Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan


Kau selalu ada dalam imajinasi cintaku
Realita duniaku
Kau adalah tempatku belajar merindu
Menerka arti kehidupan
Seperti kanak-kanak belajar berjalan
Tertatih tapi akhirnya bisa berlari
Tapi aku tak mau berlari menujumu
Karena kau juga bukan tujuanku
Kita hanya akan bertemu jika tujuannya sama
Atau tujuan Tuhan memang begitu
Ya, begitu saja aku
Menjadikanmu tempat belajar
Kau boleh bilang aku tak punya kemauan
Atau aku egois
Tuan, ini hanya masalah keyakinan

Keyakinan

by on Juni 12, 2019
Kau selalu ada dalam imajinasi cintaku Realita duniaku Kau adalah tempatku belajar merindu Menerka arti kehidupan Seperti kanak-...
http://www.flowermeaning.com/tulip-flower-meaning/




Di dalam diri seseorang, ada sebuah ruang yang tidak bisa ditempati oleh manusia. Karena manusia bisa berubah. Juga tidak bisa ditempati dunia. Dunia tidak membawa kedamaian dan mengaburkan kedalaman. Suatu ruang yang hanya bisa dipenuhi oleh Tuhan. Sebagai dasar membentuk pemahaman. Pada manusia, dunia dan kehidupan. Jika tempat itu kosong, atau kurang adanya kehadiran dan mengenal Tuhan. Saat itulah seseorag menjadi begitu rapuh dan mudah hilang. Jika di sana ada pengetahuan dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Penuhlah ruang itu dengan segala makna yang ada dalam hidup bahkan setelah kehidupan. Yang nyata maupun yang hanya bisa dirasa. Yang fisik maupun yang tidak kentara. Relung dalam hati tempat di mana kedamaian datang bersama cahaya Tuhan.

Sebuah Ruang

by on April 05, 2018
http://www.flowermeaning.com/tulip-flower-meaning/ Di dalam diri seseorang, ada sebuah ruang yang tidak bisa ditempati oleh manusia....
Dulu pernah juga aku menulis tentang galau yang sedang trend dan ternyata hingga sekarang semakin trend. Dalam arti banyak anak muda, anak-anak, atau anak tua yang kesehariannya mengucapakan kata galau. Sedikit-sedikit galau, sebentar-sebentar galau. Padahal hidup itu ya sekumpulan galau yang kalau sudah teratasi ganti galau yang lain, begitulah mekanisme peningkatan hidup. Kalau galaunya sama berarti belum ada peningkatan dalam kehidupan. Galau berarti ada masalah yang sedang dihadapi atau yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Galau karena masalah diatasi dengan menemukan akar permasalahannya, bukan melulu menginginkan solusi instan. Dengan solusi instan bisa saja masalah tersebut bisa muncul dengan tipe yang berbeda namun dasarnya sama. Jika galau karena apa yang diperoleh atau terjadi tidak sesuai keinginan, Tuhan sedang memberikan pelajaran sekaligus latihan sabar dan ikhlas. Semua galau akan menjadi baik jika disikapi dengan baik pula.

Mungkin diantara pembaca ada yang sering merasa di anak tirikan oleh Tuhan. Kenapa semua yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Merasa tidak ada keadilan dalam kehidupan lalu mulai memandingkan dengan kehidupan orang lain yang lebih baik. Melihat pekarangan tetangga yang lebih indah dipandang mata dibandingan pekarangan sendiri yang hanya berisi tanaman layu hampir mati. Bagaimana mungkin pekarang bisa indah jika pemiliknya justru menghabiskan waktu memandang dengan takjub pekarang orang? Bukannya merawat pekarang sendiri dengan lebih telaten. Mencabut tanaman yang tidak berguna, berpeluh mengolah tanah, belajar bagaimana cara merawat tanaman dan memilih apa yang akan ditanam sesuai dengan musim, jenis tanah atau kemampuan untuk merawat. Bukankah analogi merawat pekarangan ini bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata? Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain lebih baik mulai merawat pekarangan sendiri, mulai membenahi kehidupan pribadi.

Bersyukur dan menerima apa yang ada. Karena mau bagaimanapun kita sebagai manusia tidak punya daya untuk mengintervensi atau mengubah takdir jika Tuhan sudah benar-benar menetapkan itu yang terjadi. Masa yang akan datanglah yang harus diperbaiki dengan usaha yang lebih baik. Mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi, pelajaran apa yang harus diambil. Mengetahui kemampuan diri itulah yang harus dikembangkan, kelemahan bagaimana mengatasi, tidak semua bunga bisa ditanam di pekarangan, harus yang sesuai dengan kemampuan diri merawat. Perlu pupuk, pestisida, mencabut rumput ynag tidak perlu. Untuk membuat diri lebih berkembang manusia harus belajar dan menyerap banyak pengetahuan, meninggalkan yang tidak perlu meskipun terlihat menyenangkan. Kadang hidup terasa damai dan menyenangkan kadang begitu menyakitkan. Tanaman kadang berbunga indah tapi jika kemarau daunnya gugur dan terlihat menyedihkan. Tapi dia tidak mati, hanya sabar bertahan menunggu musim semi hingga ia bisa berbunga kembali.
Baru saja terjadi pertentangan kecil antara kedua teman kemarin sore. Aku, yang saat itu merasa lelah dan sedikit jengah mudah tersulut dan terbawa emosi, mendukung salah satu yang lebih dekat denganku, padahal belum tahu keseluruhan cerita. Yah,, kewajaran pertama adalah kecenderungan untuk memihak kawan yang lebih dekat, atau jahatnya yang lebih bermanfaat. Sore yang kusesali setelah pikiran lebih sadar. Aku yang berusaha untuk memahami setiap orang sering kali malah gagal paham. Bukankah seharusnya aku menelusuri keseluruhan kejadian baru memberikan kesimpulan dan saran? Maaf, ternyata aku masihlah labil dan jauh dari kebijaksanaan.

