Hope the most people are in the beginning of the year is the same . Hopefully this year will be a better year and accompanied with a request about what you want to achieve this year . Of those who pray it is not of all will continue with action and hard effort to realize his or her prayer . Living in the same way and still be mediocre . Always regret at the end of the year . And perhaps by the end of the age . It was a very terrible thing .
New Year's Eve 2014, the same as the previous New Year's Eve , I went through the home and remain in bed before 11 pm . Waking up the next morning and enjoy the day off . Different at the beginning of this year is I go to make trouble . Problems on January 1, 2014 , the opening of a terrible year . As usual , the problem exists because of ignorance and the short process of thinking that I do . Also doing something just based on pleasure and desire .
In an increasingly mature age and obligation to success as quickly as possible , it is not feasible for a habit I continue . Happy mindset origin and without thorough consideration would be a waste of my time that is precious and limited . Problems arising from the habit slowly and surely will take away from the good personal qualities and success . That is why , the problem due to ignorance and the short process of thinking would be a disaster for life if continued into the next year and the next , to not feel , end of life already at the end of the breath .
Bulan Desember, hampir setiap hari turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Awan mendung membuat matahari yang biasanya sangat terik menjadi hangat dan lebih ramah, membuat kota solo menjadi lebih dingin. Saat-saat yang syahdu untuk menutup tahun 2013.

Kalau ada kompetisi Ter-Teran, maka bukan Desember pemenangnya. Bulan Ter-sibuk, Ter-boros, Ter-galau dan Ter-akhir. Bulan ini adalah saat-saat terakhir mengikuti perkuliahan. Semester depan hanya mengerjakan tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana. Masa-masa kuliah strata satu akan segera berakhir.

Semoga langkah selanjutnya menjadi lebih mantab, lebih tegas, dan lebih anggun.

Desember Ber Ber...

by on Desember 19, 2013
Bulan Desember, hampir setiap hari turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Awan mendung membuat matahari yang biasanya sangat te...
Dalam perkuliahan tadi pagi bersama Bu Endang, Beliau menceritakan betapa sulitnya menjadi mahasiswa jaman dahulu (sekitar tahun 60 an). Penjelasan dari dosen hanya disampaikan secara lisan dan dalam waktu yang relatif singkat. Itupun menggunakan kapur tulis warna-wani di papan tulis. Sehingga mahasiswa dituntut sangat aktif untuk mencatat dan menggambar serta harus ekstra konsentrasi mendengarkan penjelasan dosen. Keterampilan menulis cepat dan mendengar dengan seksama sangatlah penting. Setelah proses belajar di kelas, mahasiswa (yang rajin) menuliskan kembali catatan di kelas supaya lebih rapi.

Saat ini, tentu keadaanya sangat jauh berbeda. Banyak sekali kemudahan yang diberikan dari perkembangan fasilitas pendidikan. Mulai dari berbagai buku di perpustakaan, akses mudah secara online dengan fasilitas wifi, materi kuliah yang dapat dipelajari kembali dengan lebih mudah dari slide ppt, bahkan bisa mengulangi penjelasan dosen dengan membuat rekaman ketika dosen memberikan penjelasan di kelas.

Dengan fasilitas yang sangat memudahkan tersebut, banyak diantara kita (termasuk juga aku ini) yang masih saja mengeluh. Terlalu banyak materi, tidak mudah dipahami, tugas terlalu banyak. Kalau memikirkan hal tersebut, kadang aku jadi berfikir. Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Ketika masa kuliah sudah hampir selesai, sangat terasa betapa menyenangkannya menjadi mahasiswa. Rasanya ingin terus dapat belajar. Mengetahui lebih banyak lagi, membaca lebih banyak lagi, berkarya lebih banyak lagi.. lagi.. dan lagi.

Buat teman-teman yang masih memiliki status mahasiswa. Bersyukurlah dengan memanfaatkan semaksimal mungkin segala fasilitas dan kesempatan yang ada. melakukan yang terbaik untuk hasil yang terbaik. Jangan iri dengan teman yang kelihatan hidupnya enak tanpa beban, bisa bersantai, bermain dan bermalas-malasan, sedangkan kamu harus bekerja keras dan belajar mati-matian dengan hanya sedikit waktu tersisa untuk tidur dan bahkan tidak ada waktu untuk bermain, jalan-jalan ke mall atau nonton bioskop. Bersabarlah dan terus berjuang. Untuk hasil akhir yang terbaik dan kebanggaan kedua orang tua. Orang yang terlihat hidupnya enak dan banyak waktu luang itu, pada akhirnya belum tentu secemerlang kamu. Karena hasil selalu sesuai dengan usaha. Semangat Guys,,, ^^
Entah kenapa aku gak pernah bosan nongkrongin lab. Rasanya di lab itu menyenangkan. Meskipun sudah ngasisteni seharian lalu harus lembur sampai tengah malam dan lanjut lagi pagi hari, justru malah semakin senang.

