Kalau di Tangkuban Perahu ada legenda cinta yang kandas justru Situ Patenggang ini lahir karena cinta yang berakhir bahagia. Nama situ patenggang disebutkan berasal dari kata pateang-teang ( saling mencari). Dahulu ada dua orang titisan dewa bernama raden Santang keponakan Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran dan dewi Rengganis dari kerajaan Majapahit yang terpisahkan sekian lama. Mereka harus berpisah karena perang bubat antara dua kerajaan. Mereka pun kemudian saling mencari, dan akhirnya bertemu di tempat yang sekarang bernama batu cinta . Dewi Rengganis kemudian mengajukan permohonan untuk dibuatkan danau dan perahu untuk mereka berlayar. Perahu inilah yang kemudian menjadi pulau di tengah Situ Patenggang. Pantas saja ketika melihat sekeliling danau rasanya bentuknya mirip hati. Ternyata ada kisah cinta dibalik danau ini.


Tertarik mengelilingi pulau dan singgah di batu cinta?

Perjalanan ke Situ ini asyik banget. Serasa pulang ke rumah. Jalan aspal mulus yang berkelok di tengah hamparan kebun teh yang sangat luas. Menyenangkan sekali.

Sebelum masuk aku membeli balon sabun. Murah harganya Rp 5000. Jadi di sana kita cuma duduk santai menikmati pemandangan danau dan udara yang sejuk sembari bermain balon sabun. Anginnya cukup kencang, tidak perlu repot meniup jika terkena angin banyak balon sabun beterbangan. Yeee... hehe... 

Tempat ini asyik buat piknik. Bisa duduk santai dengan tikar atau di saung yang banyak disediakan di sepanjang bibir danau. Kalau datang bersama pasangan bisa mencoba sepeda air. Ada juga perahu motor dan perahu dayung.



Setelah puas menikmati pemandangan, aku berdua dengan Eka melanjutkan perjalanan ke Kapal Pinisi yang menjadi satu kompleks destinasi wisata. Perahu coklat besar di tengah kebun teh itu sejatinya adalah restoran untuk makan. Jika mau masuk ke kapal harus melewatu jembatan dan membayar Rp 15.000. Kita berdua cuma berkeliling di kebun teh sekitar kapal saja. Ternyata letak batu cinta ada di dekat kapal ini. Selain di kapal juga ada banyak penjual makanan dan minuman di pinggir danau. Hari semakin sore dan dingin, akhirnya kita berdua membeli kelapa muda dan bandrek. Hangat bandrek yang isinya jahe, susu, dan parutan kelapa cocok bersanding dengan udara dingin danau.









Ini dia Batu Cinta (dalam hati, ini?? hehe...)
 Ini dia nih batu Cintanya. Aku kira batunya seperti apa. Ya,,, ternyata batu..

Menikmati minuman hangat di tepi danau
 Daripada masuk ke kapal yang ramai dan penuh orang, aku lebih suka minum minuman hangat di warung tepi danau yang lebih sepi dan tenang. Sembari menyaksikan kabut perlahan turun menutupi perbukitan di pinggir danau. Merasakan udara yang semakin dingin, air dengan riak kecil dan membayangkan kisah cinta yang berakhir bahagia dari Raden Kian Santang dan Dewi Rengganis. 
Ranca upas ini dekat sekali lokasinya dengan kawah putih. Biaya masuk Rp 15.000 per orang ditambah parkir Rp 3000. Kawasan hutan lindung yang luas ini banyak digunakan untuk camping. Jika tidak membawa peralatan camping pihak pengelola juga menyediakan sleeping bag dan tenda. Sayang tidak sempat merasakan tidur di bawah langit Ranca Upas. Sepertinya patut dicoba.








Selain bumi perkemahan, ada kolam dan arena bermain air untuk anak-anak. Di samping kolam ada penangkaran Rusa. Tidak ada tiket masuk tapi bayar untuk membeli makanan rusa. Ada Wortel Rp 10.000/ikat, Kangkung Rp 5000/ikat dan strawberry. Tidak harus per orang beli. Boleh beli satu ikat saja. Rusa-rusa di Ranca Upas semuanya jinak. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan manusia. Kata bapak pengawasnya, mereka sudah tidak perlu memberi makan. La wong tiap hari dikasih pengunjung. Waktu datang ke sana ada satu rusa yang diajak untuk foto preweeding. Memang, suasana padang rumput Ranca Upas yang luas dengan warna-warni hijau, kuning dan coklat membuat kita serasa di negeri koboi atau gembala rusa.




