Day 11

 #BPN30DayChallenge2018
Barang Koleksi Kesayangan

Kincir Angin

Entah sejak kapan aku suka kincir angin. Gak tahu juga awalnya kenapa, pokoknya suka saja lihat kincir yang berputar tertiup angin. Rasanya menenangkan dan mendamikan. Terasa ringan gitu lihatnya. Lucu-lucu pula bentuknya. Kincir anginya aku tempel di tembok kamar kos. hehe…

Related image
handmadekultur.de

Koin

Hem… kenapa ya… unik aja koin tuh. Punya lumayan banyak dari inonesia dan beberapa negara tetangga. Mau barter gak??

Related image
Liputan6.com

Teh

Aku lebih suka teh dari pada kopi. Gak kuat pahitnya.. kripik pare saja bagiku sudah pahit, kalau kopi rasa-rasa atau blend dengan krimer dan gula mah suka. Tapi penikmat kopi sejati kan harus suka single origin.. aku mah.. teh aja wes. Jadi di kamar berbaris rapi aneka teh dari berbagai merk dan daerah. Mau ngeteh bareng? Barter boleh banget loh..

Image result for tea quotes
www.sublimehouseoftea.com

Cangkir

Cangkir lucu selalu menarik hati. Bisa buat ngeteh juga ini. Kalau lihat cangkir yang bagus atau lucu gatel pengen punya. Cangkir yang unik membuat waktu minum teh menjadi lebih menyenangkan.

Related image
weheartit.com

Mainan Jadul

Baru punya beberapa mainan sih ini, baru mulai. Untuk konservasi saja, sayang banget kalau sampai punah. Biasa beli kalau lagi ada pasar kangen atau bazar barang-barang jadul. Sekalian beli koin. Tapi biasanya mahalll...

Image result for mainan jadul
Bukalapak
Day 10
5 Rekomendasi Buku/Film/Musik
#BPN30DayChallenge2018

Aku jarang nonton film, lebih suka film dokumenter, jadi aku rekomendasikan buku dan musik saja ya. Dua hal yang gak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.

Image result for read abook and listening music
Quotefancy

Mulai dari buku
Salah satu seri yang paling berkesan bagiku adalah bukunya Buya Hamka, seri Mutiara Falsafah Buya Hamka. Bisa dibilang sejak seri pertama Falsafah Hidup, aku auto menjadi fans Buya Hamka dan memburu koleksi buku Beliau atau tentang Buya Hamka yang ditulis oleh anaknya atau orang lain. Pokoknya ada kata Buya Hamka wes pengen beli aja. Seri Mutiara Falsafah Buya Hamka ada empat buku. Kenapa aku suka? Karena buku ini mengajak berfikir, logis dan memberikan tuntunan untuk menjalani hidup dengan bahasa atau ulasan yang mudah dimengerti. Poin pentingnya adalah uraian dari Buya Hamka tak hanya islami tapi juga mudah dimengerti. Sebelum membaca karya Buya Hamka yang aku baca adalah buku filsafat Barat atau buku-buku motivasi ala pemikiran Barat. Tentang manusia, kepribadian, hidup.. kan kadang rumit juga. Nha.. yang empat seri ini semua mudah dipahami. Merasuk tidak hanya ke otak tapi juga ke hati deh.

Apa saja Bukunya??

1.       Falsafah Hidup
Aku belajar untuk lebih tenang dan jernih untuk menjalani kehidupan. Juga memahami apa saja yang ada di dalam kehidupan. Bagaimana fungsi akal, bagaimana hubungan dengan Tuhan dan Manusia serta bagaimana menjadi manusia sewajarnya.

2.       Tasawuf Modern
Kalau kamu baru mengenal apa itu tasawuf atau takut setelah belajar malah menyimpang, baca saja buku ini. InsyaAllah bahasannya gak njelimet. hehe…

3.       Lembaga Hidup
Isinya adalah beragam kewajiban kita dalam kehidupan. Mulai dari kewajiban kepada Tuhan, manusia, hingga alam semesta.