Begitulah... sedikit cerita yang membuatku berfikir semalaman. Bukannya membuka jurnal untuk revisi thesis, malah asyik membaca buku kepribadian. Aku tidak yakin, aku berjalan di jalan yang benar atau sedang tersesat dan keblinger dengan buku bacaan. Ah,, sudahlah,, kunikmati saja membaca hingga lelah. Meski tak paham banyak.

Aku yang merasa tidak peka ini, mencoba untuk lebih memahami orang-orang. Tapi sulitnya bukan main. Disaat mood sedang jelek, lelah, letih, lesu, lunglai rasanya rasa tidak peduli lebih mendominasi. Kenapa juga aku memikirkan meraka? Toh sendirinya berkepribadian di luar normal atau nalar. Apalagi yang menyimpangnya lebih ke arah negatif dan menjengkelkan orang-orang sekitar. Ada saja, dalam suatu perkumpulan ada orang anomali yang sering jadi bahan gosip karena perilaku dan tingkahnya cenderung kurang disukai. Padahal bisa saja karena dianya tidak peka, polos bin lugu, atau kurang ilmu pengetahuan cara berinteraksi dengan orang. Atau mereka adalah orang jenius dengan dunia sendiri atau bahkan seseorang dengan pemikiran liberal. Banyaklah jenis anomalinya. Alih-alih memberi saran justru jadi bahan omongan dibelakang. Memuakkan kadang... tapi apa boleh buat, aku seringkali juga terbuai sedapnya gosip. Aku bukan si baik hati tanpa dosa.

Melihat seseorang sebagai individu, lalu memahami mereka satu-satu itu sungguh berat kadang. Lebih mudah jika memandang mereka dalam satu keseluruhan, bahwa manusia sejatinya banyak cela. Pasti ada kurang dan lebihnya, baik buruk tingkahnya.

Aku sendiri tidak pandai bicara, hanya mencoba memahami dan tidak memperburuk situasi. Mungkin golongan orang yang tidak bisa banyak memberi saran, hanya mungkin bisa jadi pendengar. Yah.. untuk sementara hanya itu yang bisa kulakukan. Mencoba lebih sabar dan mengerti. Juga... lebih melihat sisi baik orang-orang. Ah.. terdengar naif.. BIarlah..

Kalau kamu... orang yang seperti apa? Apa yang kamu pikirkan tentang hubungan dan sikap orang-orang?

http://w2nswd.deviantart.com/art/Budaya-Indonesia-Ku-260662013

Dulu sekali sewaktu menginap di rumah kakek, aku tertarik menonton wayang. Selain penasaran seperti apa pertunjukan wayang yang membuat penggemarnya sampai tidak tidur semalaman aku juga belum pernah menonton sebelumnya, baik secara langsung maupun siaran di TV dan radio. Jadilah aku dan keluargaku nonton wayang bersama.

Setelah cukup serius dan memperhatikan setiap tingkah polah dalang dalam memainkan wayangnya, aku cukup mengerti apa yang dimainkan. Ada buto dan setan-setan yang di tampilkan dalam adegan yang lucu. Aku sempat berfikir "Kok cerita wayangnya seperti ini? Semacam guyonan saja tidak ada inti ceritanya." Ternyata, itu memang hanya pembuka saja.Setelah hampir setengah jam menonton, cerita sebenarnya baru disuguhkan. Padahal tadi nontonnya sudah serius banget karena biasanya bahasa yang digunakan susah dicerna. Bahkan olehku yang aseli tulen jawa ini.

Ya sudahlah, aku kembali memusatkan perhatian pada dalang dan tokoh-tokoh wayang yang dimainkan. Tapi semakin aku serius ingin memahami bagaimana jalan ceritanya semakin aku tidak mengerti dan mengantuk. Aku tidak mengerti itu tokoh-tokohnya lagi ngomong apa? Mereka siapa?? Akhirnya aku menyerah dan pulang.

Begitulah pengalamanku menonton wayang. Mekipun tidak memahami,  aku mencoba tetap mengapresiasi dengan memaksakan diri sesekali melihat wayang di tv atau mempertahankan sedikit perhatian terhadap wayang dengan support dalam berbagai kegiatan. Sebisanya lah pokoknya.

Sayang sekali kalau orang jawa asli malah sama sekali tidak mengerti tentang wayang. Seperti aku ini contohnya. Padahal itu budaya yang perlu di lestarikan. Semakin banyak orang jawa tidak fasih bahasa jawa, terutama kromo inggil, sudah mulai dilupakan dan jarang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di beberapa daerah pelajaran bahasa jawa sudah tidak ada pada tingkat SMA dan sederajat.Tetanggaku di desa saja anak-anaknya diajak bicara dengan bahasa indonesia. Hanya tersisa kakek dan nenek yang masih berbicara alus bahasa jawa. Kenapa tidak menggunakan bahasa jawa saja di rumah? Toh anak-anak itu tidak akan kudet kurang gahul karena di rumah menggunakan bahasa jawa. Di sekolah dia belajar bahasa Indonesia kok, otomatis bakalan bisa. Para orang tua tidak perlu khawatir akan nasib bahasa Indonesia anak-anaknya. Lebih keren lagi kalau di rumah selain pakai bahasa Jawa selingan pakai bahasa Inggris. Kan bagus tuh,, sudah tiga bahasa dikuasai. Tambah bahasa Arab juga bisa, sekalian belajar ngaji. Biar anaknya juga tidak kurang kerjaan dan menghabiskan waktu dengan mencoba atau menonton yang tidak bermanfaat. 