Ada juga arena panahan, kalau ini bayar lagi. Panahan dengan standar bow jarak dekat. Patut di coba untuk yang penasaran soal panahan. Ada kebun bunga mini yang bisa buat foto-foto. Tapi hati-hati ya, jangan merusak bunganya.


Perjalanan dari Ujung Berung ke Kawah Putih, Ciwidey termasuk mudah karena banyak petunjuk jalan. Jalannya pun kebanyakan lurus saja, hanya jaraknya memang agak jauh, sekitar dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Kalau macet bisa tambah lama. Wisata Kawah Putih pintu masuknya berada di sebelah kiri jalan dari arah Bandung.


Sesampainya di pintu masuk, kita parkir motor di area bawah. Karena hanya roda 4 saja yang boleh naik ke parkiran atas. Harga tiket masuk Rp 20.000 plus ontang-anting (angkutan untuk naik ke atas) Rp. 15.000. Parkir bawah untuk motor Rp 5000. Setelah parkir motor ternyata helm harus dititipkan dan bayar lagi Rp 5000 per helm. Baru tahu pas nulis artikel ini kalau itu termasuk pungli. Sebenarnya kita kesel juga sih awalnya, harus parkir bawah dan wajib naik ontang-anting padahal jalan naiknya gampang tidak terlalu curam masih bayar penitipan helm. Harganya sama kayak biaya sewa itu helm selama 3 hari. Tapi ya sudah peraturan dan semua begitu, kita terpaksa menurut.

Perjalanan naik ontang-anting sekitar 10 menit. Setelah turun di parkiran atas aku dan Eka langsung menuju kawah. Harga barang-barang di Kawah Putih ini termasuk mahal. Balon sabun saja harganya Rp. 15.000. Dih.. di Situpatenggang saja cuma Rp 5000. Harga sabun dan produk lokalnya juga mahal. Kata Eka "Dari pada beli sabun belerang mending bawa pasir yang mengandung belerang itu saja" Terus aku jawab "Iya juga ya, buat sabun sendiri bisa". Hehe.. saking kesalnya dengan banyaknya item yang harus dibayar dan kebetulan pas dapet petugas kurang ramah.
Ontang Anting

Sampai di kawah rasa kesal kita cukup terobati dengan pemandangan indah. Hamparan berwarna putih dari air kawah dan pasir disekitarnya tampak pucat tapi anggun. Kawah yang tenang dengan gelombang air lembut karena angin dan asap yang bergerak perlahan adalah pemandangan yang menakjubkan. Sebagian pasir tidak hanya berwarna putih tapi juga ada gradasi dari kuning hingga hijau muda. Hati-hati menginjak pasir di tepi kawah karena tidak kuat menahan beban dan tidak bisa digunakan untuk berpijak.






Pohon yang langsung memikat hati



 Karena area jembatan dekat pintu masuk kawah ramai, kita berjalan ke sisi kiri yang sepi. Tempatnya agak berbukit dan banyak tanaman paku. Pemandangan dari atas bukit lebih bagus daripada hanya berada di pinggir kawah.


Seperti bukan kawah putih



Waktu kita ke sana cuaca tidak terlalu dingin, panas malah karena pas siang hari. Setelah dua jam berkeliling dan berfoto kita memutuskan untuk turun. Sudah mulai batuk-batuk tidak tahan dengan bau belerang yang cukup menyengat.


Kawah Putih yang Mempesona

by on Juli 25, 2018
Perjalanan dari Ujung Berung ke Kawah Putih, Ciwidey termasuk mudah karena banyak petunjuk jalan. Jalannya pun kebanyakan lurus saja, hanya...