Skripsi juga menyebabkan beragam perasaan bercampur menjadi satu. Senang karena akhirnya bisa meneliti secara mandiri dan beneran, galau nungguin hasil dan meyelesaikan bab 4. Tapi tetap saja, karena aku suka penelitian, skripsi merupakan bagian terindah selama masa kuliah.

Semangat untuk teman-teman yang penelitiannya sudah selesai, sedang berjalan, dan sedang direncanakan..^^
Terinspirasi oleh Pak Ustad yang beberapa hari ini selalu membahas tentang rumah tangga, juga merupakan salah satu tranding topik mahasiswa semester atas.^^ Lalu aku tambah-tambahin sendiri.

Salah satu skill wajib seorang wanita adalah mengatur keuangan. Bagaimana caranya agar berapapun penghasilan suami cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hindari menghutang, apalagi hanya untuk memenuhi gengsi. Ada tiga bagian penting dalam mengatur keuangan. Terdiri dari kebutuhan bulanan, harian dan tidak terduga. Jika ada sisa dari kebutuhan bulanan dan harian bisa dimasukkan ke dalam kebutuhan tak terduga. Kemudian dari sisa kebutuhan tak terduga bisa digunakan untuk investasi membeli barang berharga semisal emas. 

Seorang Istri harus dapat :
  • Mengatur
  • Merawat
  • Menjaga
  • Menyiapkan
  • Mendukung
Seorang suami harus dapat :
  • Memimpin
  • Memberi
  • Menjaga
  • Membimbing
  • Mengawasi
Keluarga yang harmonis serta bahagia bukan bertumpu pada harta atau kedudukan sosial semata. Tetapi  5M itu tadi, kasih sayang, pengertian, terbuka, dan selalu mesra. ^^

Jika aku sudah menikah nanti, aku akan mengurus My Lovely Tamashi dengan baik. Juga anak-anak dan kebutuhan keluarga. Sehingga, dia bisa berfokus pada pekerjaan yang akan memuliakan bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga keluarga dan sesama. Membangunkan setiap pagi, memasak, mencuci dan setrika, mengantar makanan ke kantor, menemani lembur, tersenyum setiap hari dan selalu cantik, berbicara dengan lembut, memberikan semangat, menjadi ibu yang cerdas dan tegas, lalu masih banyak lagi.^^ Family is number one. Untuk aktivitas luar dan karir tergantung ijin.^^ Bisa dimusyawarahkan bersama.

Wanita Itu,,, (Part One)

by on November 22, 2013
Terinspirasi oleh Pak Ustad yang beberapa hari ini selalu membahas tentang rumah tangga, juga merupakan salah satu tranding topik mahasisw...
Opini,

Laki-laki itu ingin jadi yang utama dan suka berpetualang. Mereka jiwa yang bebas dan simple. Ditakdirkan untuk menjadi petarung yang hebat. Secara naluri mereka akan mengikuti insting alami tersebut. Di dalam keluarga, masyarakat, kelompok dan di mana saja. Mereka ditakdirkan untuk memimpin, tidak suka menjadi pecundang. Normalnya seperti itu.. Karena tentu saja ada pengecualian, untuk laki-laki lemah dan pecundang.

Laki-laki bisa bisa terlihat kuat, pekerja keras, pemimpin, tegas, tapi juga bisa kekanak-kanakan. Mereka mudah luluh dan tidak berdaya dihadapan wanita yang lembut, menghormati, serta menjaga dan memelihara apa yang dimilikinya. Dan tentu saja yang dicintainya. So, buat para wanita, jadilah pemuja, tunjukkan dia yang terhebat dan perlakukan pasangan dengan baik.

Laki - Laki Itu..

by on November 22, 2013
Opini, Laki-laki itu ingin jadi yang utama dan suka berpetualang. Mereka jiwa yang bebas dan simple. Ditakdirkan untuk menjadi petarun...
Apa yang akan kita lakukan? Begitulah yang kami pikirkan ketika menginjakkan kaki di Rawa Pening. Melihat hamparan air berwarna hijau yang sebagian tertutup enceng gondok ditambah sengatan matahari siang yang langsung menerpa tanpa tedeng aling-aling. Akhirnya, kami menghitung spesies air dan hewan yang ditemui di pinggir rawa, ada juga yang wawancara dengan penduduk setempat. 