Kalau lihat anak kecil, di desa gitu ya, bicaranya bahasa Indonesia tiap hari temannya TV atau bahkan main gadget, kok miris ya. Jadi ingat waktu aku kecil dulu, yang permainnya adu ketangkasan dan strategi main berbagai macam permainan tradisional. Lompat tali, lari, sepeda, main layang-layang, manjat pohon, mancing dan masih banyaaak lagi. Alhamdulillah juga sejak kecil langganan Bobo, biasa membaca dari kecil dan bisa keterusan sampai sekarang tetap akrab dengan bacaan dan menulis. Sederhana, yakin banget Bobo adalah awal mula keakrabanku dengan bacaan dan kemudian tulisan. Ada komik keluarga Bobo, Nirmala, Rong-rong. Ada dongeng dan cerpen yang berisi nasehat baik. Ada liputan dan profil yang membuka wawasan anak-anak. Macam-macam.. dan tak lupa hadiahnya yang oke banget. Bapak ibu calon bapak dan calon ibu, anaknya dibelikan buku atau majalah bacaan ya,, biar kalau gede tidak alergi dengan perpustakaan. Kudet sesungguhnya adalah kalau anak-anak gahul kita males baca.  (Kok malah bahas Bobo sih...?)

Kembali soal wayang itu tadi, sayang sekali kalau kedudukannya mulai terganti dengan film-film luar negeri dan pertunjukan boneka modern dll. Padahal wayang bisa dilestarikan dengan mulai memperkenalkannya kepada anak-anak. Melalui pertunjukan sederhana yang menggunakan tokoh-tokoh dalam pewayangan dan bahasa indonesia. Seperti jaman Cepot masih populer dulu. Bisa juga tokoh-tokohnya diadaptasi dalam cerita yang di buat sendiri di sesuaikan dengan penonton. Apakah remaja atau anak-anak. Paling tidak agar generasi muda lebih mengenal budayanya dan menghargai serta melestarikannya.

Banyak sekali cerita dan tokoh dalam pewayangan yang dapat diteladani. Seperti kepahlawanan, kehidupan yang sederhana, perjuangan, dan keadilan. Wayang bukan barang kuno milik orang tua. Tapi wayang adalah budaya kita yang patut mendapat perhatian dan apresiasi. Bisa digunakan juga untuk menyampaikan cerita dongeng, agar generasi bangsa ini memiliki rasa nasionalisme dan memahami budayanya. Bukan hanya bangga dengan budaya impor, lalu budaya lokal menjadi pajangan dari masalalu yang semakin jarang dilirik dan diminati.

Solo adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki semboyan” Berseri” dan slogan “The Spirit of Java”. Memang cocok semboyan berseri untuk kota Solo, selain memang banyak kawasan di Solo yang masih asri dan taman-taman yang tertata dengan rapi dan indah semboyan tersebut dapat dijadikan pemicu semangat untuk menjadikan solo kota yang asri berseri. Di kawasan kampus utama UNS banyak sekali taman yang asri dan tertata dengan rapi. Bukan hanya kawasan UNS, banyak taman-taman yang tersebar di kawasan kota Solo dan terawat dengan baik. Kawasan wisata Balekambang juga cocok untuk berwisata menikmati suasana yang asri. Diharapkan Solo akan menjadi kawasan wisata dan pelopor pembangunan. Dengan slogan “The Spirit of Java” Solo akan memperkenalkan berbagai macam kebudayaan di Jawa. Banyak sekali kebudayaan daerah yang dikembangkan di Solo. Seperti tarian, Gamelan, berbagai macam pentas seni dan upacara-upacara adat. Di Solo juga banyak tempat-tempat wisata bersejarah seperti musium dan Keraton. Di kota solo juga terdapat banyak pengrajin batik. Hingga menjadi salah satu ciri khas kota Solo. Solo juga memiliki banyak pasar tradisional, di antaranya Pasar Klewer,Pasar Legi,Pasar Gedhe dan Pasar Kembang. Pasar Klewer adalah salah satu pasar tekstil terbesar di Indonesia. Pasar-pasar tradisional yang lain menggunakan nama-nama dalam bahasa Jawa, antara lain nama pasaran (hari) dalam bahasa Jawa: Pasar Pon dan Pasar Legi.Ada pula pasar barang antik Triwindu (Pasar Windujenar) serta Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Keraton Solo. Di pasar tradisional ini dapat ditemukan banyak barang antik berbau keraton,topeng,aneka koin serta perhiasan, perabot rumah tangga, hasil kerajinan tangan dan masih banyak lagi.

Pusat bisnis terletak di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional dan makanan lokal, hingga tujuan wisata dan tempat hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini. Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup untuk kendaraan bermotor (Solo Car Free Day) sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Pada saat Car Free day ini selain diisi oleh berbagai macam aktifitas masyarakat seperti bersepeda, jalan-jalan,berolahraga juga diisi dengan berbagai macam atraksi dan pertunjukan seni. Beberapa mal modern di Solo antara lain Solo Square, Solo Grand Mall (SGM), Solo Paragon, Solo Center Point (SCP), Singosaren Plaza, Megaland Solo, Luwes.

mengenai transportasi solo memiliki dua Stasiun. yaitu Jebres dan Balapan. Ada juga Bandara Adi Sucipto dan terminal. Solo juga memiliki Solo Batik Trans yang dikeola oleh Pemda dan banyak jenis Bus dengan jalur yang berbeda. selain iyu juga banyak angkutan umum yang beroprasi di jalan-jalan dalam kota.

Luas kota Solo adalah 44 km2 ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Sisi timur kota ini dilewati sungai Bengawan Solo yang dijadikan tema lagu ciptaan Gesang. Banyak juga orang yang mengenal solo dengan nama surakarta. Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya apa perbedaannya. Nama Surakarta digunakan dalam konteks formal, sedangkan nama Solo untuk konteks informal. Ada juga yang menyebut nama Solo Baru dan Solo Raya. Solo Baru adalah daerah pemekaran dari Solo. Sedangkan Solo Raya adalah kesatuan antara Surakarta dan kota-kota satelitnya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) yang saling bekerjasama satu sama lain.