Kisah Dayang Sumbi yang cantik dan anaknya Sangkuriang sudah ku kenal sejak SD dari buku bahasa Indonesia. Tapi baru kali ini benar-benar berkunjung ke Tangkuban Perahu. Itupun karena gagal ke destinasi pertama, gara-gara salah setting destinasi di Map. Awalnya dari Bandung kita pengen ke Cibodas. Berangkatlah aku berdua dengan kawan menuju Cibodas. Perjalanan mulai memasuki area hutan, kita terus melaju sembari menikmati pemandangan hutan pinus dan aroma pinus yang menyegarkan. Karena berangkat siang setelah mencari tempat sewa motor, kami berdua berhenti sejenak untuk makan di depan gapura desa Cibodas. Merasa sudah dekat dengan tujuan kita makan dengan santai sembari menikmati pemandangan hutan dan udara yang sejuk. Nasi timbel dengan aneka lalapan segar. Sebelum mulai makan bertanyalah kita ke mbak penjual "Teh, kebun Raya masih jauh ya?" Teteh penjualnya bingung "Kebun Raya? Di sini adanya Desa Cibodas". Deg... wah.. langsung periksa Map dan ketik Kebun Raya Cibodas. La dalah.. Salah kita mah. Cibodas dan Kebun Raya Cibodas beda. Duh baru sadar... Mana kalau ke Kebun Raya Cibodas masih jauh banget. Akhirnya ke Floating Market dan Tangkuban Perahu. Sebenarnya kita juga melewati air terjun dan pemandian air panas Maribaya. Tapi tidak berminat ke sana.

Lalapan Segar. Masih utuh, cuma ku pandang saja. ^^

Welcome di Desa Cibodas. Kesesatan yang nyata. Kita ke sini cuma numpang makan. Inilah yang namanya rejeki bisa datang dari mana saja. Kita jauh-jauh mampir makan di kedai Nasi Timbel. Ingat cerita Ustad Hanan, perjalanan jauh juga akhirnya cuma buat makan disebuah kedai. ^^

Balik lagi ke Tangkuban Perahu. Aku sangat menikmati perjalanan dengan suasana hutan pinus rindang dan udara dipenuhi aroma pinus. Salah satu aroma favorit yang menyegarkan. Semakin naik udara juga semakin dingin. Pakai baju hangat ya kalau ke sini.
Sampai Tangkuban Perahu sore dan kita disambut kabut yang pekat. Tidak kelihatan pemandangan kawah, dingin pula. Suasananya jadi temaram, sejuk, dan romantis. Matahari masih tertutup awan dan kabut. Kita parkir di dekat masjid besar.





Ada tiga kawah sebenarnya, tapi karena kabut tebal kita langsung menuju kawah Ratu. Di sepanjang jalan masuk juga banyak spot dengan pemandangan bagus dan pohon-pohon yang indah. Serasa musim gugur dengan pohon-pohon beranting coklat. Cantik banget. Di bagian atas ada banyak penjual aksesoris dan baju, bisa juga berkeliling naik kuda. Di bagian tengah ada kawah Ratu yang lebar. Awalnya tidak terlihat sama sekali karena kabut. Perlahan kabut memudar dan kawah mulai terlihat. Untuk melihat pemandangan kawah sudah ada bukit-bukit khusus dengan jalan yang mudah dilalui. Semua dipagari dengan pagar kayu, relatif aman dan nyaman.



Semakin sore dan matahari justru baru akan muncul
Tangkuban Perahu merupakan gunung berapi yang masih aktif. Terlihat asap di dasar kawah juga bau belerang. Tapi tidak terlalu pekat. Pulang dari Tangkuban Perahu sudah hampir jam 17.00 karena memang sudah jam tutup tapi justru mataharinya baru muncul. Jalan menuju Tangkuban Perahu lumayan menanjak tapi masih tergolong mudah. Jalannya juga bagus dengan pemandangan indah di kiri kanan jalan. Tidak terasa deh perjalanan.

Ala-ala
Berdasar mitos gunung ini ada karena perahu yang ditendang Sangkuriang, tangkuban perahu, perahu yang terbalik. Sangkuriang gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi. Mirip sekali dengan cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso dari kerajaan Boko, Prambanan. Jaman dahulu orang bisa membuat apapun dalam waktu semalam ya.. Orang sakti mah bebas.. Mereka berdua, Bandung Bondowoso dan Sangkuriang sama-sama sudah berjuang demi wanita yang mereka cintai. Tapi sayang, takdir berkata lain. Kedua wanita itu tidak bisa membalas cintanya karena alasan tertentu. Orang sakti dan tampan mah bebas mau mencintai siapa saja. Tapi wanita juga bebas menentukan. Kesaktian, ketampanan, harta, kekuasaan... sebenarnya cinta tidak berawal dari semua itu. Cinta ya cinta saja. Itu kuasa Tuhan.

