Akhir-akhir ini aku berfikir tentang tentang bagaimana manusia menjalani kehidupannya, bukan sesuatu yang rumit, sederhana, tentang berbagai macam rasa kehidupan yang dialami oleh setiap orang. Berjuta-juta umat manusia yang hidup di permukaan bumi, pada dasarnya merasakan hal yang sama. Bahagia, sakit, sedih, sepi, hampa, dan berbagai macam rasa yang lain. Setiap orang pernah merasakan apa yang aku rasakan dengan kadar yang lebih ringan atau lebih banyak. Apakah orang kaya/miskin, pandai/bodoh, normal/cacat fisik, berkeluarga/sendiri, semua orang pernah mencicipi berbagai rasa dalam kehidupan yang akan terus berubah hingga mati. 
Ketika aku bahagia dan dalam keadaan baik tidak perlu sombong, dalam waktu yang sama banyak orang yang juga bahagia dan lebih baik. Ketika aku sedih tidak perlu putus asa dan merasa menjadi orang yang bernasib malang, dalam waktu yang sama banyak orang yang bahkan lebih sedih dan lebih menderita. Aku hanya satu individu kecil di dunia yang luas dan beragam ini. Apa yang aku alami juga dialami orang lain. Banyak yang lebih sukses, lebih hebat, lebih sedih, lebih bosan, merasakan lebih dari apa yang aku rasakan. Kebahagian, masalah, kesedihan, kehilangan dll adalah hal biasa yang dialami setiap manusia yang hidup, yang berbeda adalah bagaimana aku menjalani dan belajar dari apa yang terjadi dalam kehihidupan ini.

Intinya adalah, apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh puluhan juta umat manusia di bumi bahkan banyak yang lebih berat, yang berbeda adalah sikap dan apa yang dipelajari. Apapun yang terjadi dalam hidup semuanya baik. Dasarnya semua manusia sama, makhluk kecil dihadapan Tuhan dengan waktu hidup yang terbatas. Tidak ada yang patut disombongkan, tidak layak menjadikan kesedihan sebagai alasan.
Sangat menyenangkan bertemu dengan Solo Science Center (SSC) setelah lepas dari segala kegiatan kampus dan organisasi universitas. Sebulan di SSC, aku sedikit lebih tahu bagaimana rasanya menghadapi anak-anak mulai dari TK hingga SMA, dari kelompok kecil yang terdiri dari puluhan anak hingga kelompok besar yang terdiri dari ratusan anak, sangat berbeda. Pertama aku menghadapi anak SMK yang mayoritas penurut dan pendiam, mudah untuk memberi pengarahan dan penjelasan pada mereka. Selanjutnya anak SD ada yang sangat aktif tapi masih bisa dikendalikan, ada yang sangat aktif tapi juga susah dikendalikan, apalagi kalau dalam kelompok besar, susah sekali membuat mereka semua memperhatikan. Terbayang betapa susahnya guru yang setiap hari harus mengajari murid-muridnya dengan sabar. Aku kira yang paling sulit adalah menjadi guru anak-anak yang mayoritas aktif dan susah diatur, tapi setelah bertemu dengan rombongan anak TK, aku baru tahu ternyata paling sulit mengatasi anak TK. Pertama kali bertemu rombongan anak TK, aku kesulitan membuat mereka tetap memperhatikan, bahkan aku kesulitan membuat mereka duduk manis. Semua berebut ingin mencoba, ingin maju, berlarian ke sana kemari,, yang paling susah adalah memilih bahasa yang mudah mereka pahami. Aku harus menjelaskan fenomena sains pada anak TK, pengalaman pertama aku mencoba bermain angka dengan mereka, dan sekelompok anak TK itu tidak paham dengan apa yang aku lakukan, tidak perlu menjelaskan panjang lebar, aku ganti dengan permainan lain. fiyuuh.. tapi meskipun paling susah menghadapi anak TK tetap yang paling menyenangkan, karena mereka lucu. Mau lari-lari, tidak mengerti, ngantuk, nangis, mereka tetap anak-anak yang lucu dan menyenangkan.


Ngaku orang Solo tapi belum tahu Solo Science Center (SSC)? Wah.. krtinggalan berita nih.. bagi yang belum tahu dan masih asing apa sih SSC itu? Bisa langsung cap cus ke TKP di Kawasan Technopark.

SSC merupakan wahana membangun budaya iptek masyarakat melalui alat peragaIptek yang ditampilkan, agar setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip Iptek.

Trus manfaatnya apa nih kalau datang ke SSC?
Melalui interaksi dengan alat peraga iptek dan program-program yang ditampilkan pengunjung dari berbagai kalangan usia dapat memahami iptek dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Ada apa aja sih di SSC?
Ada peragaan Iptek keliling. Di SSC ada sekitar 41 alat peraga iptek dari berbagai macam tema, seperti mekanik, listrik, matematika, fluida, cahaya dan optik, listrik magnet, magnet dan energi.


Demo sains. Pengunjung akan diajak untuk melakukan percobaan sederhana dan tidak berbahaya.


Yang gak kalah seru, juga ada pertunjukan roket air diakhir kunjungan. Di SSC belajar matematika dan sains lainnya menjadi lebih seru dan menyenangkan.
Setelah menunggu hampir dua bulan pengumuman CPNS akhirnya 13 Januri mendapat kabar. "Mohon maaf anda gagal menjadi CPNS LIPI", begitulah yang tertulis di website SIPC LIPI. Kecewa pasti ada but life must go on. Gagal bukan berarti jalan yang aku tempuh telah berakhir, tapi berarti aku harus melewati jalan yang lain. Hidup memang sebuah perjalanan singkat bukan? Sedih dan kecewa boleh tapi tidak usah terlalu lama, nanti malah kehilangan kesempatan baru. Aku ucapkan selamat untuk yang berhasil menjadi PNS tahun 2014 ini, dan yang belum ganbatte..!! Tetap semangat guys ^^

CPNS LIPI Failed

by on January 14, 2015
Setelah menunggu hampir dua bulan pengumuman CPNS akhirnya 13 Januri mendapat kabar. "Mohon maaf anda gagal menjadi CPNS LIPI", be...