Apa yang akan kita lakukan? Begitulah yang kami pikirkan ketika menginjakkan kaki di Rawa Pening. Melihat hamparan air berwarna hijau yang sebagian tertutup enceng gondok ditambah sengatan matahari siang yang langsung menerpa tanpa tedeng aling-aling. Akhirnya, kami menghitung spesies air dan hewan yang ditemui di pinggir rawa, ada juga yang wawancara dengan penduduk setempat. 

Bagian Pinggir Rawa


Kemudian, bersama-sama kami menyewa perahu seharga 40.000 kapasitas hingga 8 orang. Seru sekali menuju ke tengah Rawa menggunakan perahu. Angin yang berhembus saat perahu berjalan membuat cuaca panas tidak terasa. Kami terus melaju menuju tengah rawa sambil menghitung spesies air dan tentu saja foto-foto.^^






Di tempat kami melakukan praktikum, tidak terlihat adanya tambak. Para penduduk mencari ikan secara manual dengan menggunakan jaring yang diikatkan ke empat batang bambu yang ditanam di Rawa. Jaring yang sudah di tenggelamkan, ditunggu beberapa saat baru kemudian diangkat. Belum tahu kenapa penduduk tidak membuat tambak saja. Di pinggir Rawa Pening juga terdapat hamparan sawah milik penduduk.

Setelah puas berperahu, kami sholat dan makan siang. Kami mencari tanaman obat yang ada di sekitar Rawa Pening. Tidak terduga sebelumnya kami akan mendaki bukit. Meskipun tidak terlalu tinggi tapi cukup melelahkan karena cuaca panas.


Pemandangan Dari Tengah Rawa


Pening di Rawa Pening

by on Oktober 28, 2013
Apa yang akan kita lakukan? Begitulah yang kami pikirkan ketika menginjakkan kaki di Rawa Pening. Melihat hamparan air berwarna hijau yang...
Semakin bertambah usia masalah yang datang semakin complicated. Tentu saja, karena semakin dewasa manusia harus semakin bertambah hebat dan kuat. Seharusnya begitu. Tapi dijaman yang semakin bebas dan menghalalkan ke-alay-an, ke-lebay-an, ke-tidak adilan, ke-tidak jujuran dan hal-hal negatif lain yang dibenar-benarkan, hingga dipuja-puja sebagai gaya hidup, manusia justru bisa semakin melemah. Padahal dampak buruknya adalah merendahkan kualitas pribadi.

Dunia bisa saja semakin hiruk pikuk dengan kepentingan yang saling tumpang tindih, semakin semrawut dengan sistem yang yang tidak efektif dan efisien serta tidak dijalankan, semakin kejam dengan hukum yang yang tidak bisa membedakan benar dan salah, dan semakin sumpek dengan pikiran-pikiran kotor yang ada di kepala manusia. Belum lagi masalah yang berasal dari alam, pemanasan, menipisnya sumber daya dan kemunduran kualitas lingkungan. 

Sudahlah,, jangan memikirkan dunia dulu, apalagi masalahnya. Pusing seribu keliling dan tidak akan pernah habis. Disudut-sudut dunia ini Tuhan masih menciptakan orang-orang hebat dengan hati bersih dan tulus. Meskipun jumlahnya mungkin lebih sedikit, tapi kekuatan orang-orang baik itu bisa berkali-kali lipat besarnya dari pada perusak. Karena mereka bersama Tuhan. Semoga kita adalah salah satunya. Salah satu pribadi baik yang bisa dibanggakan Tuhan.. aamiin..

Bukan hanya dunia yang rumit. Tapi masalah dalam hidup juga semakin rumit. Harapan yang tinggi, keinginan yang belum tercapai, kegagalan, keluarga, cinta, sepi, terasing, bimbang, sedih, kecewa, lemah.. dan perasaan-perasaan lain yang mebuat hati dan pikiran berputar semakin cepat. Lalu tiba-tiba semuanya menjadi melelahkan dan membosankan. Apa yang harus dilakukan?