Floating Market merupakan salah satu tempat wisata popular di daerah Lembang, Bandung. Dari namanya saja kita bisa membayangkan apa yang ada di Floating Market. Jejeran kapal dengan aneka dagangan. Tapi ternyata bukan hanya itu saja yang bisa dinikmati pengunjung di Floating Market. Memasuki tempat wisata ini kamu akan disuguhi oleh berbagai macam budaya yang dihimpun menjadi satu area. Untuk dapat menikmati semua yang ada di area Floating Market, pengunjung memang harus membayar lebih. Setiap tempat menjadi item tersendiri dengan tiket masuk yang berbeda. Kalau hanya Floating Market tiket masuknya Rp 20.000 saja.

Masuk ke dalam Floating Market sajian pertama yang akan kamu lihat adalah rumah berwarna kuning mencolok dengan taman bunga yang indah, pintu masuk Rainbow Garden. Sangat instagramable untuk di foto. Di sampingnya ada pintu masuk ke Mini Town yang isinya adalah rumah warna-warni denga taman-taman bunga. Sangat mencolok dan bagus untuk background foto. Harga tiket masuknya Rp 25.000. Kalau mau masuk Rainbow Garden yang isinya aneka bunga warna-warni dan greenhouse. Harga tiket masuknya Rp 10.000. Banyak area bermain anak juga di kompleks Floating Market ini, ada taman kelinci, area outbond, kereta dan lain-lain. Dengan harga masuk di setiap arena tentunya.

Masuk ke Floating Market, kamu akan melihat taman dengan kolam dan air mancur kecil, lengkap dengan jembatan dan bunga teratai. Ada panahan mini dan penjual souvenir. Di bagian ujung tampak ada saung-saung yang masih kosong. Belum ada isinya tapi bagus juga untuk foto. Lama-lama di tempat ini bisa ngantuk deh. Sepi dan sejuk.

Rumah Kuning Lengkap dengan Taman

Taman Depan Pintu Masuk dengan beberapa Jembatan

Jadi ingat masa lalu. Suka bantuin nenek cari kayu bakar trus masaknya di tungku.


Di bagian ini isinya saung dari bahan kayu semua
Di dalam Floating Market ada banyak spot yang bisa dikunjungi. Mulai dari aneka permainan air seperti sepeda air dan perahu yang bisa digunakan untuk berkeliling danau. Selanjutnya ada area tempat makan yang semua kedai penjualnya berada di dalam perahu. Banyak banget makanan yang bisa dicicipi. Terutama makanan khas Bandung. Setelah melewati arena makanan ini, suasana akan berubah menjadi ala Korea dan Jepang. Selain kios pernak pernik kedua negara tersebut ada juga kios yang menjual aneka souvenir luar negeri. Macam-macam deh yang bisa di beli di sini. Untuk lebih merasakan suasana Jepang atau Korea kamu bisa menyewa Yukata atau Hanbok dengan harga Rp. 175.000 dan berfoto di daerah Kyotoku dan taman ala Korea.

Area Kyotoku



Setelah puas berfoto ria kamu bisa kembali menelusuri arena yang menjual aneka souvenir. Begitu melihat kedai Teh, langsung aku masuk ke dalam dan melihat teh apa saja yang dijual. Ternyata lengkap, ada teh putih hingga teh hitam. Juga ada produk olahan lain seperti coklat dan skincare. Langsung beli deh, teh dari kebun di Ciwidey.

Overall, masuk ke Floating Market ini kamu bisa merasakan suasana tradisional Bandung hingga suasana ala Jepang dan Korea, atau suasana eropa atau kebarat-baratan ketika di taman bunga dan Kota Mini. Campur aduk deh pokoknya. Lumayan bisa panen foto bagus buat kamu yang suka hunting foto.
Pohon Favorit ^^



Pada episode 3 sesi akidah kali ini, kita diajak untuk berfikir secara logis terlebih dahulu dengan pertanyaan
  1. Apakah benar ada Tuhan?
  2.  Jika ada, siapa Tuhan kita?

Sebelum menjalankan ajaran agama Islam, kita terlebih dahulu harus paham dan yakin mengenai keberadaan Tuhan yang memang pantas untuk disembah.

Slide pertama diawali dengan masa-masa kejayaan Islam dengan deretan ilmuwan muslim yang penemuannya berpengaruh terhadap kehidupan dunia. Kamu bisa cari tahu juga siapa saja ya ilmuwan muslim jaman dahulu. Islam pernah mengalami masa kejayaan karena menjalankan agama dengan benar sesuai Al Quran dan Hadis.

Selanjutnya kita akan menjawab pertanyaan pertama, benarkah pencipta itu ada? Bagaimana menjawabnya?