Bagian Pinggir Rawa


Kemudian, bersama-sama kami menyewa perahu seharga 40.000 kapasitas hingga 8 orang. Seru sekali menuju ke tengah Rawa menggunakan perahu. Angin yang berhembus saat perahu berjalan membuat cuaca panas tidak terasa. Kami terus melaju menuju tengah rawa sambil menghitung spesies air dan tentu saja foto-foto.^^






Di tempat kami melakukan praktikum, tidak terlihat adanya tambak. Para penduduk mencari ikan secara manual dengan menggunakan jaring yang diikatkan ke empat batang bambu yang ditanam di Rawa. Jaring yang sudah di tenggelamkan, ditunggu beberapa saat baru kemudian diangkat. Belum tahu kenapa penduduk tidak membuat tambak saja. Di pinggir Rawa Pening juga terdapat hamparan sawah milik penduduk.

Setelah puas berperahu, kami sholat dan makan siang. Kami mencari tanaman obat yang ada di sekitar Rawa Pening. Tidak terduga sebelumnya kami akan mendaki bukit. Meskipun tidak terlalu tinggi tapi cukup melelahkan karena cuaca panas.


Pemandangan Dari Tengah Rawa


Pening di Rawa Pening

by on Oktober 28, 2013
Apa yang akan kita lakukan? Begitulah yang kami pikirkan ketika menginjakkan kaki di Rawa Pening. Melihat hamparan air berwarna hijau yang...
Semakin bertambah usia masalah yang datang semakin complicated. Tentu saja, karena semakin dewasa manusia harus semakin bertambah hebat dan kuat. Seharusnya begitu. Tapi dijaman yang semakin bebas dan menghalalkan ke-alay-an, ke-lebay-an, ke-tidak adilan, ke-tidak jujuran dan hal-hal negatif lain yang dibenar-benarkan, hingga dipuja-puja sebagai gaya hidup, manusia justru bisa semakin melemah. Padahal dampak buruknya adalah merendahkan kualitas pribadi.

Dunia bisa saja semakin hiruk pikuk dengan kepentingan yang saling tumpang tindih, semakin semrawut dengan sistem yang yang tidak efektif dan efisien serta tidak dijalankan, semakin kejam dengan hukum yang yang tidak bisa membedakan benar dan salah, dan semakin sumpek dengan pikiran-pikiran kotor yang ada di kepala manusia. Belum lagi masalah yang berasal dari alam, pemanasan, menipisnya sumber daya dan kemunduran kualitas lingkungan. 

Sudahlah,, jangan memikirkan dunia dulu, apalagi masalahnya. Pusing seribu keliling dan tidak akan pernah habis. Disudut-sudut dunia ini Tuhan masih menciptakan orang-orang hebat dengan hati bersih dan tulus. Meskipun jumlahnya mungkin lebih sedikit, tapi kekuatan orang-orang baik itu bisa berkali-kali lipat besarnya dari pada perusak. Karena mereka bersama Tuhan. Semoga kita adalah salah satunya. Salah satu pribadi baik yang bisa dibanggakan Tuhan.. aamiin..

Bukan hanya dunia yang rumit. Tapi masalah dalam hidup juga semakin rumit. Harapan yang tinggi, keinginan yang belum tercapai, kegagalan, keluarga, cinta, sepi, terasing, bimbang, sedih, kecewa, lemah.. dan perasaan-perasaan lain yang mebuat hati dan pikiran berputar semakin cepat. Lalu tiba-tiba semuanya menjadi melelahkan dan membosankan. Apa yang harus dilakukan?

Cobalah untuk tenang.. ingatlah harapan-harapan dan keinginan yang masih belum tercapai dan terlihat sangat jauh. Masih ada cahaya di sana.. masih ada kesempatan,, masih ada peluang untuk maju. Setiap orang memiliki sumber kekuatan masing-masing. Bisa keluarga, orang-orang yang disayangi atau impian. Rasakan kekuatannya.. lakukan apa yang harus dilakukan, tinggalkan apa yang tidak perlu. Tegas. Apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan memulai dan terus melangkah apapun yang terjadi.

Bersemangatlah untuk terus maju, meraih mimpi. Juga tetap perduli pada apa yang ada disekitar. Selalu melakukan hal baik untuk diri sendiri dan lingkungan meskipun terlihat tidak berarti. Ketika kita sudah menjadi hebat, kita bisa melakukan hal penting untuk menyelesaikan satu masalah dunia. Tidak usah muluk-muluk untuk merubah dunia, ringankan saja satu masalahnya. Dan yang pertama selesaikan masalah pribadi.

Semangaat...^^ 

Apapun yang terjadi, hidup ini indah, karena hidup adalah anugerah. Itulah yang saya percayai.


(Terinspirasi ketika saya menikmati Canon in D Minor Bach pagi ini. Salah satu simfoni favorit. Yang lembut dan menenangkan, sembari memikirkan apa yang harus saya lakukan hari ini. Harus bersemangat.)