Sejak mengenal kota Solo karena kuliah di UNS, aku jatuh cinta dengan kota ini. Kota yang lengkap dan sederhana. Banyak sekali tempat-tempat makan yang bisa dikunjungi. Mulai dari makanan dan jajanan lokal yang bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional dan kedai-kedai makan, makanan dari daerah lain hingga makanan cepat saji yang juga menjamur dimana-mana. Namun tetap saja kehadiran makanan dari luar tersebut tidak mengalahkan eksistensi makanan lokal. Makanan khas kota solo antara lain adalah timlo dan Sego Liwet. Selain makanan banyak tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi. Sepeti Keraton Surakarta, berbagai macam musium, taman-taman seperti Balekambang, Manahan, Kebun Binatang Jurug dan masih banyak lagi. Untuk menunjang kebutuhan pelajar dan mahasiswa di kota solo, selain biaya hidup yang relatif murah juga terdapat tempat- tempat untuk mencari buku-buku murah seperti Sriwedari. Bagi yang hobi berbelanja juga ada pasar-pasar tradisional dan pusat-pusat belanja dengan harga murah. Lalu bagaimana dengan masyarakat solo? Tidak perlu terlalu khawatir dengan model pergaulan di kota ini. Karena masyarakatnya memiliki kepribadian yang santun dan baik meskipun sangat majemuk. Begitulah kenapa solo menjadi tempat yang layak dikunjungi. Karena lengkap dan sederhana. Solo juga baru saja mendapat penghargaan sebagai kota dengan kinerja terbaik se Indonesia.


”badge”






Kedamaian..
Duduk dengan tenang
Dengan kawan belajar
Dengan buku dan kesendirian
Membiarkan pikiran menelisik hati
Membiarkan logika memahami rasa
Membiarkan pikiran menyelami jiwa
Biar keduanya padu
Biar lengkap kulit dan isi
Karena kulit tanpa isi hanya kekosongan
Sedangkan isi tanpa kulit tanpa perlindungan

Kedamaian…
Bukan pada riuh ramai
Bukan pada benda-benda dan kemewahan
Tapi justru bersanding pada keserdahanaan dan dalamnya kerohanian

Kedamaian ada pada malam-malam yang tenang
Ketika Tuhan dekat dengan bumi
Dimana manusia berpijak
Ketika Tuhan dekat dengan ruh dan memberikan cahayanya
Bahkan..
Ada pada rintik hujan dan besarnya kesyukuran
Ada pada keikhlasan langkah ditengah panasnya hidup

Jika sulit ditemukan
Mungkin hati yang belum bisa
Memandang kehidupan dari kejauhan
Untuk dekat dengan Tuhan

Dunia semakin lama semakin cepat dan ramai, begitu pula pikiran dan keinginan, hati dan perasaan. Padahal kenikmatan kehidupan ada dalam kedamaian dan ketenangan. Dengan pikiran yang tenang dan jiwa yang damai, bagaimanapun sulit dan sakit tidak terasa, betapapun bahagia tidak akan lupa. Kadang manusia, aku sendiri pun, terseret dalam usaha mencari kesenangan di dunia yang bekas nyatanya adalah kekosongan dan sementara. Dan apakah gemerlap itu mudah ditinggalkan, untukku sendiri.. tidak.. tidak.. tidaklah mudah.. tapi bukan berarti menyerahkan ya? Bukankah kehidupan memang begitu, apa yang ada dalam diri ini, yang senantiasa berkecamuk, mana yang akan menjadi pemenang adalah yang bertahan saat nafas penghabisan. Yang lebih berat ketika hari penghtungan. Tidak perlu menyalahkan yang diluar diri karena semua ada di dalam. Dalam pikiran, dalam hati, dalam ruh, dalam jiwa. Semuanya.. yang tersebut itu.. bukan perkara mudah untuk memelihara. Bukan perkara mudah karena yang ada di dalam diri ada pondasi segala perbuatan lahir, amal, ibadah.
Tapi kita, manusia harus bisa bertahan dengan segala macam rupa kehidupan. Dengan segala kesulitan dan bahkan kebahagiaan. Karena sebagai umat Islam, kunci sudah diberikan. Teladan telah diberikan. Apalagi.. kalau bukan Al Quran dan Sunnah. Keduanya, adalah sumber ilmu sepanjang hayat. Meskipun sulit, meskipun belum mengerti tetap belajar. Tetap belajar… dan terus belajar…



Yang lagi galau resah gelisah,, tenang ya.. Allah Maha Pengasih dan Penyayang..

Kedamaian

by on Agustus 11, 2016
Kedamaian.. Duduk dengan tenang Dengan kawan belajar Dengan buku dan kesendirian Membiarkan pikiran menelisik hati Membiarka...
Beberapa kali berinteraksi dengan masyarakat di Pedaringan, aku menemukan hal baru, perbedaan jelas dari karakter setiap orang. Sebelumnya aku memang sudah tahu, teorinya setiap orang itu berbeda. Tapi kehidupan nyaman di kampus membuatku tidak terlalu jelas merasakan perbedaan itu, sedangkan di Pedaringan mengenal 8 orang baru membuatku lebih menyadari perbedaan karakter manusia. Yang terlihat baik tidak sepenuhnya baik dan yang terlihat buruk tidak sepenuhnya buruk. Aku harus berhati-hati agar tidak ikut arus kehidupan dan kebiasaan sekelompok orang. Di manapun aku berada, pada akhirnya aku sendiri harus harus kuat, tahu apa tujuanku dan bagaimana mewujudkannya, supaya tidak mudah terpengaruh atau menjadi orang yang tidak punya pendirian alih-alih ingin menjadi orang baik. Selanjutnya aku akan bertemu dengan lebih banyak karakter. Life is so wonderfull, right? ^^