Pertanyaan tersebut dijawab dengan logika berfikir. Ada beberapa ideologi yang menjadi acuan pola ikir dunia, seperti yang sudah dijelaskan pada sesi 1. Ada kapitalis yang sekuler dan masa bodoh apakah ada pencipta atau tidak, Sosialis yang tidak mempercayai adanya pencipta dan Islam yang menyatakan adanya Sang Pencipta. Padahal logikanya setiap jiwa pasti ada penciptanya, segala sesuatu pasti ada penciptanya.

Lalu dari mana asal manusia? Nha, ada 3 kaidah berfikir nih.
  1. Keberadaan sesuatu pasti ada penciptanya (bayangkan semua barang yang kamu miliki, siapa yang menciptakan?)
  2. Sesuatu yang dibuat tidak akan sama dengan pembuatnya (Barang yang kamu bayangkan tadi tidak sama kan dengan pembuatnya?)
  3.  Ciptaan merefleksikan karakter penciptanya (ada kue yang imut, ada robot besar, ada gedung tinggi, dari hasil ciptaan tersebut kamu bisa membayangkan orang macam apa yang membuatnya)

Dengan 3 kaidah tersebut, bayangkan bumi seisinya, luar angkasa, manusia.. betapa luar biasa dan sangat sistematis. Pastilah yang menciptakan harus berbeda dan lebih hebat dari semua yang ada di dunia ini. Maha Segalanya. Dalam islam, Sang Maha Segala tersebut adalah Allah SWT. Lalu apa lagi buktinya?

Kita tengok kitab Al Quran yang menjadi rujukan umat Islam. Secara ilmiah apa yang ada di dalamnya dapat dibuktikan secara ilmiah, kurang lebih 80%nya. Lalu 20%nya?? Belum ada yang mengatakan salah. Kalau sudah 80% benar maka kemungkinan besar 20%nya juga benar, hanya manusia belum mampu membuktikan secara ilmiah.


Banyak banget contoh yang diberikan pada sesi 3 ini. Selengkapnya daftar FAST saja yaaa….

Finding God

by on Juli 17, 2018
Pada episode 3 sesi akidah kali ini, kita diajak untuk berfikir secara logis terlebih dahulu dengan pertanyaan Apakah benar ada T...

Tnggal 21 Juni 2018 kemarin lalu Jogja berkebun bersama Danone mengadakan kegiatan DVM (Danone Volunteering month) dengan tema "Kreasi Kampung Urban Farming" di bantaran Kali Code Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut bentuk kerjasama antara @dancommunityid dengan @jogjaberkebun. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh anggota Jogja Berkebun tapi juga dibantu oleh para volunteer. Sekilas mengenai DVM. Kegiatan ini merupakan salah satu CSR dari Danone.

Ada dua kegiatan yang dilakukan bersama para warga Kali Code yaitu, urban farming dan mural. Dalam sesi berkebun, volunteer dan warga bersama menanam aneka sayuran dan tanaman bunga dengan memanfaatkan media dari botol bekas dan menggunakan planter bag. Pada sesi menanam ini warga sangat anthusias terutama ibu-ibu. Awalnya mereka sama sekali tidak terfikir untuk menanam menggunakan bahan-bahan bekas. Saking semangatnya tanamannya sampai dibawa pulang ke rumah masing-masing. Padahal mau ditaruh di taman. ^^

Persiapan Media dan Bibit

Hasil Kreasi dengan Botol Bekas

Ceritanya mau buat vertikal garden

Bucan. Bunga-bunga cantik ^^*



Selain berkebun juga ada kegiatan mural bersama. Kegiatan mural ini dilakukan di sepanjang tembok pembatas sungai milik warga. Ada berbagai macam gambar yang dibuat baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Ada kejadian yang lucu-lucu ngeselin pas lagi mural. Ceritanya kan ada anak-anak juga yang ikut acara mural. Tiba-tiba datang seorang bapak yang kurang puas dengan hasil gambar salah satu dari mereka dan dengan sigap mengganti gambaran anak tersebut dengan gambaran beliau. Si anak dan bapaknya hanya bisa terpaku di belakang bapak-bapak yang sedang serius menggambar. Ini adalah contoh tidak peka. Jangan ditiru ya...






Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, dilengkapi dengan akal. Sudah semestinya manusia menjadi penjaga dan pengguna. Dua kewajiban agar kehidupan selalu seimbang dan berjalan dengan teratur. Manusia hidup sangat bergantung dengan alam dan mengambil energi dari kehidupan lain. Tumbuhan, hewan, kekayaan dan energi alam semua ditambang. Sebagai makhluk digdaya tidak jarang ada yang suka meremehkan bentuk kehidupan yang lebih kecil. Semut misalnya, rumput-rumput liar, cacing, dianggap keberadaan yang remeh dan kurang berarti. Padahal dirinya juga belum tentu lebih baik. Bukan hanya makhluk lain yang jadi sasaran, tapi manusia juga. Merasa diri superior. Meihat tukang koran di jalan "Dih.. hidupnya susah". Melihat pengemis "Gembel pemalas". Melihat preman "Ya ampun.. sampah masyarakat". Sering sekali merasa lebih baik. Merasa ya.. merasa

Setelah merasa lebih baik dengan ringan hatinya buang sampah sembarangan, dengan santainya merokok di sembarang tempat, dengan bahagianya bergosip, dengan ringannya mengambil hak orang, dan seabrek perbuatan yang dianggap sepele lainnya. Ukuran lebih baik itu apa sih? Ada pakemnya ya di dunia manusia? Sepertinya sekehendak hati saja atau sekenanya.

Kalau dipikir lagi, malu ah merasa superior. Coba air bersih jadi langka, hancur dunia. Coba tanaman-tanaman tidak mau tumbuh, ngambek. Atau tanahnya yang ngambek. Atau udaranya yang ngambek. Penuh sampah dan polusi. Bisa apa?



Ketika ngajak satu orang untuk tidak buang sampah sembarang, bawa botol minum sendiri, ganti alat makan dengan bahan kayu... katanya "Alah.. kita-kita ini mana ngaruh sih? Kecuali orang sedunia melakukannya juga". Duh.. nunggu orang sedunia. Berat.






Padahal tidak mengapa juga memulai dari diri sendiri. Meski kurang berpengaruh terhadap dunia, terlalu luas juga lah kalau dunia. Setidaknya perilaku baik itu berpengaruh untuk diri sendiri. Jadi lebih peka, lebih peduli, jiwanya jadi lebih lembut dan halus. Nanti kalau lihat semut gambarannya bukan lagi sekadar hewan kecil. Tapi bisa melihat semut kecil selayaknya makhluk hidup punya nyawa ciptaan Tuhan. Gitu sih. Tapi aku tidak bilang. Cuma mbatin.


Bumi itu cuma satu. Belum ada gantinya meski sudah banyak orang berilmu dan berduit mencari tempat hidup lain. Disayang-sayang kayak sayang sama pacar baru. Dirawat kayak anak baru lahir. Dilayani kayak suami. "Lo, apa yang perlu dilayani?". Dibuatkan teknologi yang ramah lingkungan, bukan melulu untuk kepentingan.








Manusia dan Ciptaan Lainnya

by on Juli 02, 2018
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, dilengkapi dengan akal. Sudah semestinya manusia menjadi penjaga dan pengguna. Dua kewajiban a...
Aku tidak hanya mencari nilai
Tapi makna
Semua yang tidak ketara
Aku ingin menjelma bayang-bayang
Sesekali hatiku bergetar
Tak kuasa menahan sunyi
Sunyi bayangan
Sulit mengenal Tuhan
Di tengah keriuhan
Tapi dalam keriuhan itu
Ada kenikmatan khas dunia
Lalu aku terlena
Hilang
Lama aku hilang
Untuk mengerti
Tenggelam dalam diri
Dengan sadar juga tak pasti

Hilang

by on Juli 01, 2018
Aku tidak hanya mencari nilai Tapi makna Semua yang tidak ketara Aku ingin menjelma bayang-bayang Sesekali hatiku bergetar Tak kuasa me...


Episode ke dua Sesi Akidah

Pernah terjadi percakapan singkat dengan seorang teman tentang asal dari kebenaran. Waktu itu pendapatku adalah kebenaran banyak bentuknya, sesuai dengan sudut pandang seseorang. Setiap orang bisa memiliki kebenarannya sendiri. Pendapatku ini berdasar apa yang dijelaskan Mas Sabrang. Diibaratkan mengambil foto gajah dari berbagai sudut. Ada yang memotret ekor, kepala, kaki, badan semuanya sama, gajah. Ada yang memakai kamera bagus yang hasilnya jernih, ada yang blur, ada yang tidak jelas, semuanya sama, gajah. Kata temanku, kebenaran hanya milik Sang Pencipta. Ya, tentu saja itu benar. Kebenaran sejati hanya milikNya. Sedangkan di dunia ini kebenaran bisa berbeda bergantung pada apa yang diyakini individu. Itulah yang melahirkan perbedaan dan ujung-ujungnya harus ada toleransi.