Mahasiswa dengan segudang pengetahuan dan kesempatan tidak seharusnya menjadi katak dalam tempurung. Hanya mengenal dunia kampus dan berkutat dengan tugas-tugas dan segala macam hal yang hanya berhubungan dengan kuliah. Mengejar nilai yang memuaskan dengan fokus pada studi tidaklah salah. Memang itulah satu kewajiban yang harus dicapai oleh mahasiswa, nilai yang memuaskan. Namun, tidak hanya berhenti pada nilai. Mahasiswa juga memiliki kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk mengembangkan sayap dan terbang yang tinggi. Bukan asal terbang tanpa tujuan alias hanya sekadar bermain untuk menghabiskan waktu luang. Terlalu banyak bermain-main justru menjadi hal yang mubazir dan sia-sia. Salah satu kebiasaan mahasiswa jaman sekarang. Meluangkan banyak waktu untuk bermain-main tanpa tujuan yang jelas. Mahasiswa bukan hanya sekadar bermain, tapi ketika keluar dari kampus, ketika mengunjungi suatu tempat harus diiringi dengan niat mencari pengalaman baru dan mengambil sebanyak-banyaknya pelajaran, yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk menghidupkan kebiasaan berdiskusi dan berbagi cerita. Itulah salah satu kebiasaan yang harus dibangun. Pengalaman dan ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk berbagi. Sehingga, bukan hanya menularkan ilmu namun juga semangat untuk ikut berpetualang.
Lalu bagaimana bisa seorang mahasiswa dapat terbang mengunjungi berbagai macam tempat bukan hanya negeri sendiri namun juga belahan dunia lain? Modalnya adalah dengan karya. Yang membedakan kita dengan universitas-universitas besar di Indonesia bukanlah sebatas fasilitas atau sumber daya manusia. Dilihat dari fasilitas dan segi sumber daya manusia sebenarnya kita tidak kalah dengan universitas-universitas besar di Indonesia. Iklim untuk berdiskusi yang masih kurang, juga iklim kompetensi dan semangat untuk berkarya baru dimiliki sebagian kecil mahasiswa. Semangat berkarya bukan hanya untuk ditanamkan, tapi dibiasakan untuk segera bertindak. Karena, jika hanya niat untuk berkarya, hanya sebatas semangat tanpa usaha nyata untuk aktif dan memulai, akhirnya hingga akhir hanya akan menjadi sebatas niat dan semangat, tanpa hasil. Niat untuk berkarya bisa saja sudah dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa, namun tanpa memulai dengan tindakan nyata, sekecil apapun itu, semangat itu akhirnya hanya berakhir dengan omong kosong.
Jika membicarakan karya, maka kebanyakan orang akan berfikir tentang tulisan. Padahal karya dalam arti luas bukan hanya sekadar berbentuk tulisan. Tulisan seperti karya ilmiah dan jurnlistik atau berbagai macam bentuk tulisan lain hanyalah salah satu contoh. Karya dalam arti luas dapat berupa apa saja yang dapat bermanfaat, dapat digunakan, atau menjadi referensi. Bisa berupa alat, karya seni, sistem, serta gagasan bukan hanya ranah ilmu pasti tapi juga sosial. Karya yang dapat dihasilkan seseorang berbeda, tergantung pada ilmu yang dikuasai dan kemampuan individu. jadi bentuk karya itu tidak terbatas. Yang harus dimiliki adalah kesungguhan, kreatifitas, dan kesungguhan untuk memulai.

Karya adalah modal mahasiswa untuk dapat menjelajahi Indonesia bahkan dunia. Dengan mengikuti berbagai macam kompetisi dari berbagai daerah bahkan level internasional, selain mengasah mental dan mendapatkan prestasi, juga bisa mengenal setiap daerah yang telah dikunjungi. Membuka mata dan melihat wajah yang berbeda dari Indonesia dan mengenal dunia. membuat kita bisa belajar banyak hal karena setiap tempat memiliki adat istiadat, kelebihan, dan wajah yang berbeda. Jangan seperti katak dalam tempurung yang memiliki jarak pandang yang sempit dan pola pikir yang dangkal. Sehingga, ketika gelar sebagai mahasiswa berakhir, lalu kita keluar dari zona nyaman kampus untuk menghadapi dunia luar dengan berbagai macam kesibukan dan keberagamannya kita tidak lagi ragu dan takut untuk melangkah. Karena sudah memiliki modal, selain nilai, kita sudah memiliki kebiasaan untuk berkompetisi dan memiliki pengalaman dengan mbolang.
Akhirnya setelah tahun lalu sempat tidak ada acara jalan-jalan bersama, kali ini terlaksana juga. Dengan bus 50 sheet yang diisi sekitar 30 orang perjalanan terasa menyenangkan menuju kota semarang. Tujuan pertama adalah NASAFOR (Nano Science Forum) UNDIP. Setelah sampai di sana ternyata juga ada kunjungan dari UB. Namun kami tidak sempat melihat presentasi dai UB karena datang siang hari. Kami disambut hangat oleh teman-teman NASAFOR . Diawali dengan goyang caesar bersama untuk membuka acara sesi ke dua. Dipimpin sendiri oleh ketua NASAFOR yang tidak terduga dan tidak diikuti oleh anak-anak SIM yang masih malu-malu. Kami tidak menyangka orang yang sejak awal sangat bersemangat dan kocak menyambut kami, sampai-sampai paling semangat dan heboh goyang caesarnya itu adalah ketua NASAFOR yang prestasinya sudah dapat diacungi jempol. 