Perbedaan Antar Manusia

by on Februari 09, 2015
Beberapa kali berinteraksi dengan masyarakat di Pedaringan, aku menemukan hal baru, perbedaan jelas dari karakter setiap orang. Sebelumnya ...
Akhir-akhir ini aku berfikir tentang tentang bagaimana manusia menjalani kehidupannya, bukan sesuatu yang rumit, sederhana, tentang berbagai macam rasa kehidupan yang dialami oleh setiap orang. Berjuta-juta umat manusia yang hidup di permukaan bumi, pada dasarnya merasakan hal yang sama. Bahagia, sakit, sedih, sepi, hampa, dan berbagai macam rasa yang lain. Setiap orang pernah merasakan apa yang aku rasakan dengan kadar yang lebih ringan atau lebih banyak. Apakah orang kaya/miskin, pandai/bodoh, normal/cacat fisik, berkeluarga/sendiri, semua orang pernah mencicipi berbagai rasa dalam kehidupan yang akan terus berubah hingga mati. 
Ketika aku bahagia dan dalam keadaan baik tidak perlu sombong, dalam waktu yang sama banyak orang yang juga bahagia dan lebih baik. Ketika aku sedih tidak perlu putus asa dan merasa menjadi orang yang bernasib malang, dalam waktu yang sama banyak orang yang bahkan lebih sedih dan lebih menderita. Aku hanya satu individu kecil di dunia yang luas dan beragam ini. Apa yang aku alami juga dialami orang lain. Banyak yang lebih sukses, lebih hebat, lebih sedih, lebih bosan, merasakan lebih dari apa yang aku rasakan. Kebahagian, masalah, kesedihan, kehilangan dll adalah hal biasa yang dialami setiap manusia yang hidup, yang berbeda adalah bagaimana aku menjalani dan belajar dari apa yang terjadi dalam kehihidupan ini.

Intinya adalah, apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh puluhan juta umat manusia di bumi bahkan banyak yang lebih berat, yang berbeda adalah sikap dan apa yang dipelajari. Apapun yang terjadi dalam hidup semuanya baik. Dasarnya semua manusia sama, makhluk kecil dihadapan Tuhan dengan waktu hidup yang terbatas. Tidak ada yang patut disombongkan, tidak layak menjadikan kesedihan sebagai alasan.
Ketika menonton berita di televisi atau membaca di media cetak maupun online, setiap hari, setiap waktu pasti ada berita kriminal, korupsi, bencana yang disebabkan ulah manusia maupun yang memang alami akan terjadi. Dunia ini selalu memiliki dua sisi. Dunia yang damai dan hangat juga dunia yang kelam dan kejam. 

Bersyukurlah untuk orang-orang yang hingga saat ini berada pada dunia yang damai dan hangat. Ditengah kasih sayang keluarga dan teman, ditengah-tengah kehidupan yang serba cukup, ditengah kehidupan yang bahagia dan penuh rasa syukur meskipun belum kaya atau belum sukses. Hidup masih terasa damai. Jauh dari orang-orang yang tega korupsi, tega merampok, tega membunuh, dan orang-orang yang merusak. Jauh dari keadaan yang akan menyeret jiwa ke dalam kegelapan. Kemudian jauh dari Tuhan.

Kita semua menginginkan kehidupan yang baik. Tapi apa boleh buat, segala sesuatu selalu dua sisi. Tidak ada yang sempurna baik atau sempurna jelek. Hanya Tuhan yang memiliki kesempurnaan absolut.

Yang sangat jelas bisa dilakukan supaya tetap berada dalam zona kehidupan yang damai dan ramah, adalah selalu meneruskan sikap baik hingga akhir kehidupan. Orang baik, hidupnya baik. Sederhana. Jangan menyentuh atau berlama-lama bersama keburukan.

Orang Baik Hidupnya Baik

by on Februari 10, 2014
Ketika menonton berita di televisi atau membaca di media cetak maupun online, setiap hari, setiap waktu pasti ada berita kriminal, korupsi...
Dalam perkuliahan tadi pagi bersama Bu Endang, Beliau menceritakan betapa sulitnya menjadi mahasiswa jaman dahulu (sekitar tahun 60 an). Penjelasan dari dosen hanya disampaikan secara lisan dan dalam waktu yang relatif singkat. Itupun menggunakan kapur tulis warna-wani di papan tulis. Sehingga mahasiswa dituntut sangat aktif untuk mencatat dan menggambar serta harus ekstra konsentrasi mendengarkan penjelasan dosen. Keterampilan menulis cepat dan mendengar dengan seksama sangatlah penting. Setelah proses belajar di kelas, mahasiswa (yang rajin) menuliskan kembali catatan di kelas supaya lebih rapi.

Saat ini, tentu keadaanya sangat jauh berbeda. Banyak sekali kemudahan yang diberikan dari perkembangan fasilitas pendidikan. Mulai dari berbagai buku di perpustakaan, akses mudah secara online dengan fasilitas wifi, materi kuliah yang dapat dipelajari kembali dengan lebih mudah dari slide ppt, bahkan bisa mengulangi penjelasan dosen dengan membuat rekaman ketika dosen memberikan penjelasan di kelas.

Dengan fasilitas yang sangat memudahkan tersebut, banyak diantara kita (termasuk juga aku ini) yang masih saja mengeluh. Terlalu banyak materi, tidak mudah dipahami, tugas terlalu banyak. Kalau memikirkan hal tersebut, kadang aku jadi berfikir. Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Ketika masa kuliah sudah hampir selesai, sangat terasa betapa menyenangkannya menjadi mahasiswa. Rasanya ingin terus dapat belajar. Mengetahui lebih banyak lagi, membaca lebih banyak lagi, berkarya lebih banyak lagi.. lagi.. dan lagi.