Cobalah untuk tenang.. ingatlah harapan-harapan dan keinginan yang masih belum tercapai dan terlihat sangat jauh. Masih ada cahaya di sana.. masih ada kesempatan,, masih ada peluang untuk maju. Setiap orang memiliki sumber kekuatan masing-masing. Bisa keluarga, orang-orang yang disayangi atau impian. Rasakan kekuatannya.. lakukan apa yang harus dilakukan, tinggalkan apa yang tidak perlu. Tegas. Apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan memulai dan terus melangkah apapun yang terjadi.

Bersemangatlah untuk terus maju, meraih mimpi. Juga tetap perduli pada apa yang ada disekitar. Selalu melakukan hal baik untuk diri sendiri dan lingkungan meskipun terlihat tidak berarti. Ketika kita sudah menjadi hebat, kita bisa melakukan hal penting untuk menyelesaikan satu masalah dunia. Tidak usah muluk-muluk untuk merubah dunia, ringankan saja satu masalahnya. Dan yang pertama selesaikan masalah pribadi.

Semangaat...^^ 

Apapun yang terjadi, hidup ini indah, karena hidup adalah anugerah. Itulah yang saya percayai.


(Terinspirasi ketika saya menikmati Canon in D Minor Bach pagi ini. Salah satu simfoni favorit. Yang lembut dan menenangkan, sembari memikirkan apa yang harus saya lakukan hari ini. Harus bersemangat.)

Mahasiswa dengan segudang pengetahuan dan kesempatan tidak seharusnya menjadi katak dalam tempurung. Hanya mengenal dunia kampus dan berkutat dengan tugas-tugas dan segala macam hal yang hanya berhubungan dengan kuliah. Mengejar nilai yang memuaskan dengan fokus pada studi tidaklah salah. Memang itulah satu kewajiban yang harus dicapai oleh mahasiswa, nilai yang memuaskan. Namun, tidak hanya berhenti pada nilai. Mahasiswa juga memiliki kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk mengembangkan sayap dan terbang yang tinggi. Bukan asal terbang tanpa tujuan alias hanya sekadar bermain untuk menghabiskan waktu luang. Terlalu banyak bermain-main justru menjadi hal yang mubazir dan sia-sia. Salah satu kebiasaan mahasiswa jaman sekarang. Meluangkan banyak waktu untuk bermain-main tanpa tujuan yang jelas. Mahasiswa bukan hanya sekadar bermain, tapi ketika keluar dari kampus, ketika mengunjungi suatu tempat harus diiringi dengan niat mencari pengalaman baru dan mengambil sebanyak-banyaknya pelajaran, yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk menghidupkan kebiasaan berdiskusi dan berbagi cerita. Itulah salah satu kebiasaan yang harus dibangun. Pengalaman dan ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk berbagi. Sehingga, bukan hanya menularkan ilmu namun juga semangat untuk ikut berpetualang.
Lalu bagaimana bisa seorang mahasiswa dapat terbang mengunjungi berbagai macam tempat bukan hanya negeri sendiri namun juga belahan dunia lain? Modalnya adalah dengan karya. Yang membedakan kita dengan universitas-universitas besar di Indonesia bukanlah sebatas fasilitas atau sumber daya manusia. Dilihat dari fasilitas dan segi sumber daya manusia sebenarnya kita tidak kalah dengan universitas-universitas besar di Indonesia. Iklim untuk berdiskusi yang masih kurang, juga iklim kompetensi dan semangat untuk berkarya baru dimiliki sebagian kecil mahasiswa. Semangat berkarya bukan hanya untuk ditanamkan, tapi dibiasakan untuk segera bertindak. Karena, jika hanya niat untuk berkarya, hanya sebatas semangat tanpa usaha nyata untuk aktif dan memulai, akhirnya hingga akhir hanya akan menjadi sebatas niat dan semangat, tanpa hasil. Niat untuk berkarya bisa saja sudah dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa, namun tanpa memulai dengan tindakan nyata, sekecil apapun itu, semangat itu akhirnya hanya berakhir dengan omong kosong.
Jika membicarakan karya, maka kebanyakan orang akan berfikir tentang tulisan. Padahal karya dalam arti luas bukan hanya sekadar berbentuk tulisan. Tulisan seperti karya ilmiah dan jurnlistik atau berbagai macam bentuk tulisan lain hanyalah salah satu contoh. Karya dalam arti luas dapat berupa apa saja yang dapat bermanfaat, dapat digunakan, atau menjadi referensi. Bisa berupa alat, karya seni, sistem, serta gagasan bukan hanya ranah ilmu pasti tapi juga sosial. Karya yang dapat dihasilkan seseorang berbeda, tergantung pada ilmu yang dikuasai dan kemampuan individu. jadi bentuk karya itu tidak terbatas. Yang harus dimiliki adalah kesungguhan, kreatifitas, dan kesungguhan untuk memulai.