Kesan pertama yang cukup mengjutkan bagi kami yang belum tahu. Memang, kadang ketua forum atau UKM ilmiah itu justru aneh-aneh dan dengan bangga menyebut diri sendiri aneh. Kebanyakan dari orang-orang yang pernah saya temui di berbagai tempat, orang-orang yang aktif berkompetisi dan memiliki gagasan hebat bukanlah sosok yang serius, kalem, pendiam, kutu buku atau kaku. Justru mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat, terbuka, memiliki humor yang bagus dan nyleneh. Tidak terlihat bahwa sebenarnya mereka pemikir yang kritis dan kreatif. Hal itu terlihat ketika sudah serius berdiskusi, presentasi, atau melihat karya-karya mereka. Bertemu dengan orang-orang seperti itu merupakan pemicu semangat untuk selalu belajar dan berkarya serta penambah pengalaman. 

Dari presentasi yang sudah disampaikan senior NASAFOR, ada satu kesimpulan yang saya peroleh. Akseleras kemampuan. NASAFOR memiliki sistem sertifikasi untuk setiap anggota. Ada lima tingkatan yang yang harus dipenuhi oleh setiap anggota. Dan tidak main-main, disetiap tingkatan ada kompetensi khusus yang harus dimiliki untuk lulus. Seperti pengetahuan tentang nano, dapat menulis karya tulis ilmiah, melakukan publikasi nasional dan internasional, menjadi juara tingkat nasional dan masih banyak lagi. Dengan tingkat kesulitan yang semakin besar, kemungkinan untuk lulus disetiap tahap saat ini masih kecil mungkin. Namun, dengan terus konsisten meningkatkan kemampuan bukan mustahi beberapa tahun ke depan akan semakin banyak anggota yang lulus dengan waktu yang lebih singkat. Sistem yang baik meskipun sulit pada awalnya, jika terus konsisten bukan berarti tidak mungkin. Bukan sistemnya yang harus ditiru oleh SIM. Tapi semangat dan ketegasan untuk meningkatkan kualitas diri yang harus selalu ditekankan dan dimiliki para anggota.





Kunjungan selanjutnya adalah Lawang Sewu. Sore hari kami tiba di sana dan berkeliling di temani pemandu. Dari pemandu tersebut kami mendapatkan penjelasan tentang sejarah dan konstruksi bangunan. Lawang Sewu yang dulunya merupakan stasiun kereta api saat ini menjadi tempat wisata sejarah yang terkenal dengan suasana yang mistis. Karena tempat tersebut pernah digunakan untuk menyiksa tahanan. Selain sejarahnya, yang paling menarik bagi saya adalah konstruksi bangunan peninggalan Belanda. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari Eropa. Tentu bangunan tua, yang juga dapat ditemui di berbagai tempat di Indonesia seperti kota tua di Jakarta memiliki gaya yang sangat berbeda dengan konstruksi rumah saat ini. Namun meski termasuk bangunan kuno, ternyata konstruksinya sudah modern dan efisien dibandingkan dengan rumah saat ini. Sehingga bangunan tersebut masih dapat berdiri kokoh.

Dimulai dari ruang bawah tanah yang berfungsi ganda, untuk menampung limbah air dari seluruh rumah kemudian air tersebut dapat menjadi pendingin rumah. Berbeda dengan rumah sekarang yang membuang limbah ke selokan dan menggunakan AC sebagai pendingin ruangan. Tidak jarang banyaknya selokan yang tidak tertata dengan rapi justru menimbulkan bau dan menjadi penyebab banjir. Bangunannya pun sangat kokoh karena dibangun dengan bahan-bahan yang berkualitas dan konstruksi yang baik. Yang menarik lagi adalah jendela yang terbalik menggunakan kaca asli yang tipis. Jendela dengan engsel di atas berfungsi sebagai penyaring udara, menyulitkan pencuri untuk masuk rumah, dan menyediakan tempat yang lebih luas di bawah jendela tanpa takut terbentur jendela. Kaca yang tipis berfugsi untuk mengeluarkan panas dari ruangan. Itulah sebagian kecil dari kelebihan konstruksi jaman dulu yang bisa bertahan hingga puluhan bhkan ratusan tahun.

