau mengkonsumsi setelah terkena kanker. Kalau kamu mau sehat dan bugar minum jamunya mulai dari sekarang ya.

    Stand UKM Bantul

    Setelah hilang dahaga, kulanjutkan petualangan ke dalam Pyramid. Di area depan tampak stand panjang dengan tulisan yang mencolok “Produk UKM Bantul MANDIRI”. Otomatis penasaran deh dengan aneka produk yang dipamerkan. Ternyata banyak sekali jenisnya mulai dari produk makanan seperti beras dan coklat, aneka aksesoris dan kerajinan tangan juga produk fashion siap pakai dari berbagai bahan. Bantul memiliki potensi UKM yang sungguh luar biasa, bahkan aku baru tahu kalau ada juga yang membuat produk coklat.

    Materi Branding Produk

    Masuk ke dalam ruangan tidak hanya aneka stand yang menyambut tapi, juga ada pemaparan materi di area tengah pameran. Sembari berkeliling kamu juga bisa ikut menyimak dan belajar. Materi packaging dan branding produk dijelaskan secara gamblang oleh pemateri yang masih muda. Penyampaian yang santai dan menyenangkan membuat peserta mudah memahami isi materi dan serius menyimak.

    Produk Wayang Wahyu Art

    Ku edarkan pandang ke sekeliling ruangan dan tertarik untuk berkunjung ke stand wayang. Pemilik stand langsung menyambut dengan senyum yang ramah. Wahyu Art milik Pak Wahyu dirintis sejak tahun 2008. Keinginan Pak Wahyu nguri-nguri budaya sudah tertanam sejak kecil. Latar keluarga dalang menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap budaya. “Ayah dan kakek saya dalang, saya juga bisa jadi dalang, tapi bukan dipementasan semalam suntuk. Ya hanya satu atau dua jam. Wayang itu salah satu warisan leluhur dan budaya bangsa, saya ingin ikut melestarikan.” ungkap Pak Wahyu dengan bersemangat.

    Membuat wayang bukan perkara mudah, diperlukan keterampilan, kesabaran dan ketelatenan untuk menatah wayang dan menyelesaikan proses pewarnaan. Saat ini Pak Wahyu memiliki 5 pegawai tetap untuk membuat wayang. Tidak hanya di Jogja, wayang Pak Wahyu sudah dipasarkan hingga ke Norwegia, Jepang, Amerika dan beberapa negara di Eropa. Harga wayangnya terjangkau mulai dari 15.000 untuk wayang kecil dan pembatas buku, untuk ukuran besar bisa mencapai 1,5 juta.
    Ada penjelasan Tokoh
    di kemasan produk

    Souvenir Wahyu Art























    Wayang kecil bisa diselesaika dalam waktu 2 hingga 3 hari, sedangkan yang besar bisa sampai 3 minggu. “Yang paling sulit dan mahal itu Gunungan mbak, karena sangat detail pembuatannya.” ungkap Pak Wahyu. 

    Kalau mau lihat aneka tokoh wayang sembari mengulik cerita pewayangan bisa banget mampir ke Pramid tanggal 23 Maret 2019. Bisa juga main ke Sanggar Kerajinan Tatah Wahyu Art di Jalan Parangtritis Km 9, Kowen 1, Sewon, Bantul. Nomor yang bisa dihubungi 08170433109.

    Pemilik Wahyu Art

    Produk kedua yang menarik minat adalah aneka kerajinan dari batok. Pada dasarnya aku suka ketajinan yang bertema budaya dan tradisional, selain kedua tema tersebut ternyata kerajinan batok juga termasuk ramah lingkungan karena mengolah sampah dan dibuat dari bahan utama yang organik. Bu Yanti langsung menghampiriku dan tersenyum, beliau menjaga stand bersama dengan suami.

    Bu Yanti pemilik Yanti Bathok Craft

    Yanti Bathok Carft dirintis sejak 2002 di bawah payung CV Surya Usaha Mandiri. Tapi pasca gempa besar melanda Jogja tahun 2006 usaha ini vakum karena banyak kerusakan. Berkat keteguhan dan kerja keras Yanti Bathok Craft kembali ramai pesanan pada tahun 2015. Bu Yanti memiliki 8 orang pengrajin yang membuat aneka produk seperti tas tangan, tas jinjing, dompet, dan aneka aksesoris. Limbah bathok kelapa disulap menjadi aneka produk yang cantik dan bermanfaat. 

