Seperti apa sebenarnya rupa cinta?
Kadang sederhana pada jiwa pemimpi
Yang tidak bisa bebas dari rantai bumi
Mereka menulis syair-syair kekasih
Kadang menjadi begitu rumit dan kejam berbalut nafsu
Apa saja atas nama cinta
Yang hasilnya adalah luka-luka
Kadang berat menimpa hamba yang bahkan diri sendiri masih dicarinya
Hingga tersisa sunyi dan hampa
Kadang juga begitu damai dan dipenuhi kehidupan pada mereka yang penuh penerimaan
Bahagia.. begitulah seharusnya cinta bukan?
Karena dariMu ia berasal

Aku masih tidak mengerti
Mana rupa sebenarnya
Harusnya damai saja

Ketika aku merasa atau punya ide bahwa cinta akan datang
Seakan aku ditarik kembali
Untuk belajar dan menyelam lebih dalam
Pada keagunganMu
Karena lemahnya aku
Cinta membuatku lupa
Lupa
Lupa....
Menuju manusia
Menuju dunia

Bagaimana bisa aku bilang cinta
Sebelum benar cintaku padaMu
Sebelum setia jiwaku untukMu
Seperti perjanjian
Ketika kuputuskan untuk menuju bumi
Menjadi manusia

Mana Rupa Cinta

by on 9:39:00 PM
Seperti apa sebenarnya rupa cinta? Kadang sederhana pada jiwa pemimpi Yang tidak bisa bebas dari rantai bumi Mereka menulis syair-syair k...
Sabtu, 10 Maret Jogja Berkebun mengkuti kegiatan berkebun di Agradaya. Sambutan yang raman dari pemilik Agradaya, Mas Andhika Mahardika serta istrinya membuat kami lebih bersemangat untuk berkebun. Sebelum memulai kegiatan, Mas Andhika memberikan  sambutan dan penjelasan singkat mengenai apa yang akan dilakukan. Agenda berkebun kali ini ada beberapa bagian, yaitu membuat hot kompos, menyemai, membuat pathway kebun dan selai markisa. Sedikit dijelaskan mengenai cara membuat kompos. Ada tiga metode yang biasa dilakukan di Agradaya yaitu:

1. Hot Kompos, metode ini menghasilkan kompos dengan waktu yang relatif singkat. Caranya adalah dengan mencampur bahan yang mengandung banyak C (daun kering) dan N (daun segar/hijau) dengan perbandingan 70:30. Bahan-bahan tersebut dibuat layer dan ditambah dengan bahan-bahan yang busuk atau kotoran dan air secukupnya untuk membantu mempercepat proses fermentasi. Bahan yang sudah dibuat layer kemudian diungkep dengan cara ditutup menggunakan terpal dan dibiarkan selama 4 hari. Setelah 4 hari layer dibolak-balik dan 2 hari sekali dilakukan pengadukan dan penambahan air. Kompos akan jadi setelah 3 minggu.

2. Banana Circle. Metode ini diawali dengan membuat lingkaran dengan diameter 2-3 meter. Semua bahan-bahan organik yang akan digunakan dicampur di dalam lubang tersebut. Di sekitar lubang ditanami pisang agar terbentuk lingkungan mikro yang lebih sejuk.

3. Kandang Ayam, dengan cara mempekerjakan ayam untuk memilah mana yang akan menjadi kompos. Bahan makanan sisa yang tidak dimakan ayam akan menjadi pupuk.

Pathway yang dibuat menggunakan batu-batu pipih yang disusun dengan rapi. Kegiatan selanjutnya adalah membuat semaian bibit. Menanamnya tidak menggunakan polibay tapi daun pisang yang digulung. Metode sederhana ini membuat bibit yang tumbuh tidak akan rusak saat proses pemindahan untuk ditanam pada media yang lebih besar. Terakhir adalah membuat selai markisa. Membuatnya sangat mudah.

1. Siapkan bahan yang akan digunakan, yaitu : buah markisa, air, gula, agar-agar bubuk. Bisa diambah garam sesuai selera. Tidak ada komposisi yang baku, semua bahan tersebut silahkan dicampur sesuai selera masing-masing.

2. Rebus buah markisa yang sudah ditambahkan air dnegan api sedang hingga mendidih.

3. Campur gula secukupnya sesuai selera.

4. Masak dengan api kecil dan tambahkan sedikit agar-agar fungsinya untuk membuat tekstur yang cair menjadi agak padat seperti selai.

Jadi deh.... bisa disaring atau dimakan langsung sama bijinya. Bijinya juga enak kok..


Sambutan dari Agradaya


Teh Bunga Telang dicampur sereh, bunga telang tidak ada rasanya lebih sebagai warna, serehnya kerasa soft banget



Bunga Telang




Membuat Hot Kompos


Membuat Pathway Kebun

Semai bibit tanpa polybah, menggunakan daun pisang


Campuran media tanam 1:1:1 tanah:pasir:kompos

Karena pesertanya banyak kita bantuin masak pecel


Salah satu produk Agradaya



Membuat Selai Markisa


Selai yang sudah jadi


Kombucha Bunga Telang, Rosela, teh biasa









Tanam serentak merupakan agenda yang diselenggarakan oleh Indonesia Berkebun dan diikuti oleh setiap kota seperti Batang, Cirebon, Makssar dan Jogja. Kegiatan yang dilakukan adalah menanam beberapa jenis tanaman dengan ketentuan:
1. Sayuran daun
2. Sayuran buah
3. Buah yang bisa dipanen dalam waktu tiga bulan
Tanam serentak dimulai pada tanggal 24 Februari dan berlangsung selama 3 bulan mendatang. Selama proses penyemaian benih, menanam hingga panen setiap daerah bisa memposting kegiatannya di media sosial. Tidak mau ketinggalan dengan kota lain, Jogja Berkebun juga mengikuti agenda ini.