Buat teman-teman yang masih memiliki status mahasiswa. Bersyukurlah dengan memanfaatkan semaksimal mungkin segala fasilitas dan kesempatan yang ada. melakukan yang terbaik untuk hasil yang terbaik. Jangan iri dengan teman yang kelihatan hidupnya enak tanpa beban, bisa bersantai, bermain dan bermalas-malasan, sedangkan kamu harus bekerja keras dan belajar mati-matian dengan hanya sedikit waktu tersisa untuk tidur dan bahkan tidak ada waktu untuk bermain, jalan-jalan ke mall atau nonton bioskop. Bersabarlah dan terus berjuang. Untuk hasil akhir yang terbaik dan kebanggaan kedua orang tua. Orang yang terlihat hidupnya enak dan banyak waktu luang itu, pada akhirnya belum tentu secemerlang kamu. Karena hasil selalu sesuai dengan usaha. Semangat Guys,,, ^^
Terinspirasi oleh Pak Ustad yang beberapa hari ini selalu membahas tentang rumah tangga, juga merupakan salah satu tranding topik mahasiswa semester atas.^^ Lalu aku tambah-tambahin sendiri.

Salah satu skill wajib seorang wanita adalah mengatur keuangan. Bagaimana caranya agar berapapun penghasilan suami cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hindari menghutang, apalagi hanya untuk memenuhi gengsi. Ada tiga bagian penting dalam mengatur keuangan. Terdiri dari kebutuhan bulanan, harian dan tidak terduga. Jika ada sisa dari kebutuhan bulanan dan harian bisa dimasukkan ke dalam kebutuhan tak terduga. Kemudian dari sisa kebutuhan tak terduga bisa digunakan untuk investasi membeli barang berharga semisal emas. 

Seorang Istri harus dapat :
  • Mengatur
  • Merawat
  • Menjaga
  • Menyiapkan
  • Mendukung
Seorang suami harus dapat :
  • Memimpin
  • Memberi
  • Menjaga
  • Membimbing
  • Mengawasi
Keluarga yang harmonis serta bahagia bukan bertumpu pada harta atau kedudukan sosial semata. Tetapi  5M itu tadi, kasih sayang, pengertian, terbuka, dan selalu mesra. ^^

Jika aku sudah menikah nanti, aku akan mengurus My Lovely Tamashi dengan baik. Juga anak-anak dan kebutuhan keluarga. Sehingga, dia bisa berfokus pada pekerjaan yang akan memuliakan bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga keluarga dan sesama. Membangunkan setiap pagi, memasak, mencuci dan setrika, mengantar makanan ke kantor, menemani lembur, tersenyum setiap hari dan selalu cantik, berbicara dengan lembut, memberikan semangat, menjadi ibu yang cerdas dan tegas, lalu masih banyak lagi.^^ Family is number one. Untuk aktivitas luar dan karir tergantung ijin.^^ Bisa dimusyawarahkan bersama.

Wanita Itu,,, (Part One)

by on November 22, 2013
Terinspirasi oleh Pak Ustad yang beberapa hari ini selalu membahas tentang rumah tangga, juga merupakan salah satu tranding topik mahasisw...
Opini,

Laki-laki itu ingin jadi yang utama dan suka berpetualang. Mereka jiwa yang bebas dan simple. Ditakdirkan untuk menjadi petarung yang hebat. Secara naluri mereka akan mengikuti insting alami tersebut. Di dalam keluarga, masyarakat, kelompok dan di mana saja. Mereka ditakdirkan untuk memimpin, tidak suka menjadi pecundang. Normalnya seperti itu.. Karena tentu saja ada pengecualian, untuk laki-laki lemah dan pecundang.

Laki-laki bisa bisa terlihat kuat, pekerja keras, pemimpin, tegas, tapi juga bisa kekanak-kanakan. Mereka mudah luluh dan tidak berdaya dihadapan wanita yang lembut, menghormati, serta menjaga dan memelihara apa yang dimilikinya. Dan tentu saja yang dicintainya. So, buat para wanita, jadilah pemuja, tunjukkan dia yang terhebat dan perlakukan pasangan dengan baik.

Laki - Laki Itu..

by on November 22, 2013
Opini, Laki-laki itu ingin jadi yang utama dan suka berpetualang. Mereka jiwa yang bebas dan simple. Ditakdirkan untuk menjadi petarun...

Mahasiswa dengan segudang pengetahuan dan kesempatan tidak seharusnya menjadi katak dalam tempurung. Hanya mengenal dunia kampus dan berkutat dengan tugas-tugas dan segala macam hal yang hanya berhubungan dengan kuliah. Mengejar nilai yang memuaskan dengan fokus pada studi tidaklah salah. Memang itulah satu kewajiban yang harus dicapai oleh mahasiswa, nilai yang memuaskan. Namun, tidak hanya berhenti pada nilai. Mahasiswa juga memiliki kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk mengembangkan sayap dan terbang yang tinggi. Bukan asal terbang tanpa tujuan alias hanya sekadar bermain untuk menghabiskan waktu luang. Terlalu banyak bermain-main justru menjadi hal yang mubazir dan sia-sia. Salah satu kebiasaan mahasiswa jaman sekarang. Meluangkan banyak waktu untuk bermain-main tanpa tujuan yang jelas. Mahasiswa bukan hanya sekadar bermain, tapi ketika keluar dari kampus, ketika mengunjungi suatu tempat harus diiringi dengan niat mencari pengalaman baru dan mengambil sebanyak-banyaknya pelajaran, yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk menghidupkan kebiasaan berdiskusi dan berbagi cerita. Itulah salah satu kebiasaan yang harus dibangun. Pengalaman dan ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk berbagi. Sehingga, bukan hanya menularkan ilmu namun juga semangat untuk ikut berpetualang.
Lalu bagaimana bisa seorang mahasiswa dapat terbang mengunjungi berbagai macam tempat bukan hanya negeri sendiri namun juga belahan dunia lain? Modalnya adalah dengan karya. Yang membedakan kita dengan universitas-universitas besar di Indonesia bukanlah sebatas fasilitas atau sumber daya manusia. Dilihat dari fasilitas dan segi sumber daya manusia sebenarnya kita tidak kalah dengan universitas-universitas besar di Indonesia. Iklim untuk berdiskusi yang masih kurang, juga iklim kompetensi dan semangat untuk berkarya baru dimiliki sebagian kecil mahasiswa. Semangat berkarya bukan hanya untuk ditanamkan, tapi dibiasakan untuk segera bertindak. Karena, jika hanya niat untuk berkarya, hanya sebatas semangat tanpa usaha nyata untuk aktif dan memulai, akhirnya hingga akhir hanya akan menjadi sebatas niat dan semangat, tanpa hasil. Niat untuk berkarya bisa saja sudah dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa, namun tanpa memulai dengan tindakan nyata, sekecil apapun itu, semangat itu akhirnya hanya berakhir dengan omong kosong.
Jika membicarakan karya, maka kebanyakan orang akan berfikir tentang tulisan. Padahal karya dalam arti luas bukan hanya sekadar berbentuk tulisan. Tulisan seperti karya ilmiah dan jurnlistik atau berbagai macam bentuk tulisan lain hanyalah salah satu contoh. Karya dalam arti luas dapat berupa apa saja yang dapat bermanfaat, dapat digunakan, atau menjadi referensi. Bisa berupa alat, karya seni, sistem, serta gagasan bukan hanya ranah ilmu pasti tapi juga sosial. Karya yang dapat dihasilkan seseorang berbeda, tergantung pada ilmu yang dikuasai dan kemampuan individu. jadi bentuk karya itu tidak terbatas. Yang harus dimiliki adalah kesungguhan, kreatifitas, dan kesungguhan untuk memulai.