Karya adalah modal mahasiswa untuk dapat menjelajahi Indonesia bahkan dunia. Dengan mengikuti berbagai macam kompetisi dari berbagai daerah bahkan level internasional, selain mengasah mental dan mendapatkan prestasi, juga bisa mengenal setiap daerah yang telah dikunjungi. Membuka mata dan melihat wajah yang berbeda dari Indonesia dan mengenal dunia. membuat kita bisa belajar banyak hal karena setiap tempat memiliki adat istiadat, kelebihan, dan wajah yang berbeda. Jangan seperti katak dalam tempurung yang memiliki jarak pandang yang sempit dan pola pikir yang dangkal. Sehingga, ketika gelar sebagai mahasiswa berakhir, lalu kita keluar dari zona nyaman kampus untuk menghadapi dunia luar dengan berbagai macam kesibukan dan keberagamannya kita tidak lagi ragu dan takut untuk melangkah. Karena sudah memiliki modal, selain nilai, kita sudah memiliki kebiasaan untuk berkompetisi dan memiliki pengalaman dengan mbolang.
Akhirnya setelah tahun lalu sempat tidak ada acara jalan-jalan bersama, kali ini terlaksana juga. Dengan bus 50 sheet yang diisi sekitar 30 orang perjalanan terasa menyenangkan menuju kota semarang. Tujuan pertama adalah NASAFOR (Nano Science Forum) UNDIP. Setelah sampai di sana ternyata juga ada kunjungan dari UB. Namun kami tidak sempat melihat presentasi dai UB karena datang siang hari. Kami disambut hangat oleh teman-teman NASAFOR . Diawali dengan goyang caesar bersama untuk membuka acara sesi ke dua. Dipimpin sendiri oleh ketua NASAFOR yang tidak terduga dan tidak diikuti oleh anak-anak SIM yang masih malu-malu. Kami tidak menyangka orang yang sejak awal sangat bersemangat dan kocak menyambut kami, sampai-sampai paling semangat dan heboh goyang caesarnya itu adalah ketua NASAFOR yang prestasinya sudah dapat diacungi jempol. 

Kesan pertama yang cukup mengjutkan bagi kami yang belum tahu. Memang, kadang ketua forum atau UKM ilmiah itu justru aneh-aneh dan dengan bangga menyebut diri sendiri aneh. Kebanyakan dari orang-orang yang pernah saya temui di berbagai tempat, orang-orang yang aktif berkompetisi dan memiliki gagasan hebat bukanlah sosok yang serius, kalem, pendiam, kutu buku atau kaku. Justru mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat, terbuka, memiliki humor yang bagus dan nyleneh. Tidak terlihat bahwa sebenarnya mereka pemikir yang kritis dan kreatif. Hal itu terlihat ketika sudah serius berdiskusi, presentasi, atau melihat karya-karya mereka. Bertemu dengan orang-orang seperti itu merupakan pemicu semangat untuk selalu belajar dan berkarya serta penambah pengalaman. 