4.       Lembaga Budi
Isinya.. ya tentang bagaimana kita ini, manusia berbeda dengan binatang dan tumbuhan. Kita diciptakan lebih sempurna, harusnya akhlaknya juga lebih sempurna.
Kutipan Buku:
Kelebihan dan perbedaan manusia dari jenis makhluk yang lain, ialah manusia bilamana bergerak, maka gerak dan geriknya itu timbul dari dalam, bukan datang dari luar. Segala usaha, pekerjaan, langkah yang dilangkahkan, semuanya itu timbul dari suatu maksud yang tertentu dan datang dari suatu perasaan yang paling tinggi, yang mempunyai kekuasaan penuh dalam dirinya. Tidak demikian dengan binatang. Gerak gerik binatang hanya tunduk kepada gharizah (instinct) semata-mata, tidak disertai oleh pertimbangan.

Musik

Salah satu yang sering aku dengarkan adalah lagu-lagunya Sujiwo Tedjo. Semua bermakna dan penuh arti. Enak didengarkan pula. Paling suka itu Ingsun dan Sugih Tanpo Bondo. Kalau diulas bisa jadi satu artikel sendiri. Dua lagu itu, bagiku adalah tuntunan laku hidup. Bukan hanya hubungan dengan Sang Maha Pencipta, tapi yang sering lupa adalah hubungan antar manusia. Bagaimana cara saling menghargai dan toleransi. 



Baca bukunya sambil dnegerin lagunya..
Nyess..
Day 9
#BPN30DayChallenge2018

Sejatinya aku  gak pernah blog walking, ikutan komunitas blogger saja baru-baru ini. Jadi aku sama sekali gak punya referensi blogger favorit. Kalau lagi luang di depan leptop yang aku baca mojok atau website soal isu lingkungan atau baca website yang sudah aku subscribe lewat email. Ada science direct, astrology, earthy mama, just add ice orchid, UN Environment, hipwee, Feed Spot Today, Wake Up World, aku sebutkan yang tadi tampil di halaman email sebelum aku tulis artikel ini, banyak sudah, jadi gak pernah blog walking. Daripada maksa ngambil 5 blogger, aku tulis tiga orang yang tulisannya biasa tak kepoin deh ya…

Sebelum mengenal mojok.co lebih dulu aku mengenal mas Agus ini. Suka banget dengan gaya penulisannya yang santai dan enak dibaca, hingga akhirnya menjadi pembaca setia mojok.co. Bagiku gaya penulisan yang lucu, santai dan rada nyeleneh begini bisa menghadirkan kritik dengan cara yang lebih selow. Ide tulisannya segar dan bisa kritis juga tapi tetap santai.. Sampai sekarang belum punya kesempatan kenalan sama orangnya. Pengen deh kenalan.. hehe.. Aku fansmu eh tulisanmu lo mas sejak bertahun-tahun lalu.

Kalau mbak Astri ini aku follow di instagram duluan. Suka banget dengan tips sehat dan DIY nya. Orangnya juga ramah kalau di komen atau di DM. Bukalah blognya, niscaya banyak manfaatnya dan menarik. Meski gak sering masak, tapi aku juga termasuk suka masak sederhana di kosan, jadi tips masak dan menyimpan bahan makanannya sangat bermanfaat.

Kenal juga dari Instagram duluan, sering banget kepo soal cerita perjalanan dan ulasan soal zodiak juga kepribadiannya. Lebih sering buka storynya sih daripada blog. Cara berceritanya santai dan menyenangkan untuk dibaca.


Ya.. gitulah.. aku gak cerita banyak-banyak. Kalian klik dan kepo sendiri saja ya… hehe


Blogger Favorit

by on 8:18:00 AM
Day 9 #BPN30DayChallenge2018 Sejatinya aku  gak pernah blog walking, ikutan komunitas blogger saja baru-baru ini. Jadi aku sama sekal...
Day 8
#BPN30DayChallenge2018

Buku
Pergi tanpa buku itu rasanya gampang kesepian. Buku adalah teman terbaik ketika keluar rumah, selain google maps. Pas di luarkan banyak waktu luang karena nunggu, antri, gabut dan macam-macam hal yang membuat bingung mau ngapain. Yapz… buku bisa menemani setiap saat. Apalagi kalau aku lagi ‘males ngobrol mode on’, buku selalu jadi tempat berlabuh.
the crazy list

Fbookriot.com

Alat Tulis
Aku suka mencatat langsung dengan pena, gak pakai gadget atau notes. Lebih enak saja nulis langsung. Selain buat catatat kegiatan, alat tulis juga sangat berguna untuk menulis ide yang tiba-tiba, bikin puisi, atau apa saja yang terlintas di pikiran. Kalau gak ditulis lupa e.