Oke.. masuk ke rangkuman materi sesuai dengan pemahamanku.. kalau mau yang lengkap daftar FAST aja ya..

Materi kali ini dibuka dengan ulasan singkat tentang tiga sistem mabda (ideologi): Islam, Kapitalisme dan Sosialisme. Sebagai umat muslim kita paham mana yang paling ideal kan ya? Islam mengalami masa kejayaan selama 1300 tahun. Jauh lebih lama daripada kedua sistem lainnya. Kita bukan umat yang miskin, bodoh, teroris, anti damai, atau apapun anggapan negatif yang beredar saat ini. Islam punya ilmuwan hebat, pemikir cerdas, sistem pemerintahan yang sukses, hukum yang adil untuk masyarakat dan membawa kebaikan. Harus banyak belajar sejarah Islam dan kembali pada Al Quran dan Sunnah. Berfikir dengan jernih dan cemerlang. Cemerlang artinya mendasar, yaitu menggunakan Akidah. Akidah bukanlah dogma yang hanya sekadar tahu dan wajib dijalankan. Akidah adalah mampu menjawab dengan benar dari mana diri berasal, untuk apa diri diciptakan, dan akan ke mana setelah kehidupan. Setelah mengetahui semuanya menjalankan islam dengan benar.

Manusia memiliki potensi yang besar dalam dirinya. Semua sistem hidup diciptakan dengan sempurna untuk menopang kehidupan hingga akhir hayat. Manusia dikaruniai akal dan perasaan. Mana yang harus digunakan? Mana yang lebih baik? Semuanya harus digunakan secara seimbang.



Ternyata tidak semua proses yang terjadi di dalam otak bisa dikatakan sebagai proses berfikir. Ada syarat-syarat tertentu yang menyebabkan manusia disebut berfikir dan mampu mengembangkan pengetahuan atau melahirkan pemikiran. Dalam kajian ke dua ini dijelaskan ada 4 syarat yaitu:
Ada informasi atau fakta yang terindra
Ada Indra (minimal dua indra utama)
Otak
Informasi sebelumnya
(Penjelasan lengkapnya, kalian bisa daftar kajian FAST sesuai dengan kota masing-masing, hehe)

Setelah proses berfikir ada nilai dari sebuah pemikiran: Mustahil, Jaiz dan Wajib Aqli. Terkait dengan kebenara akal manusia hanya bisa berfikir dan menebak, tidak akan sampai pada kebenaran yang sebenarnya. Apa yang sekarang diyakini sebagai kebenaran bisa saja berubah suatu saat nanti, digantikan dengan ilmu yang baru. Karena kebenaran mutlak hanya milikNya. Mengapa agama harus ada? Salah satu alasannya adalah untuk menuntun kehidupan manusia berdasarkan aturan yang benar dari yang Maha Benar. Islam bukanlah agama dogma. Bukankah kita diminta untuk membaca dan berfikir?



Mafahim Kebenaran

by on Juni 27, 2018
Episode ke dua Sesi Akidah Pernah terjadi percakapan singkat dengan seorang teman tentang asal dari kebenaran. Waktu itu pendapatku ...
Bagaimana aku bisa menjelaskan
Tentang pencarian-pencarian
Tentang pikiran-pikiran
Tentang bagaimana semua berjalan
Tentang apa-apa yang kutinggalkan

Bagaimana aku bisa menjelaskan
Tentang dunia di mana aku tenggelam
Tentang pikiran di mana aku tersesat
Tentang perjalanan dalam kesendirian
Semua yang tidak bisa kujelaskan

Aku tidak berharap mereka paham
Karena bukan untuk itu juga aku ada
Sementara di dunia

Bahasa

by on Juni 26, 2018
Bagaimana aku bisa menjelaskan Tentang pencarian-pencarian Tentang pikiran-pikiran Tentang bagaimana semua berjalan Tentang apa-apa yang...
Setelah tulisan sebelumnya mengulas mengenai apa itu content writer beserta kewajiban yang harus dilakukan, tulisan kali ini membahas mengenai proses kreatif seorang content writer.