Dari presentasi yang sudah disampaikan senior NASAFOR, ada satu kesimpulan yang saya peroleh. Akseleras kemampuan. NASAFOR memiliki sistem sertifikasi untuk setiap anggota. Ada lima tingkatan yang yang harus dipenuhi oleh setiap anggota. Dan tidak main-main, disetiap tingkatan ada kompetensi khusus yang harus dimiliki untuk lulus. Seperti pengetahuan tentang nano, dapat menulis karya tulis ilmiah, melakukan publikasi nasional dan internasional, menjadi juara tingkat nasional dan masih banyak lagi. Dengan tingkat kesulitan yang semakin besar, kemungkinan untuk lulus disetiap tahap saat ini masih kecil mungkin. Namun, dengan terus konsisten meningkatkan kemampuan bukan mustahi beberapa tahun ke depan akan semakin banyak anggota yang lulus dengan waktu yang lebih singkat. Sistem yang baik meskipun sulit pada awalnya, jika terus konsisten bukan berarti tidak mungkin. Bukan sistemnya yang harus ditiru oleh SIM. Tapi semangat dan ketegasan untuk meningkatkan kualitas diri yang harus selalu ditekankan dan dimiliki para anggota.





Kunjungan selanjutnya adalah Lawang Sewu. Sore hari kami tiba di sana dan berkeliling di temani pemandu. Dari pemandu tersebut kami mendapatkan penjelasan tentang sejarah dan konstruksi bangunan. Lawang Sewu yang dulunya merupakan stasiun kereta api saat ini menjadi tempat wisata sejarah yang terkenal dengan suasana yang mistis. Karena tempat tersebut pernah digunakan untuk menyiksa tahanan. Selain sejarahnya, yang paling menarik bagi saya adalah konstruksi bangunan peninggalan Belanda. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari Eropa. Tentu bangunan tua, yang juga dapat ditemui di berbagai tempat di Indonesia seperti kota tua di Jakarta memiliki gaya yang sangat berbeda dengan konstruksi rumah saat ini. Namun meski termasuk bangunan kuno, ternyata konstruksinya sudah modern dan efisien dibandingkan dengan rumah saat ini. Sehingga bangunan tersebut masih dapat berdiri kokoh.

Dimulai dari ruang bawah tanah yang berfungsi ganda, untuk menampung limbah air dari seluruh rumah kemudian air tersebut dapat menjadi pendingin rumah. Berbeda dengan rumah sekarang yang membuang limbah ke selokan dan menggunakan AC sebagai pendingin ruangan. Tidak jarang banyaknya selokan yang tidak tertata dengan rapi justru menimbulkan bau dan menjadi penyebab banjir. Bangunannya pun sangat kokoh karena dibangun dengan bahan-bahan yang berkualitas dan konstruksi yang baik. Yang menarik lagi adalah jendela yang terbalik menggunakan kaca asli yang tipis. Jendela dengan engsel di atas berfungsi sebagai penyaring udara, menyulitkan pencuri untuk masuk rumah, dan menyediakan tempat yang lebih luas di bawah jendela tanpa takut terbentur jendela. Kaca yang tipis berfugsi untuk mengeluarkan panas dari ruangan. Itulah sebagian kecil dari kelebihan konstruksi jaman dulu yang bisa bertahan hingga puluhan bhkan ratusan tahun.