Kosmetik (Parfum, pelembab, lipstik, bedak)
Kebutuhan cewek.. empat benda itu selalu ada di tas meski kadang juga gak kepake. Tapi harus banget bawa karena bisa dibutuhkan tiba-tiba. Apalagi kalau perginya seharian, khaan perlu biar tetap terlihat segar. Gak kelihatan deh minimal kalau belum mandi. hehe…

Botol Minum
Menghindari beli minum kemasan kecuali kepepet banget. Sayang sampahnya. Jadi harus bawa botol minum sendiri.
Image result for bring your own bottle

Dompet dan Hp

Semua orang sudah paham maha pentingnya kedua benda itu. Mau ke mana saja asal membawa keduanya aman sudah.

Day 7 #BPN30DayChallenge2018


Awal di Jogja aku bingung banget mau makan di mana. Makanannya manis, sampek sayurnya juga manis. Nasi goreng manis, sambel manis, bakmi manis, mi ayam manis, astaga.. bingung banget cari makanan yang cocok di lidah. Apalagi aku penyuka makanan pedas. Palingan makan di kantin atau masak sendiri biar bisa sesuka hati dengan rasa. Sekarang sudah sekitar dua tahun di Jogja, lumayan dapat beberapa tempat makan yang cocok di lidah.

1.       Warung Belik Sleman
Tempat ini nyaman banget, paling suka duduk di gubuk pinggir sawah. Suasananya tenang dan nyaman. Kalau dilihat dari depan, tipe bangunannya mirip rumah nenek dengan kayu-kayu jati. Aku lebih suka menyebut tempat ini dengan Rumah Nenek. Begitu masuk luas banget. Sajian menunya juga masakan jawa sederhana, sayur kacang, sayur bening, lodeh, tahu bacem, aneka masakan ikan, grengan dan sambal, dan yang sangat penting adalah gak manis ala masakan Jogja. Ada dua pilihan nasi, nasi putih dan nasi merah. Seringnya aku di sana makan dengan nasi merah pakai sayur, favorit bacem tahu yang gak manis sama sambel bawang pedes. Minum teh tarik atau kopi tubruk. Nyeruput kopi sambil mendengarkan suara gemericik sungai dan hewan malam rasanya tenang dan menyenangkan. Suka banget sama kopi tubruknya. Ngopi sambil main balon sabun juga menyenangkan.

2.       Kimi-Kimi
Tempatnya gak terlalu besar tapi nyaman, banyak sepinya serasa privat. Rata-rata gak rame kalau ke Kimi-Kimi, hanya di jam-jam tertentu saja. Makanannya enak dan cocok di lidah, gak serba manis. Kalau ke sini paling suka dengan dessertnya. Puas deh dengan beragam pilihan.

3.       Mi Ayam Pojok Teknik
Yang bikin enak itu kuah kental dan sambal yang rada berminyak. Mie ayamnya juga bisa pakai topping batagor atau shiomay.

4.       Bale Bebakaran
Kalau lagi pengen es buah atau es teler langsung tancap gas ke Bale Bebakaran. Selain banyak pilihan sambal ada beberapa menu seefood yang enak juga di sini. Harganya juga pas, gak mahal. Bisa makan rame-rame karena tempatnya luas. Dilengkapi dengan kamar mandi dan mushola.

5.       Soto Surabaya Cak Marsit
Setelah berkelana mencari Soto yang enak dan gak manis, berlabuhlah hati ke kedai Soto Surabaya dekat UNY ini. Ada bumbu koyanya dan pakai ayam kampung. Harganya murah meriah, 10.000 udah sama minum.

Aku gak masukin kedai kopi di sini, kalau kedai kopi ada juga yang andalan. Di Jogja sekarang banyak banget cafe dan tempat makan baru. Dari yang harga mahasiswa sampai yang mahal. Tapi aku suka makanan lokal dan berbumbu. Ketimbang makanan ala western, italy atau merk luar negeri lainnya. Pernah selama hampir dua minggu survey cafe-cafe di area Jogja. Lama-lama bingung aku mau pesen apa.. hehe.. gak ada mi ayam, soto atau pecel gitu ya? Selera ndeso banget lah..


5 Warung Makan Favorit

by on 12:43:00 PM
Day 7  #BPN30DayChallenge2018 Awal di Jogja aku bingung banget mau makan di mana. Makanannya manis, sampek sayurnya juga manis. Nas...