1. Perhatikan Gaya dan Teknik Penulisan Media Tujuan


Kalau bekerja pada perusahaan yang memiliki klien berbeda-beda biasanya setiap klien akan meminta model tulisan sesuai dengan keinginan mereka. Mulai dari jumlah kata, gaya bahasa formal atau santai, kata kunci yang harus digunakan, jumlah kata kunci dan lain sebagainya. Berbeda lagi jika kamu ingin mengirim tulisan untuk media tertentu. Mojok.co misalnya, tidak mungkin kamu mengirim tulisan dengan bahasa yang formal. Karena tahu sendiri bagaimana gaya penulis mojok yang santai-santai lucu nyeleneh itu. Jadi pelajari dulu media yang kamu tuju.

2. Kenali Target Pembaca dan Tujuan Tulisan

Gaya penulisan juga berhubungan dengan target pembaca yang dituju. Berdasar umur, tingkat ekonomi, gaya hidup dan lain sebagainya. Cara penyampaiannya harus disesuaikan, juga dengan tujuan tulisannya. Tulisan berupa ajakan, informatif, berita hangat dll. Misalnya jika target pembacanya adalah anak muda dengan tujuan soft selling produk, tentu menggunakan bahasa yang santai dan ringan namun informatif.

3. Tanggap Isu

Wajib bagi penulis untuk selalu update informasi ya.. ini adalah sebuah kewajiban yang HQQ kalau kata anak muda jaman now. Bisa jalan-jalan di Google Trends untuk melihat topik terkini. Tipsnya tulis saja topik yang masih di 5000 search. Agar masih banyak kemungkinan netijen mengakses isu tersebut. Kalau yang sudah lebih dari 5000 bahkan berjuta-juta kemungkinan isu tersebut sudah mengalami kejenuhan juga tinggi.

4. Menyampaikan Ide Secara Fokus

Kalau melihat media online dengan berita panjang orang suka males. Fokuskan ide tulisan pada 300-700 kata saja. Kecuali memang kamu menulis di platform yang mengulas secara rinci dan komprehensif sebuah isu.

Yap.. semoga bermanfaat...

Pelatihan How To Be Content Writer Bareng Ngelmu Press



Apa sih Content writer itu? Singkatnya pekerjaan content writer adalah menulis artikel dengan tema tertentu sesuai dengan kesepakatan atau keinginan bos. Bisa juga disebut dengan Ghost Writer karena seringkali pada tulisan yang dihasilkan tidak tercantum nama penulis, bisa diganti dengan admin, redaktur atau bahkan tanpa keterangan. Prosedur atau ketentuan tulisan dan proses posting artikel akan berbeda sesuai dengan kesepakatan awal. Seorang content writer bisa menjadi pekerja freelance atau fulltime, pokoknya semua tergantung untuk siapa atau untuk tujuan apa artikel itu ditulis.

Seorang content writer menulis dengan target dan tema tertentu. Seringkali tema yang harus ditulis jauh dari background penulis. Seorang content writer dituntut untuk banyak membaca dan belajar karena tema yang harus ditulis biasanya juga sangat beragam. Beberapa kewajiban content writer adalah:

Memenuhi kebutuhan artikel
Seorang penulis artikel harus dapat menulis dengan cepat dan selalu update isu atau berita-berita yang sedang popular.

Meningkatkan kualitas SEO
Secara singkat SEO merupakan metode yang digunakan untuk membuat artikel muncul pada halaman pertama mesin pencari. Kapan-kapan dibahas sendiri soal SEO ini deh ya.

Mengelola website (jika menulis untuk website tertentu). Mengelola website contohnya adalah memonitor statistik artikel dan distribusi konten.
Seorang content writer website tertentu juga harus menguasai pengelolaan website, bukan hanya sekadar menulis saja. Tapi juga memantau apakah tulisannya dibaca banyak orang atau tidak.

Melakukan riset dan studi untuk tulisan.
Saking beragamnya tema artikel, maka harus banyak belajar dan membaca. Jika harus menulis isu terkini biasanya dilakukan dengan wawancara atau datang ke lokasi secara langsung.

Bagaimana caranya menjadi content writer? Bisa dengan mendaftar atau mengirim pada platform atau website tertentu seperti mojok.co, hipwee, detik.com dan lain sebagainya.


https://jonathanrigottier.com/pourquoi-creer-un-blog-professionnel/


Pekerjaan Content Writer

by on Juni 06, 2018
Apa sih Content writer itu? Singkatnya pekerjaan content writer adalah menulis artikel dengan tema tertentu sesuai dengan kesepakatan a...