    Aneka Tas dan Dompet

    Produk Bu Yanti sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia dan luar negeri. “Terakir kita kirim ke Jamaika, kalau Indonesia yang paling banyak ke Batam, Kalimantan dan Papua.” ungkap Bu Yanti.
     Harga yang produk Bu Yanti mulai dari 90.000 untuk dompet dan 250.000 untuk aneka tas wanita. Proses pembuatan produk dilakukan dengan tangan seperti membuat pola, menyatukan potongan bathok, menjahit dan menambah kain, hingga proses finishing. “Kalau untuk membuat bentuk kancing ada mesinnya sendiri.” kata Bu Yanti menjelaskan.

    Peralatan Makan dan Taplak Meja

    Selain bathok, sabut kelapa juga dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Benar-benar memanfaatkan limbah dan ramah lingkungan. Bu Yanti juga membuka pelatihan, jadi buat kamu yang ingin belajar langsung saja menghubungi beliau di nomor WA 082135352204 atau berkunjung ke showroomnya di Pasar Seni Gabusan Los 2. Kesulitan yang dialami saat ini adalah di digital marketing seperti mengelola media sosial dan website. “Sudah tidak ada waktu dan tidak paham.” ungkap Bu Yanti.

    Di era digital ini pelatihan digital marketing dari dasar memang sangat diperlukan oleh para pelalu UKM. Di usia yang sudah tidak muda lagi baik Bu Yanti maupun Pak Wahyu sangat membutuhkan pelatihan dan bimbingan untuk memulai memasarkan produk secara online.

    Beralih ke produk kekinian, aneka tas dari Alee Bag menarik untuk ditelisik. Karena pemiliknya masih muda dan tidak sulit untuk melakukan digital marketing, pemasaran Alee Bag memang berfokus menggunakan media online. Kamu bisa kepo-kepo instagram Alee di @tas_kanvas_alee
    Berawal dari hobi dan belajar otodidak Kak Tika dibantu adiknya Kak Edi membesarkan Alee Bag sejak 2015. Kalau kamu punya hobi bisa banget ditekuni menjadi bisnis seperti dua kakak ini. 

    Kak Edi dan Kak Tika

    Berawal dari satu mesin jahit untuk belajar kini Kak Tika sudah memiliki 4 mesin jahit untuk memproduksi tas. Ada beragam jenis tas Alee, ada bag, pouch dan clutch. Bahan yang digunakan ada kanvas, goni, beludru dan lurik. Beraneka produk dengan motif yang lucu dan elegant dijual mulai dari harga 15.000 rupiah hingga 150.000 untuk tas besar. Terjangkau kan?

    Produk Alee Bag

    Tidak hanya di Indonesia, Alee Bag sudah dipasarkan hingga Amerika. “Gerai Alee Bag ada di showroom Dekranasda Pleret Jalan Sultan Agung 12. Silahkan mampir.” kata Kak Tika. Memang ketekunan dan semangat pantang menyerah adalah syarat wajib pengusaha sukses. Berawal dari hobi kini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

    Kerja keras pantang menyerah juga dilakukan oleh Bunda Ulfa membuat ecoprint. Produk fashion ramah lingkungan ini sepertinya mulai hits di Jogjakarta. Selain menyediakan kain Bunda Ulfa juga membuat baju siap pakai. Untuk kain harganya mulai dari 200.000 rupiah kalau sudah jadi baju mulai dari 300.000 rupiah.

    Foto Bareng Bunda Ulfa memakai salah satu produknya

    Bunda Ulfa memulai bisnis dari nol dengan modal yang sangat minim bahkan bisa dibilang tanpa modal. “Aku awalnya dari satu kain, laku lalu dibelikan bahan jadi 4 kain. Laku terus diputar uangnya mbak.” cerita Bunda Ulfa. Mulfa Ecoprint ini bisa kamu lihat melalui instagram @mulfa_ecoprint atau WA 081575013798. Penasaran bagaimana cara pembuatan ecoprint? Bunda Ulfa juga menyediakan pelatiihan membuat kain ecoprint.

    Produk baru yang unik dan ramah lingkungan lain adalah tas kulit pohon dengan hiasan ecoprint. Bunda Ulfa memanfaatkan kulit kayu bekas lalu menyulapnya menjadi kerajinan unik dan elegan.

    Dompet Kulit Mulfa Ecoprint

    Masih banyak produk craft, fashion dan kuliner lainnya di Craft dan Fashion Istimewa Dinas Koperasi dan UKM DIY 2019. Semoga acara ini bisa menjadi salah satu agenda tetap untuk membantu mengenalkan produk-produk UKM Jogja. Adanya pameran dapat menarik lebih banyak pengunjung dan ajang untuk menarik customer baru. Pelatihan mengenai seluk-beluk bisnis dan maketing juga penting untuk mengembangkan kemampuan pelaku UKM.


    x