Setelah puas berkeliling, kunjungan terakir adalah rumah Avrina. Terimakasih banyak untuk keluarga Avrina yang sudah menyambut kami..^^ Rumah Avrina berada di daerah rob yang bisa terkena banjir kapan saja. Sehingga penduduk di sana harus meninggikan rumah secara swadaya agar tidak terkena banjir Akibatnya, semakin lama bangunan semakin pendek karena terus di ditinggikan tanahnya. Ada rumah yang sudah menyerupai rumah kurcaci. Mini house. Entah sampai kapan penduduk akan tetap bertahan dengan metode meninggikan tanah. Karena semakin lama tinggi air laut akan meningkat seiring dengan pemanasan global yang menyebabkan es mencair. Jadi harus ada solusi jangka panjang untuk penduduk di daerah rob.

Setelah makan bersama, kita pulang ke Solo dengan hati gembira...

Juga ada dua kejadian yang menarik,
Pertama Wahyu ketinggalan di Pom Bensin karena kami sibuk menikmati lagu Butiran Debu dan tidak ada yang sadar Wahyu tidak ada ( Kasian sekali,,). Akhirnya di jemput tukang ojek. Untung tidak ngojek sampai Semarang,,, ^^
Dua tarif parkir bus di sekitar Lawang Sewu yang mencapai 50.000 (yang benar saja). Untung ada Agus, sebagai mahasiswa teknik sipil yang tahu aturan di jalan dan kota, dia menolak membayar parkir macam mahasiswa mau demo. ^^ Akhirnya,, tak jadi bayarrr,, Begitulah, karena tahu ilmu dan aturan yang benar kita harus berani tegas. Bukan malah ikut-ikutan.

SIM 2013 Goes ke Semarang

by on Oktober 17, 2013
Akhirnya setelah tahun lalu sempat tidak ada acara jalan-jalan bersama, kali ini terlaksana juga. Dengan bus 50 sheet yang diisi sekitar 3...
Beberapa waktu yang lalu Fakultas MIPA merayakan ulang tahunnya yang ke 17. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai macam lomba seperti debat bahasa Inggris, Volley, Basket, Badminton, Scrable, Band dan masih banyak lagi. Juga ada lomba dari Scienta seperti lomba esay, karikatur dan fotografi. Acara hari H tidak kalah seru dengan festival jajanan, musik, stand up comedy, jalan sehat dan masih banyak lagi hingga larut malam. Fakultas MIPA merupakan fakultas termuda di UNS. Namun seiring dengan semakin bertambah usia, FMIPA selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Beberapa jurusan yang sudah ada adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, TI, Farmasi, D3 TI, dan D3 Farmasi.

Acara yang membuat warga FMIPA mendapatkan satu hari libur ekstra ini (kecuali yang masih praktikum) wajib dimeriahkan oleh semua mahasiswa, dosen, dan karyawan. Semoga semakin bertambah usia, fakultas FMIPA menjadi semakin lebih baik.

Juga selamat untuk Biologi yang sudah menjadi juara umum lomba dalam rangka HUT MIPA...^^




Sweet Seventeen FMIPA

by on Oktober 17, 2013
Beberapa waktu yang lalu Fakultas MIPA merayakan ulang tahunnya yang ke 17. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai macam lomba seperti debat...
Galau adalah hal umum yang dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, latar belakang, dan jenjang pendidikan. Merupakan hal yang sangat lazim di alami semua orang. Karena galau merupakan salah satu tanda yang menuntut setiap orang untuk menjadi lebih baik dan segera melakukan sesuatu. Galau bukan berarti kita dibolehkan bermalas-malasan, menunda, kabur, atau sikap-sikap lain yang tidak produktif dengan alasan sedang galau dan tidak mood. Justru ketika galau, kita harus paham apa sebabnya dan segera bertindak untuk mengatasi kegalaun. Bertindak untuk mengatasi galau, bukan sebaliknya. Jadi ketika galau tetep stay cool tidak perlu uring-uringan dan segera bertindak bukan malah bermalas-malasan. ^^

Galau Tetep Stay Cool

by on Oktober 17, 2013
Galau adalah hal umum yang dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, latar belakang, dan jenjang pendidikan. Merupakan hal yang s...
Sepi adalah teman yang abadi. Teman yang baik atau teman yang buruk. Dia bisa menjadi apa saja. Sepi ada disetiap sudut hati manusia. Sepi adalah keadaan di mana kita dapat melihat diri sendiri, merasakan detak jantung, hembusan nafas, menangis, tertawa, mendengar suara hati tanpa topeng dan kebohongan. menjadi diri sendiri ketika sepi. Menutup telinga dari hiruk-pikuk dunia, atau memang tidak terdengar. Sepi,, di mana aku memiliki duniaku sendiri.

