Tulisan Terbaru

Menjelajahi Keindahan Hutan Pinus Di Orchid Forest Cikole Bandung

Memasuki kawasan Orchid Forest ini, kamu  tidak hanya akan merasakan suasana asri yang menyegarkan tapi juga pemandangan yang memanjakan mata dengan warna warni bunga dan banyak tempat yang cantik. Sama sekali tidak akan rugi membayar Rp 30.000 untuk menjelajah kawasan ini.  Orchid Forest Cikole merupakan wisata taman anggrek terbesar di indonesia dengan luas mencapai 12 hektare. Jumlah anggrek yang di budidayakan lebih dari 157 jenis bunga anggrek dengan berragam spesies. Memang untuk jumlah angrek masih sedikit, kurang banyak untuk disebut orchid forest. Karena tempat ini memang masih tergolong baru.

Setelah membeli tiket masuk di pintu utama kamu bisa membawa kendaraan ke parkir atas. Ada dua tempat parkir, baguan bawah untuk bus dan parkir atas untuk kendaraan pribadi. Kalau menggunakan bus dan parkir di bawah kamu dan rombongan bisa naik kendaraan berupa angkot yang sudah disediakan pengelola tanpa biaya tambahan. Anggkot tersebut juga bisa kamu gunakan setelah berkeliling kawasan hutan. Kalau tidak mau berjalan kaki ke tempat parkir sudah tersedia angkutan untuk kembali ke tempat parkir. Lumayan jauh juga soalnya. Fasilitasnya oke deh di sini. Juga dengan karyawan yang ramah-ramah didominasi anak-anak muda.

Di area depan, dekat tempat parkir ada mushola. Di dalam juga tersedia mushola yang sangat nyaman. Terpisah antara laki-laki dan perempuan. Di Floating Market juga ada model mushola terpisah. Membuatmu lebih nyaman dan leluasa kalau tidak terlalu suka yang campur. Kadangkan ada tempat wisata yang wudhunya juga campur tuh, kan repot ya. Di area depan ini juga ada tempat makan, harganya lebih murah dan beberapa di antaranya ada yang punya lantai dua yang lebih privat untuk makan. Aku lebih suka makan di sini.

Setelah tempat parkir ada loket pemeriksaan tiket. Di depannya ada mini garden yang isinya tanaman paku yang lebat dengan pohon-pohon berhias anggrek. Pengen ku masukin tas aja tuh anggrek.. hehe.. Aggrek-anggreknya masih kelihatan banget baru ditempel. Di kawasan ini lebih sering turun hujan dan beruntung banget waktu aku ke sana pas turun hujan setelah selesai berkeliling. Bahagianya bertemu hujan di akhir penjejelajah hutan. Meskipun tanah bakal basah karena hujan, kamu tidak perlu khawatir kotor. Ada jalur pejalan kaki yang rapi di semua tempat. Kamu bisa menikmati setiap suasana dengan damai dan nyaman. Banyak sekali spot bagus di sini, mulai dari tempat untuk bersantai, foto, atau camping. Di sini bisa camping juga dengan biaya sesuai dengan kapasitas tenda.


Loket Tiket 

Pohon dengan anggrek-angrek yang unch pengen bawa pulang
 Di bagian depan ini juga ada yang menjual souvenir seperti topi dan berbagai aksesoris. Topinya bagus-bagus bisa buat aksesoris foto. Juga ada tenda-tenda yang bisa digunakan untuk glamping. Glamorous Camping buat kaum kekinian yang tidak mau repot mendirikan tenda. Juga ada kawasan dengan panggung dan banyak kursi. Bagus banget buat acara nikahan nih. Di alam terbuka dengan suasana super romantis. Mau coba? hehe...


Selanjutnya kamu akan dituntun (karena ada treknya satu arah) menuju rumah kaca yang isinya aneka anggrek yang sedang berbunga cantik-cantiknya. Ada petugas khusus di sini yang selalu siap sedia membantumu mengambil foto. Kalau pergi sendiri pun tidak perlu khawatir deh.

One Way Menuju Greenhouse



Sepasang Paphio

Di bagian belakang greenhouse bisa main catur raksasa ini
  Keluar dari rumah kaca utama ini, masih ada satu lagi rumah kaca yang isinya banyak jenis Paphio. Jenis Paphio mungkin jarang dilihat, semoga pas kamu kemari sedang berbunga ya. Paphio ini setelah berbunga sekali dia bakal mati dan diganti dengan tunas baru yang tumbuh. Di pintu keluar area rumah kaca ada tenda yang berisi anggrek cantik. Bisa kamu beli di bawa pulang. Tapi harganya lebih mahal dari harga normal. Sewa tempatnya juga mahal pasti ya, jadi harga anggrek di sini ikutan mahal.




Hiasan Payung Warna Warni Sepanjang Jalan Kenangan


Kalau capek bisa duduk manis dulu. Banyak tempat buat santai.



Ada rumah kelinci dan bunga Raflesia 

Ada tempat makan di dekat jembatan. Harganya mulai Rp 35.000/porsi
Di dekat area makan ini ada loket untuk melewati jembatan. Sama kayak di Pinisi, lewat jembatan tuh bayar. Harganya Rp 20.000 plus Flying Fox untuk kembali ke jalur semula. Setelah menyeberang jembatan kan jalur keluarnya ada di pintu masuk jembatan.

Yang paling hits

Entah kenapa tulisannya menguji kesetiaan, bukan keberanian. Mungkin karena setia adalah tindakan yang lebih berani dari sekadar keberanian (apa sih)
Kalau takut atau tidak berminat dengan flying fox kamu bisa juga kok balik lewat track ini. Seperti ular naga panjangnya bukan kepalang ya? hehe... Kalau membawa anak kecil dan tidak berani naik flying fox juga lewat sini. Tapi anak-anak bisa dan aman juga naik flying fox. Untuk yang masih kecil sekitar di bawah dua tahun begitu bisa bareng orang tua.





Selain jembatan tali pramuka ada juga jembatan kayu. Gratis ini. Menjelang malam lampunya nyala. Romantis.

Pas banget turun hujan setelah kita selesai jalan-jalan. Menunggu reda sembari makan. Recomended banget deh tempat ini. Suka...

No comments