Rencana Map Kebun
Memperbaiki Bedengan
Merapikan Kebun

Menyiapkan Bibit



Menanam Bersama





Merawat yang sudah ada
Menanam dengan gembira





Sabtu, 24 Februari 2018 Jogja berkebun kedatangan tamu istimewa sekali. Ibu Ida, merupakan salah satu co Founder Indonesia Berkebun dan pegiat urban farming. Ibu Ida itu orang baik banget dan santai. Aku bertugas untuk menjemput dan mengantar beliau, jadi bisa ngobrol banyak. Asyik lah beliau ini orangnya. Udah ke Jogja biaya sendiri seharian ngasih materi, keren banget. i admiring her from the first time we meet. Acara ini diadakan di Caping Merapi, mau kepo silahkan search IGnya ya.. banyak anggrek di sana.



Materi pertama yang disampaikan beliau adalah menenai Indonesia berkebun itu sendiri. Bagaimana sejarah berdirinya, tujuannya, dan kegiatan-kegiatan Indonesia Berkebun saat ini. Indonesia berkebun merupakan komunitas sosial yang menyebarkan semangat berkebun. Inisiatornya dulu Kang Emil yang memanfaatkan lahan kosong di Jakarta untuk menanam bersama. Indonesia berkebun memiliki tiga landasan utama, Ekologi, Ekonomi, dan Sosial. Jadi dengan berkebun kita memahami fungsi lingkungan sekaligus merupakan kegiatan sosial yang bernilai ekonomi. Bukan hanya sekadar menanam dan memanen tanpa makna.

Menanam terlihat sederhana, menunggu tumbuh, panen dan dikonsumsi. Ya, tujuan utama menanam memang untuk kepentingan konsumsi. Selain memahami bagaimana cara menanam yang benar, kita juga harus mengetahu manfaatnya, agar selalu bersemangat untuk terus mananam. Ada beberapa poin yang disampaikan Bu Ida.

Menanam yang ada nilai gizinya. Memang dengan asal menanam saja tanaman tetap akan tumbuh dan bisa dipanen. Tapi belum tentu sayuran atau buah tersebut mengandung nilai gizi yang dibutuhkan tubuh atau mengandung nilai gizi seperti yang seharusnya. Cara menanam, media yang digunakan, penggunaan pestisida sangat berpengaruh terhadap kandungan gizi pada tanaman. Bahkan cara yang salah dapat menyebabkan tanaman terkontaminasi logam berat. menggunakan air atau tanah terkontaminasi atau menanam di dekta jalan raya yang banyak polusi timbal misalnya. Menyebabkan polusi atau racun tersebut terserap tanaman dan justru kita makan. Jadi perhatikan metode yang digunakan dan rawat tanaman dengan baik. Nutrisi yang akan kita makan berbanding lurus dengan nutrisi yang kita berikan. Ya kalau tanamannya hidup seadanya makan yang kita makan nutrisinya juga seadanya donk. Jangan berharap tanaman yang terlantar bisa dengan sendirinya memberikan zat-zat gizi seperti yang kita inginkan.

Memperhatikan media tanam. Pelajaran biologi ini. Jadi di dalam tanah, di daerah perakaran itu ada yang namanya Rhizosphere. Semacam lingkungan perakaran dengan berbagai macam mikroorganisme yang hidup di dalamnya. Jika lingkungan ini terjaga dengan baik, maka tanaman akan tumbuh subur. Karena penyerapan nutrisi juga dibantu oleh mikroorganisme tanah. Bukan hanya pupuk saja yang penting. Belum tentu pupuk yang kita berikan itu bisa terserap sempurna lo sama tanaman. Pupuk bisa diserap tanaman jika ada bantuan mikroorganisme dan pH tanah seimbang. Intinya menjaga kesuburan tanah itu sangat penting, tidak hanya memberi pupuk saja. Bagaimana cara menciptakan lingkungan perakaran yang baik ini? Pakai pupuk kandang atau kompos saat menanam. Biar tanahnya bisa recovery. Tanah yang digunakan terus-menerus tanpa recovery akan menyebabkan penurunan hasil produksi dan bahkan tidak dapat ditanami lagi.

Materi selanjutnya adalah mengenai penataan kebun. Apalagi kalau kita ingin hasil panennya bisa bernilai ekonomis. Maka penataan seperti pembuatan bedeng dan menyeseuaikan waktu panen sangat penting.

Ada banyak yang disampaikan Ibu Ida sebenarnya. Bisa menjadi topik tulisan yang berbeda-beda. Tentang filosofi menanam dan kebun Al Quran juga. Lain waktu saja ya kalau ingat aku tulis tentang dua topik itu. Hehehe... Mau ganti nulis yang lain.

Sampai Jumpa di Kegiatan Jogja Berkebun Selanjutnya...

Pada serius



Semangat Menanam yak.....

Paijo, kucing paling ganteng di Caping Merapi