Senang dan bersyukur sekali berkesempatan untuk ikut Piknik Pangan edisi pertama. Jadi pas buka Instagram ada FYP Piknik Pangan di Instagram @bumiku.lestari, info tentang Piknik Pangan. Tanpa pikir panjang, langsung deh daftar. Ternyata program ini masih satu ekosistem dengan Agro Lestari Mart. Tempat aku langganan susu sapi, telur dan ayam organik.
Pagi hari, sebelum memulai acara kami dijamu dengan sarapan sehat. Ada rebusan, susu dan telur ayam bahagia. Luar biasa sih ini sarapannya sehat banget, karbohdrat dan proteinnya lengkap. Setelah itu kami bersiap untuk berkebun bersama dengan Pak Usman dan Bu Gami yang super ramah. Kami belajar mencampur tanah dengan pupuk, melubangi tanah dan menanam pakcoy. Habis menanam langsung panen gais. Sungguh sangat satisfying memetik aneka sayuran oraganik yang seger banget. Kami mencabut bayam, memetik terong, tomat dan cabai, sampai memanen singkong.
Puas panen sayuran kami langsung diajak ke kendang ayam bahagia. Selama ini aku cuma beli telurnya di Agro Lestari Mart, di Piknik Pangan bisa berkesempatan melihat langsung ayam-ayamnya. Jadi, kandangnya luas ada dua bagian. Satu dengan atap yang menjadi tempat bertelur dan istirahat ayam, lalu ada semacam teras supaya ayamnya bisa bebas bergerak dan ceker-ceker. Ayam itu sukanya ceker-ceker, jadi mereka lebih senang kalau di umbar (bahasa jawa, artinya semacam dibiarkan bebas bergerak). Ayam bahagia ini telurnya memiliki kandungan vitamin dan omega lebih banyak dari telur biasa. Karena memang pakannya berkualitas. Ayam yang dipelihara adalah ayam Hy-Line berwarna cokelat. Biasanya akan bertelur pada usia 18 minggu dan masa produktifnya mencapai 90 minggu.
Ayam bahagia ini dipelopori oleh Prof. Dr. Ir. Ali Agus dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ayam-ayam di sini dipelihara dengan sistem cage-free (bebas sangkar) atau free-range (diumbar). Ayam bahagia menjadi pelopor peternakan ayam petelur pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi internasional Humane Farm Animal Care (HFAC) untuk jaminan kesejahteraan hewan. Hasil uji laboratorium menunjukkan bagian putih telur (albumen) memiliki kandungan protein 11% lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Telur ini juga kaya akan Omega 3 dan Vitamin D. Bagus banget untuk mengatasi stunting.
Puas melihat dan belajar kehidupan ayam bahagia, kami bergeser ke Bengkel Sapi Kalijeruk. Tinggal jalan lima langkah deh udah sampai. Kok Namanya bengkel? Nah, fungsi utama dari bengkel ini adalah merehabilitasi atau memperbaiki sapi-sapi yang mengalami malnutrisi (sangat kurus), sakit-sakitan, atau mengalami masalah reproduksi akibat kesalahan perawatan dan pemberian pakan yang buruk dari pemilik sebelumnya. Sapi yang datang dalam kondisi "rusak" (tinggal kulit membungkus tulang) akan dirawat secara intensif selama sekitar 3 hingga 4 bulan hingga kembali sehat, bugar, dan padat berisi sebelum dikembalikan ke peternak atau dijual. Waktu kita berkunjung, semua sapi perah dan ada satu Gama.
Bengkel Sapi Kalijeruk menjadi pusat riset genetika untuk mengembangkan varietas sapi lokal unggulan yang disebut Sapi GAMA (Gagah Macho). Sapi jenis ini didesain memiliki ketahanan tubuh yang kuat terhadap iklim tropis lokal namun tetap mampu menghasilkan struktur daging dan otot yang optimal. Sapinya sudah berusia 10 tahun sekarang. Sapi Gama yang ada di Bengkel Sapi Kalijeruk hanya satu karena masih dalam tahap penelitian.
Selesai seru-seruan dengan sapi, kami pindah beberapa langkah ke kendang ayam Kedu. Ayamnya cantik berwarna hitam dengan jengger merah merona bagi yang jantan. Katanya ayam Kedu ini merupakan ayam asli wilayah Kedu yang berpotensi menjadi bibit unggul ayam kampung. Menurut catatan sejarah, ayam Kedu telah dikembangkan sejak abad ke-12 dan merupakan hasil domestikasi serta persilangan antara ayam lokal daerah Dieng dengan ayam Dorking (ayam berkaki lima asal Inggris yang dibawa oleh Gubernur Jenderal Raffles). Di tempat ini ada ayam Kedu merah (bulu hitam) dan ayam cemani yang semua bagian tubuhnya berwarna hitam.
Selesai berkeliling kebun, ternyata kami juga diajak berkeliling rumah atau kompleks pendopo. Ada filosofinya loh kompleks bangunan ini. Menjadi perwujudan fisik dari tembang Macapat. Mulai dari Maskumambang yang menggambarkan keadaan manusia sebelum lahir hingga akhir hidup manusia. Bagian paling belakang ada taman untuk menggambarkan nirwana atau surga. Hebat sih, kompleks bangunannya mengajarkan filosofi kehidupan manusia.
Setelah berkeliling dari pagi sampai siang, agenda terakhir adalah makan siang. Kami makan sayur kluwih yang dimasak santan. Mirip Nangka muda tapi buka, katanya kluwih mirip sukun bentuknya. Enak banget sih masakannya, kalua dijual udah layak banget deh. Pendampingnya ada ikan keranjang, tempe garit dan sambel bawang yang muantap!
Setelah makan kami berfoto bersama dan boleh bawa pulang sayuran yang dipanen, masih dikasih bonus bibit tanaman. Masih ada bonus lagi dapet postcard cantik. Pokoknya gak ada ruginya deh ikut acara ini, malah takutnya panitianya yang rugi. Kebanyakan ngasihnya sih.