Karya adalah modal mahasiswa untuk dapat menjelajahi Indonesia bahkan dunia. Dengan mengikuti berbagai macam kompetisi dari berbagai daerah bahkan level internasional, selain mengasah mental dan mendapatkan prestasi, juga bisa mengenal setiap daerah yang telah dikunjungi. Membuka mata dan melihat wajah yang berbeda dari Indonesia dan mengenal dunia. membuat kita bisa belajar banyak hal karena setiap tempat memiliki adat istiadat, kelebihan, dan wajah yang berbeda. Jangan seperti katak dalam tempurung yang memiliki jarak pandang yang sempit dan pola pikir yang dangkal. Sehingga, ketika gelar sebagai mahasiswa berakhir, lalu kita keluar dari zona nyaman kampus untuk menghadapi dunia luar dengan berbagai macam kesibukan dan keberagamannya kita tidak lagi ragu dan takut untuk melangkah. Karena sudah memiliki modal, selain nilai, kita sudah memiliki kebiasaan untuk berkompetisi dan memiliki pengalaman dengan mbolang.
Sepi adalah teman yang abadi. Teman yang baik atau teman yang buruk. Dia bisa menjadi apa saja. Sepi ada disetiap sudut hati manusia. Sepi adalah keadaan di mana kita dapat melihat diri sendiri, merasakan detak jantung, hembusan nafas, menangis, tertawa, mendengar suara hati tanpa topeng dan kebohongan. menjadi diri sendiri ketika sepi. Menutup telinga dari hiruk-pikuk dunia, atau memang tidak terdengar. Sepi,, di mana aku memiliki duniaku sendiri.

Sepi

by on Agustus 22, 2013
Sepi adalah teman yang abadi. Teman yang baik atau teman yang buruk. Dia bisa menjadi apa saja. Sepi ada disetiap sudut hati manusia. Sepi ...
Disetiap kelompok, akan ada peran-peran tertentu. Ada yang menjadi pemimpin, ada yang rajin dan selalu bisa diandalkan, ada yang biasa saja, ada yang memang lucu dan humoris, dan ada yang hanya menjadi objek lelucon (bahan tertawaan). Kata kerennya sekarang "Bully". Kadang kita biasa saja melakukan hal seperti itu. Hnya dianggap angin lalu, lelucon, bercanda, meramaikan suasana dan lain sebagainya. Tanpa berfikir bagaimana perasaan orang yang dijadika obyek lelucon. Mungkin saja mereka ikut senang dan biasa saja, tapi tidak ada yang tahu hati manusia kecuali Tuhan. Bisa saja, awalnya tidak masalah, tapi lama-kelamaan tidak suka dijadikan objek lelucon, meskipun itu hanya bercanda atau meramaikan suasana.

 Menurut pendapat pribadiku, entah bagaimana mekanismenya, kemungkinan itu akan menimbulkan rasa rendah diri secara tidak sadar. Orang yang sering dijadikan objek lelucon bisa saja menganggap dirinya tidak berharga, mengalami penurunan percaya diri karena terlalu banyak menerima ejekan, dan merasa tidak nyaman. Itu semua menyebabkan seseorang menjadi objek tetap untuk lelucon dan menerima perlakuan tersebut sebagai kebiasaan. Sesekali memang tidak apa-apa sebagai lelucon, tapi jangan sampai menjadi kebiasaan hanya pada satu orang. Untuk orang-orang yang merasa menjadi objek lelucon teman-teman setiap hari dan setiap waktu, harus ada batasan pada apa yang mereka jadikan lelocon. Jangan mau terus-terusan menjadi objek lelucon. Karena setiap orang berhak untuk dihormati dan dihargai.

Bully

by on Juni 20, 2013
Disetiap kelompok, akan ada peran-peran tertentu. Ada yang menjadi pemimpin, ada yang rajin dan selalu bisa diandalkan, ada yang biasa saj...

                                       
Ketika masih kecil dulu hidup serasa tanpa masalah. Setiap hari adalah hari yang menyenangkan untuk bermain dan bermain. Tidak ada yang menyalahkan ketika berbuat salah, karena mereka hanya akan bilang “wajar masih kecil”. Benar-benar mempunyai banyak waktu untuk menikmati hidup dan bebas melakukan apa saja tanpa memikirkan tanggung jawab dan persoalan hidup.