Sepi

by on Agustus 22, 2013
Sepi adalah teman yang abadi. Teman yang baik atau teman yang buruk. Dia bisa menjadi apa saja. Sepi ada disetiap sudut hati manusia. Sepi ...
Satu wishlist sudah tercapai. Magang di LIPI. Wishlist tahap selanjutnya adalah to be the real scientis.Hari ini cukup sedih juga berpisah dengan Lab, teman dan para peneliti di Puslit Biotek. Mereka telah menyambut kami dengan sangat baik dan ramah. Aku suka suasana kekeluargaan dan ramah yang ada di tempat itu. Juga berpisah dengan anak-anak singkong yang setiap hari aku amati dan selamatkan dari kontaminasi jamur serta bakteri. Semoga tunasnya bisa tumbuh dengan subur dan menjadi anak-anak singkong yang baik. Rasanya setiap hari tidak sabar melihat keadaan mereka. lega rasanya kalau daun mulai tumbuh, bertambah tinggi dan bebas dari kontaminan. itu adalah bagian paling menyenangkan dari magang. Melihat mereka tumbuh dan baik-baik saja. Agak lebay mingkin, tapi begitulah kenyataannya. 

Setelah ini, berjuang untuk target selanjutnya. Agenda tiap semester baru, kembali mengoreksi rencana masa depan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Mana yang masih mungkin dan mana yang perlu di ubah. Menata ulang tujuan hidup dan impian. Juga bagaimana meraihnya. Tiap semester ada saja yang gagal, tapi tidak masalah. Karena tetap ada yang tercapai. Wishlist utama semester ini.. Lulus dengan nilai memuaskan dan melakukan penelitian untuk skripsi. Pasti menyenangkan, melihat anggrek-anggrek tumbuh dan berbunga,, ^^

Berakhirnya Magang

by on Agustus 02, 2013
Satu wishlist sudah tercapai. Magang di LIPI. Wishlist tahap selanjutnya adalah to be the real scientis.Hari ini cukup sedih juga berpisah...
* Coretan iseng di Lab

Apapun pekerjaan yang sedang dimiliki harus dilakukan dengan penuh semangat, dedikasi, dan yang sangat penting.. ikhlas. Hindari merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain, apa lagi teman. Jika kita melakukan semua pekerjaan dengan baik, meskipun sederhana, Tuhan akan memberikan yang lebih baik dan mungkin juga itu lebih sulit untuk dikerjakan. Jika mampu menyelesaikan, maka Tuhan akan memberikan yang lebih sulit lagi dan begitu seterusnya. Namun, jika yang lebih sulit itu membuat kita mengeluh, malas dan terbebani, maka Tuhan akan mengembalikan ke keadaan semula, yang lebih mudah. Hingga kita pantas untuk mendapat lebih. Sesungguhnya Tuhan Maha Tahu dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Lakukan yang terbaik setiap hari. Karena Tuhan menunggu kita pantas untuk menerima.
*Coretan iseng ketika nganggur di Lab. Dari pada bengong

Semakin sulit pekerjaan, bukan semakin susah dan menderita. Tapi semakin bersemangat dan menggebu untuk menyelesaikan hingga akhir dan mendapatkan hasil maksimal. Karena, jika pekerjaan terasa sulit, akan dapat belajar banyak hal. Bagaimana menyelesaikan masalah, menjadi lebih ahli dan profesional dalam pekerjaan dan bisa belajar lebih banyak dari yang tidak melakukan apa-apa atau yang mengerjakan sedikit. Yang penting tetap tekun, bekerja keras dan bersemangat. Tuhan yang sangat menyayangi kita tidak akan pernah menyia-nyiakan upaya baik. 

Sulitnya Pekerjaan

by on Juli 18, 2013
*Coretan iseng ketika nganggur di Lab. Dari pada bengong Semakin sulit pekerjaan, bukan semakin susah dan menderita. Tapi semakin bersema...
17 Juli kemarin diadakan buber sekaligus merayakan ulang tahun Pak Toni. Acaranya sederhana tapi menyenangkan dan terasa kekeluargaan diantara peneliti dan semua pegawai. Rasanya magang menjadi menyenangkan. Acara buber dimulai dengan melihat foto kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya dan perkenalan anak-anak magang. Ada 6 anak yang sedang magang di Puspitek. satu dari UNPAD, satu dari UGM dan sisanya kami dari UNS. Tidak terasa sudah dua minggu magang. Waktunya untuk memulai membuat laporan magang. hehehe.....