Setelah puas berkeliling, kunjungan terakir adalah rumah Avrina. Terimakasih banyak untuk keluarga Avrina yang sudah menyambut kami..^^ Rumah Avrina berada di daerah rob yang bisa terkena banjir kapan saja. Sehingga penduduk di sana harus meninggikan rumah secara swadaya agar tidak terkena banjir Akibatnya, semakin lama bangunan semakin pendek karena terus di ditinggikan tanahnya. Ada rumah yang sudah menyerupai rumah kurcaci. Mini house. Entah sampai kapan penduduk akan tetap bertahan dengan metode meninggikan tanah. Karena semakin lama tinggi air laut akan meningkat seiring dengan pemanasan global yang menyebabkan es mencair. Jadi harus ada solusi jangka panjang untuk penduduk di daerah rob.

Setelah makan bersama, kita pulang ke Solo dengan hati gembira...

Juga ada dua kejadian yang menarik,
Pertama Wahyu ketinggalan di Pom Bensin karena kami sibuk menikmati lagu Butiran Debu dan tidak ada yang sadar Wahyu tidak ada ( Kasian sekali,,). Akhirnya di jemput tukang ojek. Untung tidak ngojek sampai Semarang,,, ^^
Dua tarif parkir bus di sekitar Lawang Sewu yang mencapai 50.000 (yang benar saja). Untung ada Agus, sebagai mahasiswa teknik sipil yang tahu aturan di jalan dan kota, dia menolak membayar parkir macam mahasiswa mau demo. ^^ Akhirnya,, tak jadi bayarrr,, Begitulah, karena tahu ilmu dan aturan yang benar kita harus berani tegas. Bukan malah ikut-ikutan.

SIM 2013 Goes ke Semarang

by on Oktober 17, 2013
Akhirnya setelah tahun lalu sempat tidak ada acara jalan-jalan bersama, kali ini terlaksana juga. Dengan bus 50 sheet yang diisi sekitar 3...
Beberapa waktu yang lalu Fakultas MIPA merayakan ulang tahunnya yang ke 17. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai macam lomba seperti debat bahasa Inggris, Volley, Basket, Badminton, Scrable, Band dan masih banyak lagi. Juga ada lomba dari Scienta seperti lomba esay, karikatur dan fotografi. Acara hari H tidak kalah seru dengan festival jajanan, musik, stand up comedy, jalan sehat dan masih banyak lagi hingga larut malam. Fakultas MIPA merupakan fakultas termuda di UNS. Namun seiring dengan semakin bertambah usia, FMIPA selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Beberapa jurusan yang sudah ada adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, TI, Farmasi, D3 TI, dan D3 Farmasi.

Acara yang membuat warga FMIPA mendapatkan satu hari libur ekstra ini (kecuali yang masih praktikum) wajib dimeriahkan oleh semua mahasiswa, dosen, dan karyawan. Semoga semakin bertambah usia, fakultas FMIPA menjadi semakin lebih baik.

Juga selamat untuk Biologi yang sudah menjadi juara umum lomba dalam rangka HUT MIPA...^^




Sweet Seventeen FMIPA

by on Oktober 17, 2013
Beberapa waktu yang lalu Fakultas MIPA merayakan ulang tahunnya yang ke 17. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai macam lomba seperti debat...
Galau adalah hal umum yang dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, latar belakang, dan jenjang pendidikan. Merupakan hal yang sangat lazim di alami semua orang. Karena galau merupakan salah satu tanda yang menuntut setiap orang untuk menjadi lebih baik dan segera melakukan sesuatu. Galau bukan berarti kita dibolehkan bermalas-malasan, menunda, kabur, atau sikap-sikap lain yang tidak produktif dengan alasan sedang galau dan tidak mood. Justru ketika galau, kita harus paham apa sebabnya dan segera bertindak untuk mengatasi kegalaun. Bertindak untuk mengatasi galau, bukan sebaliknya. Jadi ketika galau tetep stay cool tidak perlu uring-uringan dan segera bertindak bukan malah bermalas-malasan. ^^

Galau Tetep Stay Cool

by on Oktober 17, 2013
Galau adalah hal umum yang dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, latar belakang, dan jenjang pendidikan. Merupakan hal yang s...