Semakin menjadi remaja, mulai berdatangan masalah-masalah sederhana. Masalah dengan teman, sekolah, merasakan cinta monyet, merasa kurang bebas dengan beraneka macam larangan orang tua yang mengatakan tidak boleh ini tidak boleh itu karena masih kecil dan mulai memiliki tanggung jawab. Masa-masa SMP mulai memasuki komunitas yang lebih luas. Sedikit-demi sedikit mulai memikirkan kehidupan dengan cara sederhana. Merangkai mimpi dan cita-cita. Ketiks memasuki SMA kehidupan mulai menjadi tidak sederhana. Masalah yang harus diselesaikan pun bobotnya mulai bertambah, sebagai pengantar supaya kita siap memasuki masa dewasa yang sebentar lagi akan dialami. Menjelang dewasa banyak upaya yang harus dilakukan untuk mulai meraih mimpi satu per satu. Mencari jalan untuk mencapai yang diinginkan dan mulai memahami tentang diri sendiri dan arti hidup.

Mengenang masa-masa seperti itu selalu membuatku tersenyum. Sekarang aku sudah dewasa. Roda waktu dalam hidupku serasa berputar 140 km/jam. Sebagai mahasiswa banyak sekali yang harus aku lakukan. Kadang mengeluh dan penyakit malas yang kumat.. tak apalah karena aku juga manusia. Yang penting harus segera bangkit untuk kembali bersemangat. Aku tidak pernah ingin kembali ke masa lalu. Seberapa pun menyenangkannya masa kecil dan masa remaja, aku tidak mau kembali ke masa itu. Karena sudah susah payah aku mencapai dewasa, aku harus terus maju. Tetap fokus pada mimpi-mimpi yang sudah dirangkai dan menyulam mimpi yang lebih tinggi. terus bersemangat untuk melakukan yang terbaik. Lelah, penat, gagal adalah warna yang membuat hidup seindah pelangi. Betapapun berat masalah yang harus aku selesaikan aku harus tetap tersenyum pada langit, karena itu berarti Tuhan menyayangiku. Aku sangat yakin Dia tidak pernah mengabaikan usaha baik dan doa-doaku.

Terimakasih Tuhan untuk semua yang Engkau berikan padaku bahkan tanpa aku minta. Bantulah aku untuk meraih mimpi-mimpiku. Kuatkanlah aku untuk selalu melakukan yang terbaik. Aku tidak ingin hidupku sia-sia dan terasa hambar ketika Tua. Aku menikmati hidup yang Engkau berikan. Selagi aku masih muda dan memiliki energi melakukan apa saja aku akan bersemangat menjalani hidup ini. Hingga ketika tua dan tubuhku menjadi lemah, aku akan duduk dengan bangga dihadapan cucu-cucuku. Menceritakan kisah hidupku dengan rasa bangga. Hingga ketika waktuku telah habis aku akan kembali kepadaMu dengan jiwa yang damai. Meninggalkan kehidupan yang sudah aku perjuangkan dan mempertanggungjawabkan segala apa yang aku lakukan. Maafkan aku Tuhan karena kadang aku mengeluh dan lupa meyapaMu, juga tidak mengucapkan terimakasih atas nikmatmu. Maafkan aku..



Manusia tidak akan mereguk aroma cinta sebelum ditelan oleh kenestapaan, di usik oleh kehilangan dan diuji oleh kesabaran yang menyesakkan dada dan kekalahan.
 Gibran-Akulah Cinta
Seorang manusia yang hanya menginginkan kebahagiaan, hanyalah akan menjadi seorang pemimpi. Tidak mungkin menginginkan kebahagiaan tanpa menghiraukan kenestapaan. Keduanya telah bersanding dan diciptakan Tuhan untuk manusia. Nikmatnya kebahagian akan dirasakan mereka yang telah paham mengenai penderitaan dan bertahan dalam kesabaran.
Bahagia yang sesungguhnya selalu diiringi oleh jiwa yang damai dan penuh kasih. Bahagia ada pada hati mereka yang ikhlas menjalani kehidupan yang telah di anugerahkan meskipun sangat sulit dan melelahkan. bahagia yang sesungguhnya tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang hanya suka meyalahkan, tidak adil, tidak amanah dan suka berbuat curang.
Tuhan Maha Tahu.
Dia tahu yang terbaik untuk kita.
Dia tahu kemampuan kita.
Dia tahu setiap tetes air mata dan harapan-harapan kita.
Dia tahu kita lelah.
Tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan asalkan kita bersama Tuhan.
Kebahagian ada disekitar kita
Dalam keikhlasan
Dalam kesederhanaan
Dalam setiap usaha baik
Bahagia karena dunia seperti materi dan jabatan akan mudah hilang.
Jika kamu sedang merasa tidak bahagia, sedih, terpuruk, merasa kesepian dan putus asa, maka berdoalah pada Tuhan. Ceritakan apa yang kamu rasakan, yakinlah Tuhan mendengar dan tahu. Tidak akan Dia menyia-nyiakan doa hambanya yang diiringi oleh linangan air mata. Ikhlaskan apa yang telah membuatmu sedih, bersyukurlah karena itu berarti Tuhan masih menyayangimu dan mengajarimu untuk menjadi pribadi yang lebih kuat. Perhatikanlah apa yang ada disekitarmu. Orang tua, keluarga, teman, dan lingkungan. Bahagiakanlah mereka maka dengan sendirinya akan kamu dapatkan kebahagiaan. Dan bahagia yang paling menyenangkan adalah ketika bisa bahagia bersama orang lain.

Be Happy!

by on Januari 17, 2013
Manusia tidak akan mereguk aroma cinta sebelum ditelan oleh kenestapaan, di usik oleh kehilangan dan diuji oleh kesabaran yang menyesak...