Pak Toni Baju Putih




Tulisan kali ini di ilhami oleh dua orang teman. Sebut saja A dan B. A akhir-akhir ini sedang tidak memiliki banyak pekerjaan alias hidup dengan santai. Tapi justru, dia tidak terlalu suka dengan keadaan seperti itu. Ingin melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Sangat membosankan hidup dengan tidak melakukan apa-apa setiap hari. Sedang B akhir-akhir ini sedang sangat sibuk dan banyak pekerjaan yang melelahkan dan banyak lembur. B mengeluhkan pekerjaan yang banyak tersebut. Sungguh keadaan yang berkebalikan. Sama juga dengan pengangguran yang sangat ingin bekerja tapi sulit sekali mencari pekerjaan sedangkan orang yang memiliki pekerjaan mengeluh terlalu sibuk.

Aku sendiri akan sangat bosan jika tidak ada kesibukan. Sejak SMP (karena waktu SD tidak ada ekstrakulikuler) aku selalu mengikuti kegiatan ekstra, hingga jenjang perkuliahan. Tapi, jika sangat sibuk kadang aku mulai mengeluh dan merasa terbebani. Melihat kisah kedua temanku itu, aku jadi berfikir, bukan ada tidaknya pekerjaan yang menjadi masalah. Tapi bagaimana menyikapi dan apa yang dilakukan. Banyak sekali hal yang bisa dilakukan ketika ada waktu luang atau menganggur. Melakukan hobi yang tidak sempat dilakukan ketika sibuk, jalan-jalan, memasak dan membersihkan rumah, bermain bersama keluarga, membaca sambil menunggu, atau melakukan hal-hal yang tidak sempat dilakukan ketika sibuk. Sebaliknya, sibuk itu bukan untuk dikeluhkan, tapi dinikmati saja. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Rajin dikantor membuat kita menjadi karyawan yang disukai, rajin mengerjakan tugas dan belajar membuat nilai semakin baik, rajin melakukan suatu pekerjaan tertentu meskipun semakin sulit akan membuat kita semakin profesional dan sebagainya.

Intinya, ketika sibuk ataupun menganggur, bukan mengeluh yang harus didahulukan. Tapi coba nikmati dengan melakukan hal positif. Mengeluh hanya akan menarik lebih banyak energi negatif yang akan semakin membebani dan menghilangkan semangat. Hidup itu penuh warna, dengan semua kesulitan dan kemudahannya. Tetap bersyukur dan hidup akan menjadi lebih baik..^^
Awalnya, tiga hari magang seperti sudah satu minggu. Lama. Karena belum tahu apa-apa, susah mencari makanan dan harus masak sendiri. Tapi setelah empat hari magang dan mulai terbiasa dengan situasi dan kondisi, rasanya jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Setiap pagi, jam 8 berangkat ke Puslit Biotek LIPI dan pulang sore. Kalau lembur bisa sampek sore banget. Para karyawan dan peneliti di sana semuanya baik dan membimbing kami dengan baik. Tidak sulit untuk beradaptasi.

Aku mengerjakan perbanyakan in Vitro Ubi Kayu asal Ambon dari tunas, di bawah bimbingan Ibu Sri Hartati dan juga bantuan mbak Wiena yang sangat baik. Senang sekali magang di LIPI. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di LIPI, yang aku sampaikan pada Tuhan adalah "Aku ingin magang dan bekerja di tempat ini." Menjadi peneliti, itu yang aku inginkan, impikan, dan pekerjaan yang aku cintai. Juga menjadi floris.

Ada beberapa orang yang juga magang di Biotek. Ada yang dari UNPAD dan yang baru datang setelah kami dari UGM. Setiap hari, tiga tempat yang pasti aku tuju. Lab yang isinya bahan-bahan, ruang LAF, dan lab kultur.





Seminggu Magang

by on Juli 13, 2013
Awalnya, tiga hari magang seperti sudah satu minggu. Lama. Karena belum tahu apa-apa, susah mencari makanan dan harus masak sendiri. Tapi ...
Perjalanan yang cukup panjang dan melahkan. Dari jam setengah lima menunggu di Rosalia, hingga akhirnya berangkat entah jam berapa karena ketika bangun sudah di Semarang. Lalu tidur lagi dan lagi sampek pagi menjelang. Sampai kosan jam setengah tiga sore dan belum fix dapat kamar, karena semua kamar penuh. Jam lima, akhirnya kami menempati kamar yang sebelumnya dipakai anak putra. Yang pindah ke kamar ibu kos dan ibu kos pindah ke rumah anaknya. Ya,,, begitulah hari pertama di Cibinong. Melelahkan.

Suasananya sangat mengingatkan aku ketika kos jaman SMA. Benar-benar serupa tapi tak sama. Sama-sama satu kamar lebih dari satu orang, tidur tanpa tempat tidur, masak nasi tanpa rice cooker, kering buatan rumah... mengingatkan jaman SMA... Semoga besok menjadi awal yang menyenangkan...

Hari Pertama Magang

by on Juli 08, 2013
Perjalanan yang cukup panjang dan melahkan. Dari jam setengah lima menunggu di Rosalia, hingga akhirnya berangkat entah jam berapa karena k...